Komponen Manusia

Nama: Desti Ratna Sari Halawa

Mata Kuliah: Dogmatika 4

Tugas : 4

Semester: VII

Tanggal: 6 Agustus 2019

Komponen Manusia

Manusia komponen kehidupannya terdiri dari tubuh dan roh, seperti dijelaskan dalam Kejadian  2:7  ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Komponen manusia debu tanah: tubuh manusia. Hidung terbuat dari debu tanah, dan Tuhan menghembuskan rohNya dalam hidung manusia. Yang menentukan manusia hidup adalah nafas ilahi Allah, jiwa manusia juga berasal dari roh Allah sehingga jiwa manusia tidak  akan binasa.  1 Korintus  15 :44  Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah. Jika ada tubuh alamiah, maka ada pula tubuh rohaniah. Jadi ayat ini menjelaskan bahwaada tubuh fisik yang berasal dari unsur alam atau manusia lahiriah dan ada tubuh roh yaitu jiwa yang punya susunannya sendiri, yaitu  nous, logos dan pneuma.

            Bagaimana dengan Firman Tuhan  1 Tesalonika 5:23 Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita. Jadi, jiwa itu adalah roh. Kata jiwa menunjukkan kondisi dari jiwa tersebut. Tubuh manusia diciptakan sebagai tempat untuk jiwa. Jiwa berasal dari nafas-Nya Allah. Ayat –ayat berikut membuktikannya:  Zakharia 12:1b yang meletakkan dasar bumi dan yang menciptakan roh dalam diri manusia: Pengkhotbah 12:7 dan debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya.

Roh dan jiwa adalah satu kesatuan, roh bukan tambahan dari jiwa. Perbedaan  antara jiwa manusia  dengan  jiwa makhluk lainnya (binatang dan tumbuhan) walaupun mereka sama- sama hidup, binatang dan tumbuhan penggeraknya adalah jiwanya sedangkan manusia hidup karna punya roh dan jiwa yang merupakan satu kesatuan. Tumbuhan juga punya jiwa yang membuat dia bisa bergerak dan hidup, tetapi jiwanya akan mati ketika tumbuhan tersebut mati. Dalam jiwa ada 3 komponen yang merupakan gambar Allah yaitu : Nous: Bapa: inti roh, logos: Kristus ( reason , emotion, desire ), pneuma : roh Allah: nafas hidup. Efesus 4:23 mengatakan supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, sedangkan  terjemahan aslinya supaya kamu dibaharui didalam roh dan nousmu.

Antrohopology adalah ilmu yang mempelajari tubuh manusia. Jiwa manusia elemen nya diambil dari nafas ilahi. Sedangkan jiwa binatang elemennya hanya menggerakkan tubuhnya, kalau tubuh binatang mati maka jiwanya juga ikut mati.  Jiwa binatang adalah hanya energi dari Roh Kudus, sedangkan Jiwa manusia adalah gambar Allah: jiwa yang esensi . Dalam jiwa kita, ada yang disebut ketaatan, karna Kristus sudah menaati Bapa-Nya. Kristus dalam ketaatannya Ia menggunakan kehendak bebasnya. Demikian kita juga dalam perjalanan Iman,  kita harus mengasihi Allah. Dengan kehendak bebas  maka kita mengasihi Allah, bukan karna paksaan. Yang digoda Iblis dari kita adalah ketaatan dan kehendak  bebas kita (Kejadian 2:15, ayat 17 menjelaskan siapa yang makan buah larangan pasti akan mati). Sebab dari dalam atau dari hati setiap orang timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan ( markus 7:21). Dalam hati manusia  ada hukum Allah dan ada juga hukum dosa. Roma 7:15- 17 Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat. Jadi jika aku perbuat apa yang tidak aku kehendaki, aku menyetujui, bahwa hukum Taurat itu baik.  Kalau demikian bukan aku lagi yang memperbuatnya, tetapi dosa yang ada di dalam aku. Yohanes  16: 15- 17 Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat. Jadi jika aku perbuat apa yang tidak aku kehendaki, aku menyetujui, bahwa hukum Taurat itu baik.  Kalau demikian bukan aku lagi yang memperbuatnya, tetapi dosa yang ada di dalam aku.

Untuk itu, kita harus selalu mengoreksi hati kita setiap saat agar tidak tercemar oleh pikiran jahat dengan selalu berdoa kepada Kristus.

Diterbitkan oleh Desti Ratna Sari Halawa

hidup adalah belajar

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai