Kolose 2: 16- 17
- Sarkic
- Teks
Μὴ οὖν τις ὑμᾶς κρινέτω ἐν βρώσει καὶ ἐν πόσει ἢ ἐν μέρει ἑορτῆς ἢ νεομηνίας ἢ σαββάτων· (Col 2:16 GNT)
Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; (Col 2:16 ITB)
ἅ ἐστιν σκιὰ τῶν μελλόντων, τὸ δὲ σῶμα τοῦ Χριστοῦ. (Col 2:17 GNT)
semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus. (Col 2:17 ITB)
- Syntactic Form
- Trans Literal
Janganlah biarkan siapapun menghakimi Engkau, mengenai makanan, dan minuman, hari raya, bulan baru atau hari sabat. Itu semua adalah bayangan Dia dari yang harus datang sedangkan wujudnya adalah Yesus Kristus.
- Syntactic Content
- Janganlah ada ada seorangpun yang menghakimi engkau tentang
- Makanan
- Minuman
- Hal hal, hari raya, bulan yang baru, hari sabat
- Yang semuanya adalah bayangan
- tetapi wujudnya adalah Kristus.
- Konteks Historis
- Semantic Content
Paulus memakai kata “jangan menghakimi” atas makanan, minuman, hari raya, bulan baru dan hari sabat, karena hanya bayangan dari yang akan datang, sedangkan wujudnya adalah Kristus. Makanan maksudnya adalah memakan makanan yang boleh dimakan dan tidak boleh dimakan ( Imamat 11:2 ). Tentang bulan baru adalah saatnya mempersembahkan korban kepada Tuhan (Ulangan 28:11), berarti mempersembahkan korban kepada Tuhan pada waktu adalah seperti bayang- bayangan. Kemudian, makanan yang haram dan tidak haram juga hanya bayang- bayangan dari Yesus Kristus. Tentang hukum taurat yang ada di zaman perjanjian lama tidak boleh dipakai untuk menghakimi kita yang hidup di jaman perjanjian baru. Penghakiman artinya ketika ada seorang yang bersalah, maka diserahkan kepada hakim. Kemudian, hakim itu memakai hukum yang berlaku untuk menghikimi orang bersalah. Rasul Paulus mengatakan bahwa hukum taurat seperti makanan, minuman, bulan baru tidak lagi bisa lagi menjadi alat untuk menghakimi. Karena hukum tersebut hanyalah bayang- bayangan dari apa yang akan datang yaitu Kristus. Jadi, Hukum Taurat akhirnya mempunyai wujud yaitu Kristus. Pada umumnya yang duluan adalah wujud kemudian baru ada bayangan. Kristus sudah ada sejak kekekalan, sebab ia adalah Firman Allah. Setelah Yesus menjadi manusia semakin menjelaskan kepada kita bahwa kita harus mengikuti hukum Kristus karena Ia adalah wujud asli, karena Dia adalah pribadi yang akan menghakimi seluruh umat manusia. Allah selalu mempunyai proses sebelum Yesus datang ke dalam dunia, ini adalah kuasa Allah. Dalam Galatia 4: 4 menjelaskan Kristus yang lahir adalah manusia yang hidup dan taat dibawah hukum taurat, sama seperti manusia lainnya yang takluk dibawah hukum Allah.
obedience: Firman Allah yaitu Kristus adalah patokan hidup kita, bukan lagi aturan hukum taurat, sebab aturan hukum taurat hanyalah bayangan sedangkan wujudnya adalah Kristus. marilah kita hidup dengan meneladani hidup Kristus.
aplikasi: mari merenungkan apakah selama ini hidup kita patokannya adalah Kristus atau bukan. Memiliki gaya hidup seperti Kristus seperti mengasihi dan menaati perintah Allah, mengasihi sesama manusia sekalipun itu musuh, Yesus bekerja dan melayani dengan penuh tanggung jawab, kita pun juga harus sama, kita bekerja dan melakukan apapun tugas dengan penuh tanggung jawab.