Dasar Alkitab nya adalah 2 Korintus 5: 19 “ Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus. Bapa Gereja Isaac berkata “haus akan Yesus maka hidupmu akan dipuaskan dengan cinta-Nya. Pada saat kita selalu merindukan Yesus setiap waktu maka dalam situasi apapun Dia selalu ada menyertai kita, seperti 3 orang pemuda sahabat Daniel yang disertai Tuhan ketika mereka sedang dibakar diperapian yang menyala- nyala (Daniel 3:24-25). Kita orang berdosa perlu Tuhan Yesus sebab kita tidak bisa menebus dosa kita sendiri. Allah sangat mengasihi dunia, ia tidak dapat diam terhadap penderitaan manusia akibat dosa tetapi Ia terlibat didalam-Nya. Allah sudah melakukan kasih-Nya kepada manusia tetapi manusia masih banyak yang belum datang atau mungkin tidak mau datang kepada-Nya. Allah datang kepada manusia dengan langsung menjadi manusia. Firman itu adalah Anak Allah yang kekal, merupakan pribadi kedua dari Tritunggal, telah menjadi manusia sejati, merupakan salah seorang dari kita, Ia telah menyembuhkan kita, Ia telah memulihkan kedewasaan rohani kita. kurang apa lagi kasih Allah itu?
Pengakuan Iman berkata “… Aku percaya kepada satu Tuhan Yesus Kristus. artinya Yesus adalah satu inti dengan Allah yang benar yaitu Bapa. Kemudian, …yang bagi kita manusia dan yang untuk keselamatan kita telah turun dari Sorga dan berinkarnasi oleh Roh Kudus dari Perawan Maria – artinya: Yesus adalah teman kita dalam daging, Yesus adalah Allah kita tetapi juga saudara kita karna Ia mengambil daging Maria. Dalam doa Puja Yesus, kita selalu berkata “ Tuhan Yesus Kristus, Anak Allah kasihanilah aku orang berdosa ini” sesungguhnya pada saat yang sama ada 2 hal yang sedang kita sampaikan kepada Allah yaitu:
- mengakui kemuliaan Allah (mengakui Yesus adalah Tuhan atas seluruh ciptaan dan Anak yang kekal)
- kita mengakui keberadaan kita sebagai orang berdosa karna kejatuhan pada kesalahan pribadi kita.
Arti kata – aku– yaitu bahwa saya adalah satu- satunya orang berdosa. Disini, kita sedang menunjukkan penyesalan kita akan semua dosa- dosa kita. Pertanyaan nya adalah apa atau siapakah yang bisa menyatukan kemuliaan Allah dengan manusia yang berdosa? Jawabannya adalah 3 kata. Pertama: “Yesus”. Yesus artinya adalah nama pribadi yang menyelamatkan umat-Nya dari dosa- dosa mereka (Matius 1:21). Kedua: “ Kristus” Kristus artinya adalah hamasiah atau yang diurapi Roh Kudus yang menunjukkan pribadi pembebas dari tangan musuh yang selalu dinantikan bangsa Israel, merupakan Raja masa depan. Ketiga: “belas kasihan” menunjukkan cinta Kristus dalam tindakan-Nya. Karna cinta yang bertindak kita bisa diampuni Yesus dari dosa, kita dibebaskan dari iblis, dibebaskan dari rasa bersalah sebab kita tidak bisa membebaskan sendiri 1 dosa kita pun tanpa Yesus. Obat penyakit dosa adalah belas kasihan Kristus. Kita akan melist pelajaran yang bisa kita petik dari doa puja Yesus, “ Tuhan Yesus Kristus Anak Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini”
- Belas kasihan- hadiah gratis Kristus
- Merupakan doa yang menunjukkan masalah manusia yaitu dosa dan solusi dari Allah yaitu datang kepada Yesus
- Doa yang membuat kita mengenal pribadi Yesus
- “Tuhan” dan “anak Allah – tentang Ketuhanan, Allah yang tidak bisa dilihat, kekal
- “Yesus”- tentang kemanusiaan Yesus yang lahir di Betlehem
- Doa yang menegaskan Yesus benar- benar ilahi dan benar – benar manusia
- Merupakan “Theanthropos”- Allah- manusia yang menyelamatkan kita dari dosa
- Manusia tidak dapat datang kepada Allah, itulah sebabnya Allah datang kepada manusia dengan cara menjadikan diri-Nya manusia sebagai jembatan dari jurang pemisah Allah dan manusia.
- Melalui kelahiran Kristus : surga dan bumi dipersatukan, Tuhan turun kebumi dan manusia naik ke surga, manusia bisa bersekutu dengan diri Allah sendiri (nyanyian jemaat orthodox)
- Inkarnasi adalah hal yang paling diberkati dan menyenangkan yang mungkin terjadi pada umat manusia (St Isaac).
Jika tidak ada dosa apakah Allah tetap berinkarnasi? St Isaac berkata bahwa dasar Allah berinkarnasi bukan hanya sebatas penebusan manusia tetapi yang lebih dari itu adalah karna cinta yang merupakan sifat Allah itu sendiri itulah sebabnya Ia tetap berinkarnasi, menyatakan diri-Nya kepada manusia. Cinta Allah itu tidak terbatas, terbuka dan merupakan kehendak bebas Allah. Kelahiran Yesus mengangkat manusia kepada derajat yang lebih tinggi dari yang pertama. Jika Yesus tidak lahir dalam hati kita maka kepribadian sejati kita masih tersembunyi dari daging dan keinginan duniawi kita. St Basil berkata “ hari ulang tahun seluruh umat manusia adalah kelahiran Kristus. Kristus adalah manusia sempurna dan pertama sempurna. Kemurnian Yesus adalah sama seperti Adam sebelum jatuh dalam dosa” . Lebih dari menghilangkan efek dosa, Inkarnasi juga merupakan tahap penting dalam perjalanan manusia dari gambar ilahi ke rupa yang sama. Gambar dan rupa Allah adalah Kristus. Inkarnasi Kristus menunjukkan manusia yang tidak bisa hancur total walaupun ia sudah berdosa, ia masih diberi kesempatan untuk bisa bersatu dan kembali kepada Allah . Wow, berita sukacita ini sungguh luarbiasa…
Sungguh, kita bisa belajar dari nyanyian jemaat Orthodox seperti berikut ini:
- Yesus yang baru lahir adalah Tuhan sebelum zaman
- Yesus Kristus adalah Allah sepenuhnya dan seutuhNya
- Yesus Kristus adalah manusia seutuhnya dan sepenuhnya
- Yesus Kristus bukan dua pribadi tetapi satu
Konsili keempat (Chalsedon , 451) mengatakan meskipun Kristus yang berinkarnasi ada “dalam dua kodrat”, ia adalah satu pribadi, lajang dan tidak berbagi, dan bukan dua orang yang hidup berdampingan dalam tubuh yang sama. Konsili kelima (konstantinopel 553) mengatakan salah satu dari trinitas adalah menderita dalam daging. Tuhan dalam transendennya Ia tidak bisa tunduk dalam kelahiran ataupun kematian. Konsili keenam (konstantinopel, 680-1) mengatakan kodrat Kristus bahwa Yesus juga memiliki kehendak manusia seperti kita, hanya saja kehendak bebasNya taat kepada kehendak ilahi. Kita juga harus seperti Yesus yang kehendak kita dibawah kehendak Allah. Konsili ketujuh (Nicea, 787) Yesus sah menjadi manusia sejati sehingga Ia bisa digambar menjadi Icon suci. Icon suci tidak hanya menunjukkan kemanusiaan Kristus tetapi keilahian-Nya sebab Yesus itu satu pribadi yang berasal dari Firman yang kekal. Dalam kasus Tritunggal, maka dijelaskan kepada kita bahwa Allah satu esensi, satu energi atau memiliki satu kehendak dalam 3 pribadi. Sedangkan dalam Kasus Kristus, dijelaskan bahwa kristus memiliki 2 kodrat yaitu kodrat ilahi dan kodrat manusia. Dalam Tritunggal kita tahu hanya ada satu kehendak sedangkan dalam Kristus ada 2 kehendak dan energi karna kodratnya ada 2. Tetapi, hal itu menjelaskan kepada kita bahwa segala sesuatu yang dikatakan dalam injil, segala yang dilakukan Yesus bahkan penderitaan yang Ia alami semuanya harus dianggap berasal dari satu pribadi yang sama yaitu Allah. Jadi, ada 2 prinsip dasar keselamatan yaitu:
- Hanya Tuhan yang bisa menyelamatkan kita yaitu Kristus yang bukan hanya sekedar nabi atau guru kebenaran tetapi Dia penuh dengan kodrat Allah sebab Ia adalah Firman Allah.
- Keselamatan itu harus dikerjakan oleh manusia dalam ketaatan kita kepada-Nya setiap hari.
Allah Tritunggal secara moral mengajarkan kita bahwa manusia tidak bisa hidup sendiri, hidupnya harus bisa berbagi antara satu sama lain sebagai tindakan kasih. Paulus menulis dalam 2 Kor 8:9 bahwa Allah yang kaya rela menjadi miskin, sehingga melalui kemiskinan kita bisa menjadi kaya akan anugrah-Nya, akan kemuliaan kekal-Nya. Penderitaan dan kematian Kristus menunjukkan kondisi manusia yang telah jatuh dalam dosa. Tetapi Yesus telah menang dan Ia memperoleh kemuliaan. Yesus ikut dalam penderitaan dan kematian kita dan kita ikut dalam hidup dan kemuliaan kekal-Nya (Filipi 2:5-9). Kristus yang turun kedunia memampukan manusia mendaki Sorga, memampukan manusia merasakan kemuliaan Allah, memungkinkan manusia bisa menyatu dengan Allah dan itu adalah pemberian dari Allah ( Yoh 17:22-23).
Kristus adalah titik temu. Karna Dia manusia maka Dia menyatu dengan kita dan karna Dia adalah Tuhan maka Dia menyatu dengan Bapa. Jadi, melalui Yesus kita bisa menyatu dengan Allah. Melalui Kristus kita bisa mencapai keserupaan ilahi (2 Petrus 1:4), manusia diadopsi menjadi anak- anak Allah sebab Kristus adalah anak Allah. Dalam inkarnasi Kristus ada 2 hal yang kita pelajari:
- Menyiratkan bahwa Kristus tidak hanya mengambil tubuh manusia seperti tubuh kita tetapi juga roh manusia, pikiran dan jiwa seperti tubuh kita. Kita harus ingat bahwa dosa berasal dari roh jahat bukan dari fisik manusia. Jadi, kemanusiaan manusia bukan menuntut fisik tubuh manusia tetapi menuntut moral jiwa manusia yang ternoda oleh dosa.
- Inkarnasi mengembalikan kodrat manusia yang sudah jatuh dalam dosa dan dibawa kembali kepada Allah. Secara fisik, Yesus menerima efek dari dosa yang dilakukan Adam seperti keletihan, sakit tubuh dan kematian yaitu terpisahnya jiwa dengan tubuh. Efek jiwa Adam yang berdosa juga berdampak pada Yesus seperti moral, kesepian, keterasingan dan konflik batin. Semua ini Yesus jalani supaya Ia tersentuh dengan perasaan kelemahan kita tetapi Yesus tidak mudah tergoda dalam hal apapun seperti kita manusia pada umumnya sehingga ia tidak berdosa ( 2 Korintus 5:21). Disini kita melihat bahwa Yesus yang tidak bersalah tetapi entah bagaimana bisa kesalahan kita diperhitungkan kepada-Nya? Inilah pengorbanan Yesus. Bukan hanya itu, Kristus menyelamatkan kita dengan menjadi salah satu dari kita dimana kita adalah orang yang menderita karna dosa dan hidup didunia yang penuh dosa. Kristus lahir melalui perawan Maria (Mat 1:18,23,25) menyatakan bahwa keperawanan Maria menunjukkan “tanda” keunikan dari anak yang berbeda dengan anak pada umumnya, Kristus tidak memiliki ayah duniawi sebagai tanda bahwa Ia berasal dari surgawi yang kekal, bahwa kelahiran Kristus adalah atas inisiatif ilahi yang bukan hasil dari tindakan seks antara pria dan wanita tetapi merupakan pekerjaan langsung Allah yang secara khusus. Lahir dari perawan bunda Maria menunjukkan bahwa anak yang lahir itu bukan manusia biasa tetapi pribadi kedua dari Tritunggal kudus. Tetapi fakta lain menyatakan Yesus lahir sebagai anak laki- laki menunjukkan Yesus ada dalam sejarah. Kedua fakta diatas menunjukkan kepada kita bahwa Allah kita adalah Allah yang jauh tetapi pada saat yang sama merupakan Allah yang dekat atau Allah yang imanen dan juga Allah yang transenden, Allah yang sepenuhnya manusia dan juga Allah yang sempurna.
Pribadi kedua dari Tritunggal kudus sudah ada sebelum manusia ada dan Dia hidup dengan cara Ilahi dan Ia adalah logos Allah. karna Yesus adalah logos Allah maka perawan bunda Maria diberi gelar “Theotokos” atau bunda Allah. Bunda Maria adalah ibu dari anak manusia yang merupakan Putra Allah satu- satunya. Putra Maria adalah orang yang sama dengan putra Allah yang ilahi. Bunda Maria dalam liturgy orthodox menyebutnya sebagai tanpa noda / achrantos, yang suci / panagia, yang tanpa noda / panamomos. Kaum Orthodox percaya ia mati tahun 103. Pada saat itu, tubuh dan jiwanya dibawa ke Surga. Bunda Maria adalah kegembiraan semua ciptaan (Liturgi St Basil), bunga umat manusia dan gerbang surga (dogmatika dalam nada satu), harta berharga seluruh dunia (St Cyril of Alexandria), indah dalam segala hal (St. Ephrem).
Inkarnasi dan taat sampai mati adalah tindakan keselamatan. Yesus itu :
- mengangkat kemanusiaan kita yang hancur, mengangkat citra manusia yang jatuh.
- kematian –Nya sebagai korban. Kehadiran dosa dan kejahatan yang tragis harus dibayar dengan kematian
- Allah yang menderita dan yang disalibkan.
- rekan kita yang tidak hanya hidup sebagai manusia tetapi mati sebagai manusia. Disini kita melihat bahwa Yesus menanggung segala kesedihan dan sakit kita (Yes 53:4). Ada 2 arti dari kematian yaitu:
- Kematian fisik yaitu pemisahan tubuh dan jiwanya
- Kematian rohani yaitu terpisahnya jiwa manusia dengan roh Allah.
- Merupakan jendela kita ke alam ilahi,
- Menunjukkan kepada kita apa itu Allah (Yoh 1:18)
- Menunjukkan kepada kita karakter sejati dari kepribadian manusia itu sendiri
- Tuan maha tuan yang sempurna
- Berkorban dengan rela menderita dan disalibkan
- Salib-Nya adalah tindakan berbagi kasih sampai batas maksimal.
- Mengalami Penderitaan jasmani yaitu : dicambuk, memikul salib, ditusuk paku, kehausan dan kepanasan, tergantung- gantung di kayu salib
- Mengalami Penderitaan jiwa: keterasingan, kesepian total, meminta untuk dicintai tetapi di tolak (penderitaan getsemani Mat 26:39), takut dan cemas, keringat jatuh ketanah seperti tetesan darah yang besar (Luk 22:44), putus asa, merasakan sakit mental umat manusia (Mat 27:46).
- Ketika sampai pada titik kehancuran Kristus adalah pada saat Allah meninggalkan Dia (Matius 27:46)
- Adalah seorang Allah yang hidup tetapi ia kehilangan kesadaran akan kehadiran ilahi.
- mengalami kematian rohani yaitu terpisah dari Allah
- Menumpahkan darah-Nya untuk kita dan menerima kehilangan Allah demi kita.
- Turun ke neraka dimana Tuhan tidak ada (1 Petrus 3:19) untuk menginjil roh- roh yang telah pergi
- Turun sampai ke dalam sampai kepada ketidakhadiran Allah (Neraka)
- Tanpa pamrih mencirikan diri-Nya dengan kesedihan dan keterasingan semua manusia. Hanya Dia yang Dia yang bisa menyembuhkan kita karna hanya Dia yang bisa menang dari pergumulan tersebut.
- Menunjukkan kepada kita bahwa sekalipun jiwa dan fisik sendiri melewati lembah bayang- bayang kematian kita tidak akan pernah sendirian sebab Dia ada
- Allah yang kekal yang pada saat yang sama mengalami penghinaan di kayu salib ,
- Mengalami kemuliaan di atas gunung tabor
- Tersalib tetapi telah menang dalam kebangkitan-Nya
- Mati tetapi bangkit
- Penyaliban-Nya bukanlah kegagalan tetapi kemenangan-Nya atas penderitaan sebab Ia telah bangkit
- Salib-Nya adalah kemenangan cinta yang menderita karna cinta itu kuat seperti maut (Kidung Agung 8:6-7). Salib adalah cinta yang lebih kuat dari maut
- Mencintai apa yang telah menjadi milik-Nya di dunia termasuk manusia, Ia cintai sampai selama- lamanya (St. Yohanes)
- Mengucapkan kata terakhir “sudah selesai”. Artinya adalah kalimat ini sebagai seruan atas kemenangan (Yohanes 19:30)
- Telah memenuhi pekerjaan cinta yang menderita, kemenangan cinta atas kebencian.
- Menciptakan dunia, menjadi anak manusia, ikut merasakan penderitaan manusia
- Cinta-Nya diuji sampai titik terjauh tetapi tidak merasa sebagai beban
- Cahaya cinta-Nya terus bersinar sampai pada titik paling gelap (Yohanes 1:5)
- Menghancurkan penderitaan dengan mengokohkan cinta.
Salib Yesus membuat cinta memiliki kuasa. Yesus memperkenalkan kepada kita cinta yang rendah hati dimana cinta ini memiliki kekuatan yang lebih kuat dari kekuatan maut dan cinta ini lebih kuat dari segala cinta yang lainnya. Cinta yang rendah hati itu setiap kali kita melepaskan dengan rela dan dengan cinta kepahitan dan pemberontakan yang ada dalam hati. Saat kita menderita demi Kristus , itu tidak membuat kita lemah tetapi membuat kita semakin kuat. Cinta Yesus adalah cinta yang kreatif sebab cinta-Nya bukan untuk diri-Nya sendiri tetapi untuk kehidupan yang ada disekitar-Nya, sebab cinta-Nya mengubah hati kita dan kehendak kita, membebaskan kita dari perbudakkan dosa, menjadikan kita utuh seperti semula, menjadikan kita mungkin akan mencintai sesama dan Dia dengan kekuatan Cinta-Nya.
St Basil “ kematian-Nya yang menyelamatkan hidup, tanpa Dia kita tidak bisa melakukan apapun, Ia telah menderita atas nama kita, Ia anak Allah yang menderita sampai mati, penyaliban adalah kemenangan sempurna, pengorbanan dan teladan. Dan dalam setiap kasus kemenangan, pengorbanan dan contoh adalah cinta yang menderita. Melihat salib adalah kemenangan sempurna dari cinta yang rendah hati, pengorbanan Yesus adalah persembahan sukarela yang penuh kasih, salib Yesus adalah contoh bagi kita kesempurnaan cinta yang begitu kuat dan cinta yang kreatif.”
Julian dari Norwich :” Arti dari Allah kita adalah cinta, peganglah Dia maka kita akan banyak belajar tanpa pernah berhenti”. Tuhan bertanya kepada kita:” apakah kamu senang bahwa aku telah menderita untukmu? Jawaban kita : “ Ya ,Tuhan yang baik, saya berterimakasih kepadaMu; Ya, Tuhan yang baik, terberkatilah dan termuliakanlah Engkau”. Tuhan berkata : “ sesungguhnya itu adalah suatu kegembiraan, kebahagiaan, kepuasan yang tak berkesudahan karna Aku menderita untukmu; dan jika saya akan menderita, saya akan lebih menderita untuk kamu. Kristus yang bangkit dan mati murni dikayu salib menunjukkan Dia manusia sejati, tetapi Ia juga adalah Allah yang benar sebab Ia adalah kehidupan dan sumber kehidupan. Inilah sebabnya kenapa kematian bukanlah kesimpulan terakhir bagi kehidupan orang yang percaya Yesus. Penyaliban adalah kemenangan tetapi pada Jum’at Agung kemenangan itu disembunyikan sedangkan pada pagi minggu paskah kemenangan itu dinyatakan. Kebangkitan Yesus membebaskan kita dari kegelisahan dan kekhawatiran serta ketakutan dari kegelapan alam semesta ini. kebangkitan Yesus memberikan kita harapan akan hidup selamanya.
Bersaksi
St John Chrysostom: Janganlah ada yang takut akan kematian, karena kematian Juruselamat telah membebaskan kita. Kristus telah bangkit dan roh-roh jahat telah jatuh. Kristus bangkit dan para malaikat bersukacita. St Paul, ‘Jika Kristus tidak bangkit, maka sia-sialah pemberitaan kami, dan imanmu juga sia-sia’ (1 Kor. 15:14). Kaum Orthodox percaya bahwa ada kebangkitan yang sejati dari kematian, dalam arti bahwa tubuh manusia Kristus dipersatukan kembali dengan jiwa manusia, dan bahwa makam itu ditemukan kosong. Kamu adalah saksi dari semuanya ini’ (Lukas 24:48). Kristus yang bangkit mengirim kita ke dunia untuk bersaksi dengan orang lain ‘sukacita besar’ dari kebangkitan-Nya.Pastor Alexander Schmemann menulis: Sejak awal Kekristenan telah menjadi saksi sukacita, satu-satunya sukacita yang mungkin di bumi … Tanpa saksi sukacita ini, Kekristenan tidak dapat dipahami. Gereja hilang di dunia ketika sukacita bersaksi akan cinta Yesus itu hilang, serta saat gereja berhenti bersaksi. Orang Kristen harus semakin membara dalam sukacita akan cinta Yesus dengan terus bersaksi. Pada saat kita bersaksi kita harus memiliki kerendahan hati dan lemah lembut.
Kebangkitan Tubuh
St. Macarius dari Mesir “ Kebenaran kita bukanlah sistem pemikiran. Kebenaran tidak diciptakan. Faktanya, Kristus adalah kebenaran. Kebenaran adalah pribadi. Kebenaran melampaui kita akal dan pikiran kita; kita tidak akan pernah bisa memahami kebenaran sepenuhnya. Pencarian Kebenaran adalah pencarian pribadi Kristus. Kebenaran adalah Misteri pribadi Kristus; Dan, karena Ia adalah Pribadi, Misteri itu terkait dengan peristiwa perjumpaan. Misteri dan peristiwa adalah satu. Misteri bagi pikiran Orthodox adalah realitas Kristus dan pada saat yang sama kita bertemu Kristus. Origen berkata “Keajaiban yang luar biasa telah terjadi hari ini: Alam dibuat baru, dan Allah menjadi manusia”.
Kita tahu bahwa ada yang percaya akan kebangkitan tubuh dan ada juga yang tidak percaya akan kebangkitan. Kita orang Kristen percaya akan kebangkitan tubuh karna ada misteri Kristus yaitu : Dia yang tanpa daging menjadi inkarnasi, Firman mengenakan tubuh; Yang Tak Terlihat terlihat; Dia yang tidak bisa disentuh tangan ditangani; Dan dia yang tidak memiliki awal sekarang mulai menjadi. Anak Allah menjadi Anak Manusia: Yesus Kristus, sama kemarin, hari ini dan sampai selama-lamanya. Dia yang tidak bersalah dibawa kepengadilan, Dia yang memegang kunci jurang maut tetapi dipenjara dijurang maut, Dia yang menguasai Kerajaan sorga harus berdiri gemetar dihadapan pilatus, Ia sang Pencipta harus kena tamparan ciptaan-Nya. Dia yang datang untuk menghakimi orang yang hidup dan mati dihukum di kayu Salib, Ia Sang penghancur neraka tertutup dalam kuburan. Semua ini ditanggung Yesus dengan penuh cinta yang lembut, tujuannya hanya untuk menyelamatkan manusia dari kutukan, Ia adalah Tuhan yang sabar, Ia layak dimuliakan, biarlah langit bersukacita dan bumi bersukaria, biar seluruh dunia berhenti dan memandang kepada Kristus yang telah bangkit dan pemilik kehidupan abadi. Padahal sebelumnya, semua manusia telah bergerak dengan cepat menuju kematian abadi. ketika kita menderita demi injil, kita menyadari ketidaklayakkan kita karna kita tidak sebanding dengan para rasul yang mati martir pada saat gereja mula- mula. Kita harus menyadari untuk selalu memiliki hati yang lembut dan kerendahan hati. Pada saat paskah kita diingatkan bahwa semua kita telah dibawa pada kemenangan spiritual untuk memuliakan satu Allah yang kekal dan merayakannya dengan sukacita. Tetapi pada saat itu, para martir merayakan paskah dengan penuh penderitaan karna mereka didalam penjara. Walaupun mereka didalam penjara sukacita paskah terus ada dalam jiwa mereka sebab Allah hadir dalam jiwa mereka dan mereka tidak akan takut lagi, mereka sadar bahwa saat ini Kristus telah menaklukkan kematian. Sungguh, Dalam penjara ada Kemenangan dan ada Sukacita sebab Kristus telah bangkit! Haleluya.
Personal: sebetulnya inilah yang saya cari – cari selama ini dan jawabannya ada dalam materi yang sedang saya baca. Sebelum saya masuk STT Soteria, ada seorang alumni Soteria bernama kakak Peniel Telaumbanua bertanya kepada saya via telfon begini: “ Des, untuk apa kamu sekolah pendeta? Saya menjawab : kak, saya ingin belajar tentang kehidupan Yesus, saya ingin tahu tentang Yesus karna pada waktu saya SMA, ada guru yang mengajar mata pelajaran Agama, namanya ibu Sembiring mengatakan bahwa patokan hidup kita adalah kehidupan Tuhan Yesus. Pertanyaan bagi saya secara pribadi: Bagaimana saya bisa tahu pribadi Tuhan Yesus itu sebagai patokan hidup saya? Inilah yang menjadi alasan buat saya kenapa saya harus masuk STT. Saya sangat brsyukur kepada Tuhan, hari ini saya mendapatkan jawaban dari pertanyaan saya dari tahun 2014 yang lalu. Ternyata, 6 tahun saya menanti jawaban itu. Ternyata pribadi Tuhan Yesus itu adalah pribadi yang penuh cinta, cinta yang menderita tetapi pada saat yang sama cinta yang mengalahkan maut, cinta Yesus adalah cinta yang rendah hati, penderitaan Yesus dikayu salib adalah suatu kepuasan Yesus selama- selamanya dan kepuasan itu dinikmati oleh setiap orang yang percaya kepada-Nya. Saya percaya cinta Yesus ini saya terima dan Yesus mau saya bagikan cinta Yesus ini kepada orang lain yang belum mengenal betapa kuatNya Yesus itu sampai- sampai kita bisa terlepas dari jerat maut , dosa dan iblis. Di akhir semester ini, saya akan meminta Tuhan untuk memantapkan hati jiwa ini, dalam memberitakan cinta Yesus kepada orang yang belum kenal Yesus, saya akan terus menggumulkan cinta Yesus dalam hidup saya setiap hari dengan menyatakan cinta Yesus kepada sesama saya. Yang saya lakukan adalah terus mengingat “ mencintai itu tidak boleh berhenti seperti ketika saya bernafas tidak boleh berhenti. Thankyou So much Jesus , I love you, I give you my heart , I give you my soul, I give for you alone.