Panagia

Nama: Desti Ratna Sari Halawa

Mata Kuliah: Eksegesis PL dan PB

 Tugas : 6

Semester :VII

Tanggal:   29 September 2019

Panagia

         Panagia adalah Hawa ke -2 yaitu Maria ibu Yesus. Bunda Maria Sang maha kudus. Hawa baru yaitu Maria adalah membimbing Adam yang baru yaitu Yesus sampai Tuhan Yesus mati. Maria telah menjadi teladan bagi kita untuk menjadi manusia ilahi. Yesus disebut Adam yang baru karna membawa kita menyatu dengan Allah. Pekerjaan Adam yang baru tidak lepas dari pekerjaan Hawa yang baru. Maria tidak hanya melahirkan Yesus tetapi ia juga mengambil peran yang sangat mendasar bagi keselamatan kita, sebagai orang kudus sampai beliau meninggal dunia. 8 September adalah hari kelahirannya. Apa yang menjadi pelajaran yang bisa kita  renungkan?  Kita semestinya menjadi orang yang taat sama seperti Maria rela dipakai Tuhan untuk melahirkan orang- orang percaya sekalipun ada banyak penderitaan. Dalam Lukas 2:34-35 menjelaskan bahwa Maria harus menanggung resiko dari kelahiran Kristus, bahkan jiwanya rela ditembus oleh pedang. Pedang yang menembus jiwa Maria adalah melihat detik- detik anaknya disalibkan di kayu salib.

        Inkarnasi (Allah menjadi manusia) dan Theosis (Manusia menjadi seperti Allah) adalah satu misteri besar dari iman dan teologi kita. Kejadian 28 adalah penggenapan Maria menjadi tangga keselamatan, supaya Kristus bisa turun ke dunia untuk menggandeng kita membawa kita kepada Allah. Jika Kristus Firman menjadi daging, maka kita harus menjadikan Firman yang kita dengar bisa menyatu dalam daging kita.

        Belajar dalam  Lukas 1:39-45,  Maria mengunjungi Elisabet. Pada ayat 26, Malaikat Gabriel memberitahu kepada Maria, ia akan melahirkan Juruselamat. Saudara perempuan Anna ibu Maria, punya anak perempuan bernama Elisabet. Maria datang ke Kota Yehuda untuk bertemu Elisabet. Saat itu Yesus sudah ada dalam perut Maria. Yesus menguduskan Yohanes di dalam perut Elisabet. Sehingga Yohanes didalam perut bergirangan, dan  Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus. Maria adalah wanita yang paling cocok untuk menjadi Ibu Yesus. Maria cepat- cepat pergi ke daerah tinggi, pegunungan. Maria sangat antusias, dia telah dipenuhi oleh Roh Kudus. Elisabet menerima Roh Kudus karna anaknya Yohanes, Yohanes juga dapat Roh Kudus dari Kristus. Kedua perempuan ini baik Maria maupun Elisabet sama- sama menerima Roh Kudus karna janin yang ada dalam rahim Maria. Lukas 1:42, perkataan Elisabet. Pada bagian ini kita menolak ajaran yang mengatakan, Maria hamil tetapi karna dia bersetubuh dengan Yusuf. Maria adalah perempuan spesial dari seluruh perempuan. Apa pelajaran buat kita? kita harus menyadari bahwa Yesus melakukan semua hal diatas hanya untuk menyelamatkan kita. Bersyukur untuk semua kasih Tuhan Yesus dan Bunda Maria. Banyak keajaiban Yesus sejak dalam kandungan, kelahiran, kuasa, belas kasihan- Nya. Jangan kita takut untuk ikut Yesus karna Ia menarik kita kepada keselamatan, membawa kita dalam Gereja. Terberkatilah kita yang percaya. Pelajaran dari pertemuan antara Maria dan Elisabet (kalender peringatan 30 Maret). Harapan:  Biarlah melalui saya ada jiwa – jiwa yang kembali kepada Allah.

         Maria adalah tipologi tabut perjanjian yang lama, dimana tabut itu ada kemuliaan Allah (2 Sam 6:11; Lukas 1:56). Ajaran / Didaskalia mengajarkan  Bahwa dimana Maria hadir disitu juga roh kudus hadir, disitu juga ada kemuliaan Tuhan.  Bapa Origen berkata,” Maria adalah tipologi tabut perjanjian lama karna dalam rahimnya ada Yesus. Yesus adalah taurat, tempat taurat adalah tabut. Maria mau menjadi tabut untuk Yesus. Saat tabut dibawakan, Daud menari- nari. Ketika “Tabut Baru “ itu dibawa kepada Yohanes, Yohanes melonjak (dalam perut ibunya) dengan penuh sukacita. Daud memakai baju efod menunjukkan bahwa Yohanes dari keturunan imam Harun, karna Zakharia adalah keturunan dari Harun. Jadi, dalam ayat ini menjelaskan bahwa Daud adalah bayang- bayang dari Yohanes 

               Pertanyaan untuk pribadi kita: Siapakah aku sampai Roh Kudus datang kepada saya? Karna hidup saya ini hanyalah belas kasihan Allah. Ketaatan: Jadilah seperti Elisabet yang bisa peka akan kehadiran Roh Kudus. Galatia 4:19  Hai anak-anakku, karena kamu aku menderita sakit bersalin lagi, sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam kamu. Semua orang bisa mengandung (mengandung benih ilahi ). Kita perlu membacaRoma 7:14, ayat ini mengatakan kita harus seperti Maria dan Elisabet mengandung Kristus, supaya kita menjadi manusia ilahi. Benih manusia baru kita dimulai dari dibaptis, dan Kristus harus semakin bertumbuh dalam hidup kita.

Lukas 2:22-24 Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan,  seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: “Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah,”  dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati. Chris: dibaca setiap 2 Februari lihat orthodox Amerika, ada bacaan lain. Yesus sebagai penggenapan korban

Setiap 21 november, ibu Maria dipersembahkan kepada bait Allah yang suci. Maria menjadi tabut, isi tabut itu yang tadinya batu, ada kata- kata, ada tulisan Allah menjadi daging (Tuhan Yesus), daging ini diambil dari daging bunda Maria. Maria dipersembahkan ke bait Allah pada umur 3 tahun. Bait suci Israel telah hancur, tabut perjanjian sudah kosong. Ibrani 9:7 ; Yoh 9:31. Maria dari sejak kecil, umur 3 tahun sampai umur 12 tahun Maria di bait Allah untuk dididik. Yesus dibawa ke gereja . setelah 40 hari ,

pengajaran: Pengudusan untuk Maria yang 40 hari setelah melahirkan mengajarkan bahwa orang tua harus menjaga kekudusannya untuk mendidik anaknya ke depan. Budaya orang Yahudi saat itu bahwa setiap anak laki- laki yang sulung harus dibawa kepada Tuhan dan dipersembahkan , Yesus yang adalah sulung nantinya akan mati untuk keselamatan orang berdosa. Pelajaran untuk kita pribadi, kita harus hidup kudus sampai kita meninggal sebab Yesus dan Maria yang rendah hati mau menguduskan diri demi keselamatan dunia, mereka menyerahkan diri sepenuhnya untuk Tuhan. Maria hanya membawa 2 ekor burung, ini adalah kesederhanaan Maria.

Diterbitkan oleh Desti Ratna Sari Halawa

hidup adalah belajar

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai