Pancratius

Hieromartyr Pancratius, Uskup Taormina di Sisilia
Diperingati pada tanggal 9 Juli. Hieromartyr Pancratius, Uskup Taormina, lahir ketika Tuhan kita Yesus Kristus masih hidup di bumi. Orang tua Pancratius adalah penduduk asli Antiokhia. Mendengar kabar baik tentang Yesus Kristus, ayah Pancratius membawa serta putranya yang masih kecil dan pergi ke Yerusalem untuk menemui Guru agung itu sendiri (Yesus Kristus). Mukjizat membuatnya heran, dan ketika dia mendengar ajaran ilahi, dia kemudian percaya kepada Kristus sebagai Anak Allah. Dia menjadi dekat dengan para murid Tuhan, terutama dengan Rasul Petrus yang kudus. Selama periode inilah Pancratius yang masih muda mengenal Rasul suci Petrus.

Setelah Kenaikan Juruselamat, salah satu Rasul datang ke Antiokhia dan membaptis orang tua Pancratius bersama dengan seluruh rumah tangga mereka. Ketika orang tua Pancratius meninggal, dia meninggalkan harta warisannya dan pergi ke Pontus dan mulai tinggal di sebuah gua, menghabiskan hari-harinya dalam doa dan kontemplasi spiritual yang mendalam. Rasul Suci Petrus, ketika melewati daerah Pontus, mengunjungi Pancratius di Pontus. Dia membawanya ke Antiokhia, dan kemudian ke Sisilia, di mana Rasul Paulus yang kudus saat itu berada. Di sana Rasul Suci Petrus dan Paulus menjadikan Santo Pancratius Uskup Taormina di Sisilia.

Santo Pancratius bekerja keras untuk pencerahan Kristen bagi orang-orang. Dalam satu bulan ia membangun sebuah gereja di mana ia merayakan kebaktian. Jumlah orang percaya dengan cepat bertambah, dan segera hampir semua orang Taormina dan kota-kota sekitarnya menerima Iman Kristen.

Santo Pancratius mengatur jemaat penggembalaannya dengan damai selama bertahun-tahun. Namun, orang-orang kafir bersatu melawan orang suci itu, dan memanfaatkan momen yang tepat, mereka menimpanya dan melemparinya dengan batu. Dengan demikian, Santo Pancratius mengakhiri hidupnya sebagai martir. Pancratius dikenang dengan berdirinya salah satu gereja di Roma yang dinamai menurut namanya. Dia juga diperingati pada tanggal 9 Februari.

Refleksi: Pancratius yang sudah dari kecil melihat Tuhan Yesus, ia menunjukkan kesetiaan-Nya kepada Tuhan, meninggalkan segala warisan duniawi, melatih diri dalam penyatuan kepada Allah dalam kesendirian. Tuhan, memakai Dia untuk menggembalakan jemaat Tuhan. Tetapi, ada juga yang tidak senang dengan dirinya sehingga orang-orang tersebut melemparinya dengan batu sampai meninggal dunia. Dari cerita ini, kita belajar bahwa tidak ada yang lebih penting dalam dunia ini selain dari pada membangun hubungan pribadi kita dengan Allah dan mengajak orang lain untuk membangun hubungan pribadi dengan Allah.

Para Martir Kristus

Martir Agapius, Publius, Timolaus, Romulus, dua orang bernama Dionysius, dan dua orang bernama Alexander, di Kaisarea di Palestina
Diperingati pada tanggal 15 Maret.

Para Martir Suci Agapius, Publius (Pausis), Timolaus, Romulus, Alexander, Alexander, Dionysius dan Dionysius menderita di bawah pemerintahan kaisar Diocletian (284-305) di kota Kaisarea Palestina. Selama salah satu festival pagan, mereka mulai menyiksa dan mengeksekusi orang Kristen yang menolak mempersembahkan korban kepada berhala.

Para Martir Timolaus (19 Agustus) dijatuhi hukuman pembakaran, dan Martir Agapius dan Thekla (19 Agustus) dijatuhi hukuman untuk dicabik-cabik oleh binatang buas. Sekelompok pemuda Kristen: Publius, Timolaus, Alexander, Alexander lainnya, Dionysius, dan Romulus, dari gereja Diospolis memutuskan untuk mengakui iman mereka dan menderita bagi Kristus.

Sebagai tanda kesukarelaan mereka, mereka mengikat tangan mereka sendiri di belakang punggung mereka dan muncul di hadapan gubernur Urbanus. Melihat masa mudanya, gubernur mencoba membujuk mereka untuk mempertimbangkan kembali keputusan mereka, tetapi sia-sia. Dia kemudian menjebloskan mereka ke penjara, di mana sudah ada dua orang Kristen, Agapius dan pembantunya Dionysius. Semua orang suci ini menjadi sasaran siksaan yang mengerikan dan dipenggal.Mengikut Kristus kita harus jadi martir bagi dosa -dosa kita sendiri, sehingga kita semakin diperbaharui dalam Kristus

Makna Cantik Dalam Kidung Agung 1:15-16

Terjemahan Septuaginta Kidung agung 1: 15 “Lihatlah,  kamu cantik, tetanggaku, lihatlah kamu cantik, mata mu seperti  merpati” Tetanggaku adalah orang terdekatku. Kalau ibrani: lihatlah engkau cantik  kekasihku, sungguh kamu cantik, matamu  seperti burung merpati.

Sekarang mempelai laki- laki menyatakan, bahwa kekasih perempuannya adalah yang cantik. Kenapa cantik? Karna yang paling dekat dengan mempelai laki- laki. Kenapa cantik ? roh kita sudah dibaharui pada saat kita selalu dekat dengan Kristus Sang empunya terang. Yang membuat kita cantik  adalah kita semakin dekat dengan Tuhan, yaitu meniru seperti yang Yesus lakukan. Yesus adalah cermin dan sahabat bagi kita umat manusia. Manusia perlu bercermin kepada Kristus, membuang hal jahat dan memurnikan jiwa kita. sekarang kita bukan hamba Allah tetapi kita adalah sahabat Allah. Mata yang cantik artinya pikiran, nous / inti roh kamu itu cantik. Yesus itu adalah cermin jiwa sekaligus model dari jiwa. Mata cantik artinya nous/ inti roh  yang mengerti firman Tuhan, menangkap apa arti Firman Tuhan. Kata burung merpati menunjukkan Roh Kudus. Berilah dirimu untuk dipimpin oleh Roh kudus supaya mata rohani menjelaskan kepada kita arti Firman Tuhan (Roma 8: 13- 14). Kalau Kristus paling tampan maka kita juga harus paling cantik (Roma 8: 13- 14). Mata rohani kita harus cantik yaitu mau dipimpin oleh roh Kudus. Kita bisa cantik kalau kita makin dekat dengan sang cantik, cara untuk dekat adalah mau dibimbing oleh Roh Kudus. Roh kudus memurnikan manusiawi kita, semakin diperbaharui dan serupa seperti Kristus. Kita harus meneladani Kristus dan semakin sempurna. 2 Ekor burung merpati menuju kepada Anak Allah dan Roh kudus. 2 burung merpati ini adalah penolong. Penolong utama adalah  Kristus dan penolong ke dua adalah Roh Kudus.

Kesimpulan: kamu cantik karena dekat Kristus,  pada dasarnya Allah menciptakan kita adalah cantik tetapi karena dosa kita jadi jelek, tetapi 2 ekor merpati diutus yaitu Kristus dan Roh Kudusi, sehingga membuat natur kita diperbaharui dan semakin dipercantik.

Ayat 16,  yang disebut cantik/ ganteng  sekarang adalah Kristus, sungguh memang cantik, tempat tidur kita sungguh sejuk/ bersih, segar.

Pendapat origen

  1. Kamu tampan kekasih ku / orang terdekatku (Kristus). Kita bisa melihat cantiknya Firman Allah pada saat mata rohani kita diperbaharui oleh Roh Kudus (Efesus 4: 23).
  2. Tempat tidur, tempat tidur berbagi dengan mempelai laki – laki. Tempat tidur menuju kepada tubuh dari roh kita sendiri. tempat tidur mempelai perempuan berbagi tempat dengan mempelai laki- laki. Gereja adalah tubuhnya Kristus. Kristus dan gereja adalah satu tubuh, satu tempat tidur, satu gereja. Kepala gereja adalah Kristus dan anggota tubuh gereja adalah jemaatnya. Tempat tidur kita bersih artinya kehidupan kita harus bersih, tidak ada dosa. Kita sebagai orang yang percaya harus mengerti bahwa keselamatan itu adalah sharing / berbagi, saling berbagi, Kristus berbagi keilahiannya kepada kita dan Maria berbagi kemanusiaannya kepada Kristus (1 Kor 3: 16). Jadi, setelah kita memperbaharui roh supaya bisa melihat Kristus yang cantik, maka sekarang kita juga harus diperbaharui, cantik atau tidak berdosa supaya kita sama seperti Kristus, tidak berdosa, hidup kita bersih, dan sejuk.  Apa yang dialami Paulus ketika ia melihat kecantikan Kristus? Yaitu tubuh dan jiwanya berbagi dengan Kristus dari hari ke sehari. Baik tubuh dan jiwa sama- sama dibaharui, tetapi faktanya tubuh itu semakin merosot dan semakin menderita  (2 Kor 4: 16).  Tubuh lahiriah makin binasa, tubuh kita menderita, berkorban untuk Kristus, mau kerja keras, tetapi tubuh batiniah kita semakin dibaharui, makin dekat dengan kekasih, makin cinta, dan makin berkorban. Contoh, orang tua yang semakin mencintai anaknya, maka ia semakin berkorban, bahkan ia rela tidak makan asalkan anaknya bisa makan.

Pendapat Nyssa

  1. Kristus datang menjadi manusia, Dia dari natur ilahi, sekarang naturnya bertambah dengan natur manusia.
  2. Karena Kristus datang membagi keilahian dan mengambil tubuh manusia, harusnya tubuh manusia ini binasa tetapi sekarang kita manusia mengambil bagian dari keilahian Kristus, kita adalah tunangan Kristus (2 Kor 11: 2). Orang yang menikah, dari dua menjadi satu daging adalah tipologi hubungan Kristus, berbagi tempat tidur dengan Kristus, kita mengambil keilahian Kristus dan Kristus mengambil kemanusiaan kita. kita ambil keilahian Kristus adalah untuk mengambil  bagian dalam kodrat ilahi (2 Petrus 1:4).

Aplikasi:

Tubuh kita bukan milik kita tetapi milik Kristus juga. Allah menjadi manusia supaya manusia bisa seperti Allah. Hidup kita tidak seratus persen milik kita tetapi milik Kristus juga. Apa yang kita peroleh jika kita berbagi? Jiwa kita semakin mencintai Yesus. Berbagi itu adalah indah. Perbuatan baik yang bisa kita lakukan adalah terus mempercantik rohani dengan cara selalu dekat dengan Allah, membakar segala kemarahan, kerakusan, keegoisan yang ada dalam diri serta melakukan perbuatan kasih kepada sesama walaupun saya sengsara. Karena saya tahu bahwa apa yang saya lakukan adalah serupa dengan yang Yesus lakukan.

Anagogis: kehidupan kerohanian kita akan semakin murni jika kita mau berbagi dengan Allah dan juga sesama.

Jurnal:

Cantik

  1. Dekat kepada Kristus ( Dia kaya cermin, kayak sahabat) ada relasi
  2. Mata seperti burung merpati, kecantikan dari dalam
  3. Berbagi tempat tidur. , kecantikan dari luar, tubuh kita juga harus berbagi untuk Kristus

Makna Cantik Dalam Kidung Agung 1:15-16

Terjemahan Septuaginta Kidung agung 1: 15 “Lihatlah,  kamu cantik, tetanggaku, lihatlah kamu cantik, mata mu seperti  merpati” Tetanggaku adalah orang terdekatku. Kalau ibrani: lihatlah engkau cantik  kekasihku, sungguh kamu cantik, matamu  seperti burung merpati.

Sekarang mempelai laki- laki menyatakan, bahwa kekasih perempuannya adalah yang cantik. Kenapa cantik? Karna yang paling dekat dengan mempelai laki- laki. Kenapa cantik ? roh kita sudah dibaharui pada saat kita selalu dekat dengan Kristus Sang empunya terang. Yang membuat kita cantik  adalah kita semakin dekat dengan Tuhan, yaitu meniru seperti yang Yesus lakukan. Yesus adalah cermin dan sahabat bagi kita umat manusia. Manusia perlu bercermin kepada Kristus, membuang hal jahat dan memurnikan jiwa kita. sekarang kita bukan hamba Allah tetapi kita adalah sahabat Allah. Mata yang cantik artinya pikiran, nous / inti roh kamu itu cantik. Yesus itu adalah cermin jiwa sekaligus model dari jiwa. Mata cantik artinya nous/ inti roh  yang mengerti firman Tuhan, menangkap apa arti Firman Tuhan. Kata burung merpati menunjukkan Roh Kudus. Berilah dirimu untuk dipimpin oleh Roh kudus supaya mata rohani menjelaskan kepada kita arti Firman Tuhan (Roma 8: 13- 14). Kalau Kristus paling tampan maka kita juga harus paling cantik (Roma 8: 13- 14). Mata rohani kita harus cantik yaitu mau dipimpin oleh roh Kudus. Kita bisa cantik kalau kita makin dekat dengan sang cantik, cara untuk dekat adalah mau dibimbing oleh Roh Kudus. Roh kudus memurnikan manusiawi kita, semakin diperbaharui dan serupa seperti Kristus. Kita harus meneladani Kristus dan semakin sempurna. 2 Ekor burung merpati menuju kepada Anak Allah dan Roh kudus. 2 burung merpati ini adalah penolong. Penolong utama adalah  Kristus dan penolong ke dua adalah Roh Kudus.

Kesimpulan: kamu cantik karena dekat Kristus,  pada dasarnya Allah menciptakan kita adalah cantik tetapi karena dosa kita jadi jelek, tetapi 2 ekor merpati diutus yaitu Kristus dan Roh Kudusi, sehingga membuat natur kita diperbaharui dan semakin dipercantik.

Ayat 16,  yang disebut cantik/ ganteng  sekarang adalah Kristus, sungguh memang cantik, tempat tidur kita sungguh sejuk/ bersih, segar.

Pendapat origen

  1. Kamu tampan kekasih ku / orang terdekatku (Kristus). Kita bisa melihat cantiknya Firman Allah pada saat mata rohani kita diperbaharui oleh Roh Kudus (Efesus 4: 23).
  2. Tempat tidur, tempat tidur berbagi dengan mempelai laki – laki. Tempat tidur menuju kepada tubuh dari roh kita sendiri. tempat tidur mempelai perempuan berbagi tempat dengan mempelai laki- laki. Gereja adalah tubuhnya Kristus. Kristus dan gereja adalah satu tubuh, satu tempat tidur, satu gereja. Kepala gereja adalah Kristus dan anggota tubuh gereja adalah jemaatnya. Tempat tidur kita bersih artinya kehidupan kita harus bersih, tidak ada dosa. Kita sebagai orang yang percaya harus mengerti bahwa keselamatan itu adalah sharing / berbagi, saling berbagi, Kristus berbagi keilahiannya kepada kita dan Maria berbagi kemanusiaannya kepada Kristus (1 Kor 3: 16). Jadi, setelah kita memperbaharui roh supaya bisa melihat Kristus yang cantik, maka sekarang kita juga harus diperbaharui, cantik atau tidak berdosa supaya kita sama seperti Kristus, tidak berdosa, hidup kita bersih, dan sejuk.  Apa yang dialami Paulus ketika ia melihat kecantikan Kristus? Yaitu tubuh dan jiwanya berbagi dengan Kristus dari hari ke sehari. Baik tubuh dan jiwa sama- sama dibaharui, tetapi faktanya tubuh itu semakin merosot dan semakin menderita  (2 Kor 4: 16).  Tubuh lahiriah makin binasa, tubuh kita menderita, berkorban untuk Kristus, mau kerja keras, tetapi tubuh batiniah kita semakin dibaharui, makin dekat dengan kekasih, makin cinta, dan makin berkorban. Contoh, orang tua yang semakin mencintai anaknya, maka ia semakin berkorban, bahkan ia rela tidak makan asalkan anaknya bisa makan.

Pendapat Nyssa

  1. Kristus datang menjadi manusia, Dia dari natur ilahi, sekarang naturnya bertambah dengan natur manusia.
  2. Karena Kristus datang membagi keilahian dan mengambil tubuh manusia, harusnya tubuh manusia ini binasa tetapi sekarang kita manusia mengambil bagian dari keilahian Kristus, kita adalah tunangan Kristus (2 Kor 11: 2). Orang yang menikah, dari dua menjadi satu daging adalah tipologi hubungan Kristus, berbagi tempat tidur dengan Kristus, kita mengambil keilahian Kristus dan Kristus mengambil kemanusiaan kita. kita ambil keilahian Kristus adalah untuk mengambil  bagian dalam kodrat ilahi (2 Petrus 1:4).

Aplikasi:

Tubuh kita bukan milik kita tetapi milik Kristus juga. Allah menjadi manusia supaya manusia bisa seperti Allah. Hidup kita tidak seratus persen milik kita tetapi milik Kristus juga. Apa yang kita peroleh jika kita berbagi? Jiwa kita semakin mencintai Yesus. Berbagi itu adalah indah. Perbuatan baik yang bisa kita lakukan adalah terus mempercantik rohani dengan cara selalu dekat dengan Allah, membakar segala kemarahan, kerakusan, keegoisan yang ada dalam diri serta melakukan perbuatan kasih kepada sesama walaupun saya sengsara. Karena saya tahu bahwa apa yang saya lakukan adalah serupa dengan yang Yesus lakukan.

Anagogis: kehidupan kerohanian kita akan semakin murni jika kita mau berbagi dengan Allah dan juga sesama.

Jadi, Cantik itu adalah:

  1. Dekat kepada Kristus ( Dia kaya cermin, kayak sahabat) ada relasi
  2. Mata seperti burung merpati, kecantikan dari dalam yang artinya roh yang ada dalam diri selalu merindukan Kristus
  3. Berbagi tempat tidur. Artinya, kecantikan dari luar, tubuh kita juga harus berbagi untuk Kristus dengan cara hidup menurut keinginan Kristus

Cinta itu membakar dan memurnikan

St. Maximus berkata “Kamu tidak akan dihangati oleh api kalau kamu hanya tau teori tentang api”. Tulisan ini berbicara tentang 400 point tentang kasih. Jadi, sama seperti kasih tidak akan merasakan hangatnya kasih kalau kamu tidak mengasihi. Kasih yang dibahas Maximus adalah kasih Eros. Kasih eros  adalah kasih yang membara terhadap lawan jenis. Allah mengasihi manusia juga dengan kasih eros, kasih yang menyala- nyala dan membara. Demikian juga manusia mengasihi Allah dengan kasih yang membara, kasih yang memurnikan jiwa. Akan tetapi manusia punya keinginan daging, keinginan daging adalah hal – hal yang bertentangan dengan roh. Keinginan daging dan keinginan roh semuanya berada dalam hati manusia. Dalamnya hati manusia adalah seperti samudra disana segala hal semuanya ada baik yang jahat maupun yang buruk. Akan tetapi kasih kita kepada Allah harus membakar segala keinginan daging yang ada dalam hati kita sehingga cinta kita kepada-Nya semakin membara. Cinta kita kepada Allah harus membakar segala kedagingan seperti kemarahan, keegoisan, kesombongan, kerakusan, cinta akan pujian, nafsu sexs yang berlebihan, mencuri, tidak bertanggung jawab, ketakutan yang berlebihan, merasa tidak berharga, dan lain – lain. Cinta kepada Allah harus membakar kemarahan kita sampai habis.  Cinta kepada Allah bisa menjinakkan kemarahan, hal – hal seksual, ketamakan, kesombongan. Bukti kemarahan kita jinakkan adalah bisa menahan kemarahan, walaupun sangat sakit untuk menahannya, hasil dari menahan kemarahan adalah ketekunan diri untuk tidak cepat marah saat ada godaan yang memancing untuk marah, hasil dari ketekunan diri adalah pengharapan kepada Allah. Jika kita sudah berhasil menekuni diri untuk menahan kemarahan dan menghasilkan kekuatan untuk mengasihi Allah dan kita bisa menaati perintah Allah. Jadi, hal – hal daging adalah seperti kertas yang harus dibakar dan jadi abu, sedangkan disisi lain kita adalah emas yang sedang dibakar, yang semakin hari semakin dimurnikan. Contoh: pada saat kita punya uang dan uang itu sudah direncanakan untuk beli kebutuhan, tetapi ada teman kita yang sedang kesusahan, pada saat yang sama kita diajak untuk memilih apakah mau menolongnya atau cuek dengan mementingkan diri sendiri. Pada waktu mengasihi kita perlu 3 kebajikan yaitu kasih, penguasaan diri dan doa. Kasih membuat kemarahan mereda.

20. Ajari aku menjinakkan kemarahan. Kita harus punya belas kasihan, melakukan hal yang baik untuk sesama, menderita untuk teman yang susah. Artinya, kalau dia memusuhi kita,  dan jika kita marah, maka api yang jahat menghanguskan kesabaran. Harusnya, jika dia marah kita harus memberi dia api cinta supaya dia tenang dan tidak semakin marah. Api kemarahan yang menghanguskan bisa membakar seisi rumah tetapi diri kita yang mempertahankan nilai kekristenan tidak boleh ikut dibakar, kita harus lari dari api godaan, serta harus berani menolak godaan .

22. Keinginan diri membuat kita nafsu. Nafsu buat kita nikmat. Yang kita kejar bukan kenikmatan tetapi kebutuhan. Hawa nafsu itu seperti api yang menghanguskan, jika ada orang yang mencoba membakar hati, kita harus sabar. Boleh minum alkohol? Boleh kalau alkohol dimimum untuk kebutuhan dan bukan kesenangan. Nikmat tetapi kenikmatan seperti api yang membakar habis, jika kita sudah dikuasai nafsu maka membuat kita tidak tau malu bahkan kita melakukan pencurian. Manusia sering memakai alat- alat tubuhnya dengan memuaskan hawa nafsu tetapi seharusnya kita harus menggunakan anggota tubuh untuk kebutuhan dan bukan untuk kesenangan.

23. Pikiran jahat dari nafsu, untuk menahan hawa nafsu kita harus berdoa, berdoa tanpa hati maka pikiran jahat mudah muncul. Hawa nafsu bisa dikendalikan jika kita punya kasih, penguasaan diri dan doa. Kehidupan rohani yang paling penting adalah doa tanpa hati. Doa adalah seperti energi positif untuk melawan segala yang jahat. Untuk itu pikiran kita harus selalu join kepada Allah.

24. Bagaimana manusia berdoa tanpa henti? Terkadang kalau kita berdoa, selalu ada gangguan, bagaimana  kita bisa berdoa? Alkitab tidak mungkin ditulis kalau kita tidak sanggup melakukannya. Pikiran harus terus mengagumi Allah. Roma 8:35 menjelaskan bahwa kasih Allah senantiasa ada, dan kita juga harus demikian bahwa  kasih kita tidak boleh putus, kasih kita juga harus selalu ada. 2 Kor 4: 10 menjelaskan bahwa kematian Yesus tidak boleh berhenti dalam hidup, kita perlu mematikan hal- hal kedagingan. Bercermin dari pelayanan Paulus, kita melihat bahwa kalau dia tidak punya kasih maka dia tidak mungkin tahan didalam pelayanannya. Paulus punya iman, ketekunan, harapan dan kasih. Kita bisa punya kasih dengan cara hidup kita harus selalu membawa kematian Yesus dalam tubuh. Ini adalah energi kita untuk bisa mengasihi Allah

25. Dalam segala yang dikerjakan, ia selalu berharap kepada Allah. Sekalipun sakit mengasihi tetapi ada sukacita yang kita rasakan, saat kita disuruh sabar mungkin sakit tetapi ada penghiburan yang kita rasakan.

Ada saint Eulampius dan adiknya eulampia hidup di abad ke 4 di kota Nikomedia. Ada seorang kaisar waktu itu mengumumkan untuk menangkap orang Kristen. Eulampius ditangkap dan disuruh untuk menyangkal Yesus tetapi ia menolaknya. Akhirnya mereka menyiksanya dengan membakar batu bara dan kemudian batu bara itu ditempelkan ditubuhnya, ini sangat sakit. Di kuil Mars, ia menyuruh patung mars dalam nama Yesus supaya patung mars hancur dan roboh, orang yang melihatnya pun menyaksikan dan memuji Tuhan orang Kristen. Adiknya pun juga disiksa. Mereka dibakar tetapi mereka berdua tidak mati. Eulampia dan eulampius dipenggal dan akhirnya mati. Yang melihat kerobohan patung mars ada 200 orang, mereka kemudian ikut Yesus, mereka pun ikut jadi martir karena cinta kepada Yesus. Martir adalah orang yang mati dalam Kristus karena disiksa atau dibunuh. 2 Kor 12: 9- 10 menegaskan bahwa Paulus dapat anugrah, bisa bermegah dalam kelemahan fisiknya, karena Paulus punya iman yang menghasilkan kasih dan iman sekalipun harus melalui penganiayaan, kesesakan, siksaan dan kesukaran. Yang lemah adalah mungkin fisiknya tetapi yang kuat adalah imannya, pengharapannya dan kasihnya kepada Allah, itu pun ada karena Anugrah Allah. Anugrah Allah tinggal dalam kita inilah yang membuat kita kuat.

26. Bapa mengapa aku tidak memiliki penyesalan akan dosa- dosa atau tangisan akan dosa- dosaku? Karena kamu tidak punya rasa takut kepada Allah. Orang yang takut Allah adalah orang yang takut akan penghakiman Allah (Ul 32:41; Ul 32: 22 ) ada murka (Yes 33: 14). Kita akan punya pertobatan kalau kita takut akan Allah. Takut akan Allah akan kita alami  jika kita  punya iman. Yesaya 50 :11. Ada penghakiman Allah. Mazmur 62: 13 menjelaskan bahwa Tuhan akan membalas setiap orang menurut perbuatannya. 2 Kor 5: 10 menyatakan bahwa siapa yang tidak akan berdukacita kalau dia tidak percaya dan jiwanya masih buta. Jadi, kalau mau menyesalkan dosa- dosa kita harus takut Akan Allah dan takut akan penghakiman Allah. Matius 25: 41memberitahu kita bahwa ada orang yang akan masuk kedalam api yang kekal. Mendengar tentang penghakiman Allah bagaimana kita bisa bertahan? Kel 20: 13- 15 ini adalah peraturan atau hukum taurat tetapi ini tidak cukup. Matius 5: 20 kita dituntut kesempurnaan untuk bisa menghadapi penghakiman. Jadi kita dituntut untuk menjadi orang Kristen yang sempurna. Sebetulnya para rasul menangisi kita ( Roma 3: 12-14), jadi masalahnya adalah kita akan menghadapi pengadilan Allah dengan dituntut untuk sempurna tetapi kenyataannya orang Kristen selalu menyeleweng dihadapan Tuhan sehingga orang Kristen tidak mengenal Allah, tidak ada rasa takut kepada Allah. 2 Timotius 3: 1- 4 , menyombongkan diri, tidak peduli, munafik, iri hati, tidak tulus, berjinah, tidak taat pada perintah Allah. Bagaimana kita bisa berdiri dihadapan penghukuman Allah. Yoh 8: 41-44, bahwa ini keadaan orang yang mengikuti jalan iblis, didalamnya tidak ada kebenaran. Jika kita suka melawan perintah Allah, kita harus punya pertobatan. Pertobatan artinya adalah dari dipimpin oleh iblis sekarang mau dipimpin Roh Kudus ( Roma 8 : 14), semua yang dipimpin roh Allah adalah anak- anak Allah. 1 Yoh 3: 7 8 menjelaskan bahwa jangan memberi diri untuk disesatkan iblis. Jadi anak iblis adalah orang yang tidak berbuat kebenaran dan yang tidak mengasihi saudaranya. Kita harus takut akan Allah supaya kita bertobat. Kita harus takut kepada Allah yang menghakimi manusia, kita harus mempunyai kesempurnaan lebih dari hidup keagamaan ahli taurat. Kehidupan kekristenan kita harus lebih dari kehidupan keagamaan orang Farisi. Prosesnya adalah punya iman kepada Allah, lahir dari Allah. Iman saja tidak cukup sebab iblis juga punya iman Yakobus 2: 19. Iman kita harus mendatangkan takut akan Allah.

Imanà takut akan Alahà pertobatanà ketekunaan, kesabaran, pengharapan, kasih. Jika hanya punya iman dan tidak punya ketaatan maka kita adalah anak iblis. Jika punya iman maka bukti iman yang hidup adalah iman yang disertai perbuatan. Jika iman disertai oleh ketaatan adalah iman yang mendatangkan kasih sehingga kita bisa berdiri dihadapan pengadilan Allah. Untuk mendatangkan kasih, dibutuhkan ketaatan dan pengharapan  dan kasih dan kita juga butuh kasih karunia Allah, tanpa kasih kristus, iman kita akan mati. Galatia 2: 20 bukan lagi aku yang hidup tetapi Kristus yang hidup dalam aku, dan hidup yang kuhidupi sekarang adalah oleh iman dalam Anak Allah. Jadi, Iman hidup jika kita berani mengatakan “aku didalam Kristus yang mengasihi aku dan merelakan diri-Nya untuk aku”. Itulah sebabnya ketika kita menderita untuk Dia, kita itu meniru dan meneladani Kristus. I kor 4: 12 kami melakukan pekerjaan yang berat kalau kami dimaki kami diam saja. Ini adalah iman yang mendatangkan ketaatan atau perbuatan tetapi konsekuensinya adalah menderita. Kalau Yesus menderita maka kita juga menderita, Yesus mengasihi musuh maka kita juga mengasihi Yesus, Yesus bangkit, kita juga bangkit. Lukas 6: 27-28 berbuat baik kepada orang memusuhi, berdoa buat orang yang membencimu. Jadi, kita menaati apa yang Anak Allah katakan. Maximus berkata bahwa kita butuh ketekunan dan kesabaran. Kata- kata Kristus yang harus kita kerjakan dan bukan hanya sebagai pengetahuan secara teori. Kalau kita melakukan diluar perintah Yesus, maka kita dipenuhi kenajisan padahal kita adalah bait Allah ( 1 Kor 3 : 16  tidak tahukah kamu bahwa kamu adalah bait Allah). Kita jangan mengotori bait Allah. Roma 1: 28, jika kita menolak perintah Allah maka pikiran mereka adalah pikiran terkutuk.

Pengajaran Maximus tentang kasih didalam perbuatan. Kasih itu menjalani proses pemurnian jiwa, karena kita sudah diproses dari pertobatan, kesabaran, ketekunan, pengharapan dan hasilnya adalah emas “ kasih yang memurnikan jiwa”. Kasih adalah pemurnian jiwa, mengasihi Allah dan bukan ciptaan Allah. Kita tidak bisa mengasihi jika kita belum bisa terlepas dari hal – hal keinginan dunia. Kasih dihasilkan dari tidak terikat hal dunia (Yakobus 1: 2-3). Pengharapan berasal dari ketekunan dan penderitaan diri, pengendalian diri, pengendalian diri mendatangkan kasih. Jika iman kita adalah kepada Allah maka kita takut akan hukuman Allah, orang yang bisa sabar dan tekun untuk tetap beriman kepada Allah maka menghasilkan pengharapan, yang membuat manusia tidak fokus pada imannya adalah hal- hal dunia. Fokus kepada Allah fokus kepada pengetahuan Allah dan hikmat Allah. Allah lebih mulia dari hal – hal yang diciptakan maka itu sebabnya kita harus lebih baik memilih fokus kepada Allah.

26. Kalau pikiran masih terikat pada hal – hal dunia maka kita tidak bisa mengasihi Allah. Kalau pikiran kepada kasih kepada Allah , maka hal – hal dunia akan asing bagi pikiran dan perbuatan kita. Jika jiwa lebih diutamakan dari pada tubuh dan Allah lebih utama dari ciptaannya dan ini lah yang membuat kita menjadi penyembah yang sejati.  Jika kita mengutamakan tubuh dari jiwa maka kita adalah penyembah berhala

27.  Kita tidak bisa mengasihi Allah jika tubuh lebih utama dari jiwa. Kasih itu adalah api yang membakar, menghangatkan dan menerangi. Membakar adalah membakar keinginan daging, di sisi lain kasih juga menerangi hidup, membuat kita mempunyai pengetahuan akan Allah. Kasih Eros Allah adalah kasih yang satu sisi membakar hawa nafsu daging maka pada saat yang sama menghangatkan hati kita, membuat kita semakin mencintai Allah. Kasih dimulai dari pikiran, pikiran menerangi hati dan akhirnya menerangi tubuh, orang yang ada dalam cahaya maka tubuh kita juga bercahaya. Ketika kita mengasihi Allah, kita tidak pernah melupakan itu, demikian juga ketika kita dikasihi orang lain, kita tidak akan pernah lupa kasih itu. Kita tidak akan lupa kasih Allah karena kita terus berdoa kepada Allah menyaksikan segala perbuatan kasih-Nya. Cinta yang membakar akan memurnikan pikiran kita yang jahat, kita  akan semakin menyadari keberdosaan dan ketidak layakkan kita (kolose 3: 5) segala hal yang duniawi harus dimatikan yaitu pencabulan, serakah dan penyembahan berhala. Segala hal diatas harus dibakar habis melalui cinta yang membara kepada Allah sehingga kita bisa berdiri dihadapan Allah yang akan membakar hidup kita. Yang mengasihi Tuhan adalah yang menaati perintah Alllah dan mengasihi sesama. Sebab kita mengasihi sesama atas dasar kasih kepada Allah.

 28. Berbahagialah kita kalau pikiran kita jauh dari hal-hal dunia, selalu tergoda akan kecantikan ilahi. Jika hanya mengingat kasih maka itu tidak  menghangatkan tubuh kecuali melakukan kasih.

29. Kalau pikiran diisi pengetahuan Allah maka pikiran membawa kita kepada terang Allah.

30. Perbuatan kasih adalah secara sengaja dan bukan kebetulan, tetapi bisa mendatangkan penderitaan, kesabaran dan pengorbanan.

31. Orang yang mengasihi Allah adalah malaikat Allah dibumi. Malaikat itu selalu berpuasa, berjaga- jaga, berdoa, dan memikirkan kebaikan manusia.

21 Kasih itu seperti api cemburu. Allah itu adalah Allah yang punya api cemburu. Jika Yesus adalah kekasih jiwa kita maka jiwa kita bukan lagi milik ciptaan tetapi milik pencipta kita. Kita tidak boleh membiarkan Allah cemburu karena sikap hidup. Kalahkan daging dengan mengurangi makan. Makanan salah satu penyebab dari keserakahan, untuk itu kita harus berjaga- jaga, bermazmur dan berdoa.

46. Kalau kita punya pengetahuan akan Allah maka kita tidak akan jatuh kepada kesombongan yang sia- sia. Contoh: tidak punya uang tetapi berlagak seperti orang kaya, orang yang tampil kaya tetapi tidak punya uang. Kita punya roh yang sok – sok an, kita bisa menyingkirkannya dengan cara diterangi oleh Allah

47. Orang yang takut akan Allah adalah kerendahan hati, kerendahan hati mendatangkan kasih dan ucapan syukur.

48. Janganlah menanamkan sesuatu dalam pikiran dengan hal- hal  yang jahat, seperti kemarahan karena mendatangkan dosa tidak mengampuni, menyimpan dendam dan akhirnya depresi, selalu memikirkan kesalahan orang, mendatangkan depresi. Janganlah kita tenggelam oleh hawa nafsu dan kemarahan.

49. Kalau kita dalam keadaan digoda, jangan tinggalkan doa, ingat tentang keinginan Allah dalam hidup.

50. Jika kasih adalah kegenapan dari hukum taurat, berarti dia sanggup menahan diri, seperti korban yang sedang dibakar, harus bisa menanggung api godaan. Jadi saat mengasihi kita sedang seperti korban bakaran yang dipersembahkan kepada Allah dan imam. Dalam Roma 12 :1 kita adalah korban yang hidup, tubuh yang dibakar oleh api cinta Allah adalah pada saat kita melakukan kasih. Hukum taurat korbannya adalah hewan, sedangkan hukum kasih korbannya adalah diri kita, diri kita semakin kecil dan Kristus semakin besar. Fungsi api cinta adalah membakar korban bakaran, bisa menerangi roh dan jiwa kita.  mempersembahkan tubuh adalah membakar tubuh dengan api cinta baik kepada Allah dan juga kepada sesama.

Aplikasi: bahwa cinta kepada Allah membutuhkan pengorbanan, kerelaan untuk meninggalkan kedagingan dan keegoisan, cinta yang membara kepada Allah harus membakar  kemarahan. Selain itu cinta yang membara kepada Allah membuat kita semakin diterangi oleh Allah.

Praktek Eksegese: Kidung Agung 1: 13- 14

Teks: Bagiku kekasihku bagaikan sebungkus mur, tersisip di antara buah dadaku. (Sol 1:13 ITB) Bagiku kekasihku setangkai bunga pacar di kebun-kebun anggur En-Gedi.

 (Sol 1:14 ITB)

Ayat 13 ini merupakan bayangan yang akan digenapi oleh Nikodemus dan Yusuf dari arimatea (Yoh 19: 39), yang meminyaki Yesus pada waktu Yesus mati.  Ayat 13 menerjemahkan  teks ini seperti berikut, “ada satu sachet minyak mur tertumpah dari keponakanku, minyak itu tertumpah diantara buah dadaku”. Minyak mur ini meminyaki Tuhan Yesus yang telah mati. Yang meminyakinya adalah Nikodemus ( Yoh 19:39-41). Jadi Kidung Agung 1: 13 adalah bayang – bayang yang akan dilakukan Nikodemus kepada Kristus. Kristus ini yang mati kemudian mati dan bangkit dan tinggal diantara gereja. Ini berarti, hati itu berada diantara dua buah dada, disitulah minyak itu tertumpah. Ini berarti bahwa Kristus akan tinggal dalam hati jemaat setelah Ia bangkit dari kematian. Yesus memberikan daging-Nya dan darah-Nya kepada jemaat (Yohanes 6: 24) supaya jemaat memperoleh kehidupan. Jadi, Kidung Agung 1: 13 ini juga adalah nubuat kematian dan kebangkitan Yesus. Setelah Yesus diminyaki oleh Nikodemus pada waktu Ia mati, setelah itu Ia pun berada dalam hati jemaat. Kristus bisa menetap dalam hati kita dengan makan dan minum darah Kristus, bagaimana kita bisa makan dan minum darah Kristus, kalau Kristus tidak mengalami kematian? Tetapi Kristus, roh- Nya adalah kekekalan dan tubuh-Nya akan mengalami kemuliaan. Jadi, Kidung Agung 1: 13 adalah bayangan dari Yohanes 6: 56. Dalam Yohanes 15: 4 kita diajak untuk hidup dalam Kristus dengan menghasilkan buah. Menurut Origen, buah yang kita hasilkan adalah buah- buah sebagai gereja yang memancarkan harum Kristus. Buah itu menunjukkan keharuman. Jika buahnya durian maka wanginya adalah wangi durian. Wangi kita juga harus wangi Kristus. Buah itu pasti disukai dan dimakan oleh orang. Jadi, orang Kristen ketika ia ditengah tengah orang lain, orang tersebut harus membawa harum Kristus,  sehingga orang lain yang mengenal kita memperoleh Kristus dan mengenal Kristus. Kita membawa harum Kristus berarti Kristus ada dalam hati kita. Jika kita memiliki Kristus, kita harus memiliki minyak wangi. Artinya, kita harus memberi persembahan hidup atau jiwa kita kepada Kristus. Kita harus memberikan hidup kita kepada Kristus. Kenapa? Karena Kristus telah memberikan tubuh dan darah-Nya supaya jiwa kita selamat.

Ada satu sachet minyak mur tertumpah dari keponakanku, minyak itu tertumpah diantara buah dadaku ( ini tejemahan origen) juga bayangan Maria yang adalah saudara ibu Yesus, yang meminyaki Yesus ketika Yesus mati. Bagaimana dengan kita, untuk meminyaki Kristus? Kita juga harus meminyaki Kristus dengan menyerahkan seluruh tubuh dan jiwa kita sebagai bau minyak yang harum dihadapan Tuhan. Masing- masing, kita mempunyai tubuh  dan jiwa seperti sebungkus mur, marilah kita tumpahkan, persembahkan tubuh dan jiwa kita dihadapan Tuhan.

            Menurut Nyssa, wewangian itu untuk menyenangkan suami. Jadi, kita sebagai mempelai perempuan Kristus, kita harus wangi dihadapan pengantin laki- laki kita yaitu Kristus. Mur sudah digantung dalam kalung dan terletak diantara buah dada. Yang membuat harum adalah minyak mur. Kristus tergantung dalam hati kita yang membuat kita jadi wangi. Itu sebabnya wangi kita terpancar keluar. Jadi, kita itu sedang memakai kalung mur. Dalam hati kita, kita perlu Kristus. Selain  itu, Kristus dalam hati kita juga memancarkan terang.

  Bagiku kekasihku setangkai bunga pacar di kebun-kebun anggur En-Gedi (Sol 1:14 ITB).

Apa artinya setangkai bunga pacar? Apa arti En- Gedi? En- Gedi adalah suatu nama mata air. 1 Samuel 24: 1 menunjukkan Daud ke sungai  En- Gedi. En- Gedi adalah pelepasan dari musuh, sebab Daud telah lepas dari musuhnya Saul dan ia tinggal di sungai En- Gedi.

Terjemahan Origen dalam kid Agung 1: 14 adalah: Siprus artinya nama daerah, sebuah pulau di asia kecil, tetapi bukan menunjukkan daerah tetapi siprus menunjukkan jenis anggur, jadi ada sekluster anggur dari Siprus. Siprus adalah sumber dari sekluster anggur. Anggur di berikan kepada ku (Aldelfidos). Aldelfidos bisa ditujukan kepada kekasih dan juga sanak saudara / keponakan.

Nyssa menterjemahkan bukan Siprus tetapi mekar. Kalau Orthodox bible menterjemahkan  to me, my kingman/ nephew/ beloved is a Cluster of grapes from Cyprus in the vineyards of En- Gedi. Ibrani menterjamahkan: Se kluster bunga kekasihku di kebun- kebun anggur En- Gedi. Jadi ada perbedaan antara Septuaginta dan Ibrani. Ibrani, ini adalah  tanaman bunga yang bisa dipakai untuk kuku, dan rambut. Tetapi ini juga diterjemahkan sebagai keponakan. Menurut Origen, Yesus lahir dari Yusuf dan Yusuf punya saudara yaitu orang Israel. Keponakan Israel adalah Yesus Kristus. LAI menterjemahkan bahwa: bagiku kekasihku tanaman hena bermekaran di kebun – kebun anggur  En- Gedi. Hena bermekaran artinya bunga yang masih segar.

Septuaginta menterjemahkan Hena adalah Siprus. Satu cluster adalah kumpulan buah anggur.  Kidung agung 1: 14 adalah bayangan Dalam Yohanes 15, Kristus adalah pokok anggur. Pokok anggur menghasilkan anggur kebenaran. Kita adalah ranting pohon anggur yang harus nempel kepada pokok anggur yaitu kepada Kristus. Kata Siprus menunjukkan ini adalah pokok anggur dan pokok anggur menghasilkan buah. Pokok anggur membuat kita jadi bijak, berpengertian dan kuat dalam kebajikan karena kita sudah menempel kepada Kristus. Pokok anggur tidak akan langsung berbuah atau kita tidak langsung jadi berhikmat karena ada berbagai rintangan yang kita hadapi, kita harus melangkah demi langkah sampai kita menjadi sempurna. Jadi, arti ayat ini mengajarkan bahwa mempelai laki- laki yaitu Kristus akan memberi kita buah yaitu hikmat, kekuatan dalam kebajikan dan pengetahuan, tetapi kebun anggur itu ada di dalam kebun En- Gedi. Artinya, pohon anggur itu sedang di kebun yang penuh dengan cobaan. Pohon anggur harus dipangkas rantingnya, artinya kita sebagai ranting harus memangkas godaan supaya kita bisa menghasilkan buah yaitu hikmat, pengetahuan dan kuat dalam kebajikan.  Origen berkata, “ minyak, mur, anggur dari siprus menunjukkan keharuman dari jiwa kita, karena minyak dan anggur berasal dari Firman Allah. Minyak dan anggur itu kita hirup dan membuat kita jadi wangi.

Sedangkan menurut Nyssa, sekluster anggur bermekar adalah sekluster anggur yang memberi janji bahwa ada anugrah yang akan datang. En- Gedi adalah tempat yang penuh kelimpahan, sehingga anggur yang tumbuh disitu akan subur. Artinya, hidup kita yang menurut hukum perintah Allah, pasti akan baik, karena kita didalam kelimpahan anugrah Allah. Betapa sukacita hidup ini, karena hidup ini berbuah, hidup kita harus mirip seperti Kristus yang adalah kebenaran yang sejati. Jika demikian, kita akan terang bersinar seperti Kristus. Jika Kristus adalah terang maka kita adalah terang juga.

            Satu sisi, Yesus adalah minyak narwastu, minyak mur dan anggur dari Syprus adalah Firman Allah dan kita menghirum bau harus Kristus- memakan dan meminum daging dan darah Kristus, kemudian kita juga memancarkan bau harum Kristus – mempersembahkan hidup kita kepada Kristus.

Aplikasi: kita sebagai orang Kristen harus wangi Kristus dan mencium bau wangi Kristus dalam hidup kita.

Obedience: mempersembahkan seluruh hidup, jiwa dan raga sebagai perbuatan yang harum dihadapan Tuhan, tidak melakukan perbuatan yang jelek dihadapan Tuhan dan sesama.

Kehidupan Rohani: Pisahkan diri dari godaan dunia

Kehidupan Askesis adalah kehidupan tentang belajar edukasi Alkitab, memiliki kehidupan doa dan bekerja, membaca tulisan bapa gereja. Tulisan bapa gereja adalah makanan keras bagi roh, jiwa dan tubuh kita. Ada  salah satu tulisan bapa gereja  St. Maximus dari buku yang berjudul :The ascetic life, tentang setelah kita menjadi orang Kristen apa yang harus kita lakukan dengan waktu yang Tuhan berikan? Materi ini sajikan dalam bentuk dialog antara murid dengan guru Kristen.

  1. Murid: apa tujuan  Firman Allah menjadi manusia?

Guru: saya kaget kenapa kamu menanyakan seperti itu, sebab kamu sudah tau dalam pengakuan iman bahwa tujuan Allah menjadi manusia adalah untuk keselamatan manusia. Apa maksud keselamatan? Manusia di taman eden tapi ia berdosa, Allah pun tetap memelihara manusia walaupun ia berdosa sampai waktunya tiba akan kedatangan Yesus, Ia mengambil wujud manusia oleh Roh Kudus dan oleh  daging Maria, supaya Ia mengajarkan kita bagaimana cara hidup secara ilahi. Allah beri perintah dan janji bagi orang yang hidup bagi orang yang mau melakukan perintah. Ia juga beri penghakiman kekal bagi  yang tidak taat. Dari ketidaktaatan Adam digantikan oleh Kristus yang taat sampai mati, 1 Kor 15: 22 menjelaskan dengan persekutuan Kristus – kita akan dihidupkan. Kita harus melakukan perintah, hidup yang membenci jalan yang jahat sedangkan yang baik, serta ketaatan pada perintah Yesus (Mat :28: 20)

  • Siapa yang melakukan perintah Yesus?

 Dia yang meneladani Tuhan dan mengikuti jejak Yesus.

  • Siapa yang bisa meneladani Kristus kalau Kristus Allah yang jadi manusia, sedangkan saya adalah orang yang diperbudak oleh dosa atau seorang pendosa?

Tidak seorang pun yang bisa meneladani Yesus kalau ia masih diikat oleh hal- hal duniawi. Matius 19: 27 “ kami sudah meninggalkan segala sesuatu dan ikut Yesus, lalu apa yang akan aku peroleh”? Maximus berkata, yang akan kamu terima adalah kamu memperoleh kuasa untuk bisa meneladani Yesus dan kuasa mengikuti jejak Yesus. Untuk bisa menerima kuasa meneladani Yesus kalau kita sudah meninggalkan hal- hal duniawi.

  • Kuasa apa ini?

 Lukas 10: 19 , “ Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.; 1 Kor 11: 1 “Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus.” Kita disuruh ikut teladan rasul Paulus, karena Rasul Paulus adalah pengikut Yesus.  Paulus jelas menerima kuasa itu, itu sebabnya ia berani mengatakan kepada jemaat di Korintus, jadilah pengikutku, karena aku pengikut Kristus. Pengikut Kristus adalah orang yang punya kuasa untuk menginjak ular atau menginjak godaan iblis, atau kuasa dari seorang musuh dan tidak seorang pun menyakiti. Contoh: tidak cinta uang karena menimbulkan keserakahan. Roma 8: 1- 4 “Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.  Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut. Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging, supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh. arti ayat ini adalah orang yang bisa menyalibkan keinginan daging.  Galatia 6: 14  Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia. Artinya keinginan daging itu sudah disalibkan. Jadi, kita dapat kuasa mengikut Yesus jika kita meninggalkan keinginan daging. Kuasa yang Tuhan berikan ini sebetulnya sudah dinubuatkan dalam Mazmur 90: 1 akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.” Jadi Allah yang menjadi tempat pelindungan. Mazmur 93: 2; Matius 10 : 37 “Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.” Sekalipun ada hubungan dari tetapi kasih kita tidak boleh lebih dari kasih kita Yesus. Matius 10: 38 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku., kita harus bisa lepaskan hal – hal dunia supaya kita layak jadi murid Yesus ( Lukas 14: 33). Yang lebih mulia adalah pencipta, itu sebabnya kasih kita harus lebih dari kasih kita kepada ciptaan Allah. Dalam PL mengajarkan bahwa Allah adalah perlindungan kita tetapi dalam PB lebih ditegaskan lagi untuk melepaskan hal – hal materi untuk mengikut Yesus. Jadi untuk bisa mengikut Yesus, kita harus memisahkan diri dari berbagai hawa nafsu atau harus memiliki kehidupan askesis. Jika kita memisahkan diri dari berbagai hawa nafsu maka kita akan bertarung melawan kuasa yang tidak kelihatan yaitu iblis, selain itu kita akan digoda oleh harta, uang dan kuasa.

  • Bagaimana aku bisa mengingat semua perintah Yesus? Bisakah guru menjelaskan secara singkat?

Perintah Yesus banyak tetapi sudah dipadatkan dalam 1 kalimat. Markus 12: 30 “ kasihilah Tuhan Allah Mu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”. orang yang menjadi murid Yesus pasti melakukan kasih kepada Allah dan kepada manusia karena ia sudah meninggalkan hal – hal duniawi. Tidak ada seorang pun yang bisa mengasihi Allah dan uang (Matius 6: 24). Kita harus memilih  satu yaitu mengasihi Allah dan manusia. jika kita mengasihi Allah dan juga mengasihi uang, maka pasti kita akan melanggar perintah Allah

  • Hal apa yang kita singkirkan?

Uang, makanan, apa yang kita miliki, harta milik , semua itu tidak boleh dijadikan tuan atau Tuhan. sebab, kita mengtuhankan kepada yang bukan Tuhan. Tuhan itu adalah Yesus Kristus.

  • Bukan kah harta milik, uang makanan adalah  diciptakan Tuhan dan pemberian Tuhan?

 betul, bahwa Tuhan kasih semua itu supaya kita tidak sekarat  dan menderita. Segala sesuatu yang Tuhan ciptakan adalah baik dan berguna. Jadi, pakailah semuanya itu untuk menyenangkan Tuhan. akan tetapi, masalahnya adalah manusia akhirnya bisa menjadi mata duitan. Akhirnya, kita lebih memilih uang dari pada kasih kepada Allah. Akibatnya membuat kita jauh dari ketaatan kita kepada Allah. Jika ini terjadi, maka manusia dan sesamanya akan saling bermusuhan dan memperebutkan harta. Apa bukti kita mengasihi Allah? Yoh 14: 15 bahwa kasih itu dibuktikan oleh ketaatan kita kepada Yesus. Kita harus menaati perintah Allah supaya kita benar- benar menjadi murid Yesus, serta tidak tergoda oleh godaan dunia. Roma 13: 10 kasih itu adalah kegenapan hukum taurat, artinya kita harus benar- benar mengasihi Allah.

  • Kita di wajibkan mengasihi Allah dan manusia, bagaimana mengasihi orang yang mencelakaikan dan membenci aku?

Seperti ia licik, cemburu, jahat dan  cenderung melawan dan membalas kejahatannya. Seperti binatang yang digerakkan oleh instingnya. Buaya menerkam musuhnya karena memiliki insting dan ia tidak peduli. Manusia tidak seperti binatang yang hanya memiliki insting tetapi manusia adalah segambar dan serupa dengan Allah. Jika musuh kita adalah manusia yang nota benenya adalah gambar dan rupa Allah, tidak mungkin kita membenci sesama kita. perintah Tuhan : kasihilah orang yang membencimu dan doakanlah mereka. perintah ini diberikan Allah kepada manusia, karena Allah tau manusia sanggup melakukannya. Yesus memberi contoh dengan berkata,” Tuhan ampunilah mereka sebab mereka tidak tau apa yang mereka perbuat. Para murid Yesus melakukan kasih sampai mereka mati. Hal ini membuktikan bahwa kita bukan pecinta hal- hal duniawi. kita seperti binatang yang menyerang lawannya jika ada yang mengganggunya, seperti orang yang membalas kejahatan dengan kejahatan kepada sesamanya. Bagaimana bisa mengasihi orang yang menganiaya dan membenci saya? Memang tidak mungkin mengasihi orang yang sudah menganiaya kecuali orang itu benar – benar tau apa tujuan Allah dalam kehidupan nya. Jadi selain kita melepaskan hal- hal dunia, kita juga harus bisa mengerti apa tujuan Allah. Tujuan Allah dalam hidup kita adalah Tuhan kita Yesus Kristus menjadi Allah oleh nature dan karena kasih-Nya, Ia jadi manusia melalui perawan maria dan takluk kepada hukum taurat (Gal4: 4). Sekarang, Allah tau bahwa seluruh hukum taurat dan para nabi terletak pada 2 hal yaitu mengasihi Allah dengan segenap hati dan mengasihi sesama seperti diri sendiri. jadi waktu Yesus jadi manusia, Ia buktikan bahwa Ia mengasihi Allah dan mengasihi manusia. tetapi iblis, saat melihat Yesus dibaptis, menerima kesaksian dari surga, Yesus pun dibawa di padang gurun untuk dicobai, Yesus sebagai manusia bertarung melawan iblis. Cobaan itu memang menggoda manusia dan Yesus yaitu makanan, uang dan harta. Yesus tetap mengasihi Allah sehingga iblis tidak sanggup menggoda Dia untuk melanggar perintah Allah. Jadi, semua manusia pasti di cobai oleh iblis termasuk Yesus yang ada dalam nature kemanusiaan-Nya. Yesus memberi contoh bagaimana melawan hal – hal yang mencobai Dia, termasuk bagaimana Yesus menghadapi orang Farisi yang membenci-Nya. Yesus sedang memberikan bagaimana gaya hidup sorgawi melalui kehidupan-Nya sehari- hari. Orang Farisi berencana membunuh Yesus tetapi Ia justru  mengasihi, menunjukkan keselamatan bagi orang yang percaya. Salah satu Farisi yang percaya Yesus adalah Nikodemus. Bagi yang menghujat-Nya Ia tahan menderita, karena menunjukkan suatu tindakan kasih, ini suatu peperangan yang paradoxs. Yesus digantung disalib adalah kemenangan Yesus atas kebencian dan kejahatan dari orang- orang yang membunuh Yesus. Walau diludahi, Yesus tetap tekun didalam kasih sebagai puncak dari perintah Allah. bukti kita mengasihi adalah jika kita mampu mengasihi musuh dan mampu mengasihi orang yang membenci. Kehidupan Yesus menunjukkan bagaiamana kehidupan Adam yang baru (Filipi 2: 5), dengan cara memiliki pikiran seperti pikiran Kristus yaitu mengasihi musuh, taat kepada Allah sampai mati. Dalam 2 Korintus 13: 4 memberi pengertian bahwa Kristus disalibkan melalui kelemahan, tetapi oleh karena kelemahanlah Yesus mengalahkan maut dan menghacurkan maut. Dalam kelemahan, Yesus tidak membalas ketika Ia dicambuk, meskipun sakit pada waktu Ia dihina tetapi didalam hati-Nya sedikitpun tidak ada kebencian di dalamnya. Tetapi dalam kematian-Nya, Ia mengalahkan maut ( 2 Korintus 12:9). Jadi cara kita mengasihi musuh adalah mengikuti teladan Yesus, didalam kelemahan dan bukan didalam kesombongan sehingga kita bisa mengasihi musuh. Efesus 6 : 12 artinya ini adalah angkatan dari kerajaan iblis, tetapi kerajaan ini telah dikalahkan oleh Yesus dan Yesus mengalami kemenanganan. Efesus 6: 13- 17, Maksimus berkata, bahwa lawan kita adalah tidak kelihatan sebab itu alat untuk menyeranngnya juga harus dengan hal- hal yang tidak terlihat. I Kor 9: 26, kita tidak boleh sembarang sebab ada musuh yang tidak kelihatan. 2 Kor 11: 27, ini menunjukkan bahwa pergulatan untuk menang atas dosa penuh dengan. Pergulatan kita adalah melawan roh jahat, yang jika kita tidak melawannya akan membuat keinginan daging semakin kuat, dan kita diseret pada kenikmatan daging. 1 Kor 4: 12 – 13, apa yang dialami Paulus menjelaskan bahwa Yesus mengalami kemenangan atas perintah Allah tetapi resikonya adalah ia difitnah, dianiaya, dianggap sampah. Ini adalah cara kita untuk menang. Jika kita diajak untuk menghujat  maka kita menjadi seperti iblis yang menyerang pengikut Kristus. Jika kita dimaki maka kita harus memberkati, jika difitnah maka kita harus menjawab dengan ramah, sabar menderita dan membuat kita semakin dekat dengan Allah. Ini adalah suatu pergulatan antara roh yang ada dalam diri dan keinginan daging yang juga ada dalam diri kita.

  • Tipuan iblis tidak bisa mengalahkan Yesus, tetapi saya harus meminta doa supaya Allah menolong aku mengerti tujuan Allah datang kepada manusia, bagaimana aku bisa menang dari godaan iblis. Kita harus mengasihi musuh supaya musuh kita bisa memiliki Allah dan mengenal Allah. Sadarilah bahwa saudara mu yang membencimu juga adalah korban dari godaan iblis, kamu harus mengasihinya dan sadarkanlah dia bahwa sebetulnya ia sedang di goda oleh iblis. Tujuan rasul ada adalah taat kepada Allah,  melawan kejahatan, kasihi musuhmu. Jika kita cuek pada pikiran Allah maka kita akan disantap oleh iblis. Kita pengikut Yesus harus selalu waspada, tidak boleh meremehkan godaan iblis, harus melawan si jahat, berani berkata tidak pada dosa.
  • Bagaimana aku bisa terus berjaga- jaga dan tidak lengah kepada iblis? Harus benar- benar menyingkir pada hal- hal duniawi, terus bermeditasi akan Firman Allah, terus membaca Firman Allah untuk menolong kita untuk selalu  mengingat Allah, mengingat Allah mendatangkan takut Allah, takut Akan Allah membuat kita berjaga- jaga, melalui Firman yang kita baca menyadarkan jiwa kita bahwa pola pikir dan jiwa sedang di intai oleh iblis.  Mata rohani kita selalu memandang memperhatikan musuh- musuh kita yaitu iblis. 1 Petrus 5 : 8 mengatakan bahwa kita harus tetap sadar dan berjaga- jaga bahwa ada lawan kita yaitu iblis dengan cara tetap berdoa. Kebajikan harus datang dalam pikiran yaitu pengetahuan dan takut akan Allah. 2 Kor 10: 3- 6 kita masih didunia tetapi kita tidak berjuang secara dunia, tetapi mematahkan siasat orang, menaklukkan keangkuhan, melawan perbuatan yang durhaka, abdikan diri kepada Allah. kita perlu membaca Firman, doa, berjaga- jaga supaya bisa terus melawan cobaan
  • Apa yang kita lakukan untuk terus bisa berjaga- jaga  kepada Allah?

 Tidak bisa kita berjaga- jaga jika kita tidak memiliki: kasih, penguasaan diri dan doa.

Kesimpulan: Untuk jadi pengikut Yesus kita harus tidak boleh terikat kepada hal – hal duniawi seperti uang, kekayaan dan kuasa. Jika kita sudah tidak terikat kepada hal duniawi maka Allah akan memberi kita kuasa supaya untuk tidak bisa dijinakkan oleh iblis dan kuasa bisa menaati perintah Allah. Kita bisa menaati Allah jika kita tau kenapa Allah datang kedalam dunia yaitu untuk keselamatan kita dan memberi contoh gaya hidup menaati Allah. Menaati Allah adalah mengasihi Allah dan mengasihi sesama bahkan musuh, tetapi selalu ada godaan setan. Bagaimana melawan godaan? Harus punya kasih, punya pengendalian diri dan punya doa.

St. Tryphon

Saint Tryphon, Archimandrite of Vyatka, berasal dari orang tua yang saleh, tinggal di Keuskupan Archangelsk. Orang tuanya bermaksud menikahkan Tryphon, tetapi sejak masa mudanya, dia menginginkan kehidupan biara, dan dia diam-diam meninggalkan rumahnya ke kota Ustiug, di mana dia tinggal dengan seorang pastor paroki yang berdiam dalam puasa dan doa yang ketat. Dia kemudian tinggal di kota Orletsa dekat gereja, menahan lapar dan dingin, dan dari sana dia pindah ke biara Pyshkorsk di Sungai Kama. Di sini Saint Tryphon diterima dalam kehidupan monastik dan diikat di bawah Igumen Barlaam. Biksu berusia 22 tahun itu tidak melewatkan satu pun kebaktian gereja, dan dia melakukan ketaatannya di toko roti. Ketika dia jatuh sakit parah, Santo Nikolas menampakkan diri kepadanya dan menyembuhkannya, mendorongnya dalam upaya pertapaan.

Untuk mencari kesendirian, biksu itu pergi ke Sungai Mulyanka dan menetap di tempat di mana Perm kota sekarang. Di sini dia masuk Kristen, Ostyaks dan Voguli yang pagan. Kemudian Saint Tryphon mundur ke Sungai Chusova dan mendirikan biara untuk menghormati Tertidurnya Theotokos Mahakudus.

Pada tahun 1580 ia tiba di kota Khynov di keuskupan Vyatsk, dan ia juga mendirikan sebuah biara di sana untuk menghormati Tertidurnya dan dijadikan Archimandrite. Menjadi seorang pertapa yang ketat, dia mengenakan baju rambut di tubuhnya dan juga rantai yang berat. Jiwa Penatua ingin menerangi yang terhilang dengan cahaya iman di dalam Kristus. Dia mencurahkan seluruh energinya untuk upaya suci ini.

Sebelum kematiannya, Saint Tryphon menulis sebuah kesaksian terakhir kepada para saudara, di mana dia mengatakan, “Ayah dan saudara sekalian, kawanan berkumpul tentang Kristus! Perhatikan saya, orang berdosa. Meskipun saya kasar dan lebih buruk dari apapun, Tuhan dan Bunda-Nya yang Murni telah mengizinkan saya, orang berdosa, untuk mengatur rumah tangga-Nya. Demi Tuhan dan Bunda-Nya, saya mohon agar Anda memiliki cinta rohani di antara Anda sendiri. Tanpa ini tidak ada kebajikan yang lengkap di hadapan Tuhan. Bibir Kristus berbicara kepada para murid, 'Saling mengasihi' (Yohanes 13:34). Dan dalam kata-kata Rasul Paulus, 'Saling menanggung beban' (Gal. 6: 2). Jangan saling mengutuk di hadapan Allah, baik di bait suci atau di dalam sel, baik sendiri atau bersama-sama dengan saudara-saudara. Berdoa dengan takut akan Tuhan. Dan sama sekali tidak mengabaikan nyanyian gereja; Meskipun ada hal lain, segeralah ke gereja kepada Tuhan untuk lagu rohani. Pertama berikan kepada Tuhan apa itu milik Tuhan, dan kemudian penuhi masalah lainnya.

Saint Tryphon tertidur di dalam Tuhan di usia tua pada tahun 1612. Ia dimakamkan di biara Vyatka yang didirikannya.

St. Pelagia

Gereja, setiap tanggal 8 Agustus mengingat tentang Pelagia. Perawan Suci Martir Pelagia (Πελαγία) berasal dari Antiokhia di Suriah dan merupakan keturunan dari keluarga terkemuka pada masa pemerintahan Kaisar Numerian (282-284). Ketika penguasa Antiokhia mengetahui bahwa Pelagia adalah seorang Kristen, dia mengirim tentara untuk memperkosanya. Mereka telah mengepung rumahnya dan akan menangkapnya.

Ketika Orang Suci mengetahui hal ini, dia meminta para prajurit untuk melepaskannya dan mengganti pakaiannya. Mengangkat tangan dan matanya ke surga, dia berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan agar tidak membiarkan tentara memperkosanya, tetapi agar dia meninggalkan kehidupan ini sebagai perawan murni. Kemudian dia membuka jendela dan melompat keluar, menderita luka fatal. Karena itu, dia menyerahkan jiwanya yang murni kepada Tuhan, untuk menjaga dirinya agar tidak dicemari oleh tentara kasar. Dia baru berusia lima belas tahun.

Saint John Chrysostom telah menulis encomium terkenal untuk Saint ini, di mana dia menyarankan bahwa ketika Saint Pelagia melemparkan dirinya ke luar jendela, dia mungkin berharap untuk melarikan diri dengan cara itu, meskipun dia mempertaruhkan nyawanya karena bahaya yang dia hadapi. masuk, dan bukan karena dia ingin bunuh diri.

Ada sebuah gereja di Antiokhia, dan satu lagi di Konstantinopel, yang didedikasikan untuk Saint Pelagia.

Kolose 2: 16- 17

  • Sarkic
  • Teks

Μὴ οὖν τις ὑμᾶς κρινέτω ἐν βρώσει καὶ ἐν πόσει ἢ ἐν μέρει ἑορτῆς ἢ νεομηνίας ἢ σαββάτων· (Col 2:16 GNT)

Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; (Col 2:16 ITB)

ἅ ἐστιν σκιὰ τῶν μελλόντων, τὸ δὲ σῶμα τοῦ Χριστοῦ. (Col 2:17 GNT)

semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus. (Col 2:17 ITB)

  • Syntactic Form
  • Trans Literal

Janganlah  biarkan siapapun menghakimi Engkau, mengenai makanan, dan minuman, hari raya, bulan baru atau hari sabat. Itu semua adalah bayangan Dia dari yang harus datang sedangkan wujudnya adalah Yesus Kristus.

  • Syntactic Content
  • Janganlah ada ada  seorangpun yang menghakimi engkau tentang
  • Makanan
  • Minuman
  • Hal hal, hari raya, bulan yang baru, hari sabat
  • Yang semuanya adalah bayangan   
  • tetapi wujudnya adalah Kristus.
  • Konteks Historis
  • Semantic Content

Paulus memakai kata “jangan  menghakimi” atas makanan, minuman, hari raya, bulan baru dan hari sabat, karena hanya bayangan dari yang akan datang, sedangkan wujudnya adalah Kristus. Makanan maksudnya adalah memakan  makanan yang boleh dimakan dan tidak boleh dimakan ( Imamat 11:2 ).  Tentang bulan baru adalah saatnya mempersembahkan korban kepada Tuhan (Ulangan 28:11), berarti mempersembahkan korban kepada Tuhan pada waktu adalah seperti bayang- bayangan. Kemudian, makanan yang haram dan tidak haram juga hanya bayang- bayangan dari Yesus Kristus. Tentang hukum taurat yang ada di zaman perjanjian lama tidak boleh dipakai untuk menghakimi kita yang hidup di jaman perjanjian baru. Penghakiman artinya ketika ada seorang yang bersalah, maka diserahkan kepada hakim. Kemudian, hakim itu memakai hukum yang berlaku untuk menghikimi orang bersalah. Rasul Paulus mengatakan bahwa hukum taurat seperti makanan, minuman, bulan baru  tidak lagi bisa lagi menjadi alat untuk menghakimi. Karena hukum tersebut hanyalah bayang- bayangan dari apa yang akan datang yaitu Kristus. Jadi, Hukum Taurat akhirnya mempunyai wujud yaitu Kristus. Pada umumnya yang duluan adalah wujud kemudian baru ada bayangan. Kristus sudah ada sejak kekekalan, sebab ia adalah Firman Allah. Setelah Yesus menjadi manusia semakin menjelaskan kepada kita bahwa kita harus mengikuti hukum Kristus karena Ia adalah wujud asli, karena Dia adalah pribadi yang akan menghakimi seluruh umat manusia. Allah selalu mempunyai proses sebelum Yesus datang ke dalam dunia, ini adalah kuasa Allah. Dalam Galatia 4: 4 menjelaskan Kristus yang lahir adalah manusia yang hidup dan taat dibawah hukum taurat, sama seperti manusia lainnya yang takluk dibawah hukum Allah.

obedience: Firman Allah yaitu Kristus adalah patokan hidup kita, bukan lagi aturan hukum taurat, sebab aturan hukum taurat hanyalah bayangan sedangkan wujudnya adalah Kristus. marilah kita hidup dengan meneladani hidup Kristus.

aplikasi: mari merenungkan apakah selama ini hidup kita patokannya adalah Kristus atau bukan. Memiliki gaya hidup seperti Kristus seperti mengasihi dan menaati perintah Allah, mengasihi sesama manusia sekalipun itu musuh, Yesus bekerja dan melayani dengan penuh tanggung jawab, kita pun juga harus sama, kita bekerja dan melakukan apapun tugas dengan penuh tanggung jawab.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai