Kepedulian Kristus Kepada Jemaat

(3 YOHANES 1:5-8)

Latar belakang :

          Kitab Wahyu ditulis oleh Yohanes. Kitab ini adalah kitab nubuat yaitu membicarakan sesuatu yang akan terjadi dimasa depan dan juga peringatan – peringatan kepada 7 Jemaat. Dalam Wahyu 3: 19- 21, Tuhan  sedang memperingati jemaat Laodikia yang suam- suam kuku atau seperti air  yang tidak panas dan tidak dingin. Kota Laodikia  terletak diantara di daerah Hierapolis Kolose yang pada masa itu adalah merupakan  yang sangat kaya se Provinsi Asia. Di Hierapolis, terdapat mata air yang sangat panas yang berkhasiat menyembuhkan, aliran air ini mengalir ke Kolose dan melewati Laodikia. Pada saat melewati Laodikia, airnya sudah suam- suam, tidak panas tetapi juga tidak dingin, orang yang meminum air ini akan menderita sakit perut. Demikian lah jemaat Laodikia yang kaya karna di kota itu ada perbankan, ada sekolah dokter, ada farmasi yang memproduksi salep mata dan salep telinganya. Namun, jemaat di jemaatnya menganggap ibadah hanya sebagai rutinitas saja, tidak sungguh – sungguh beribadah kepada Tuhan karna mereka sudah terlena dalam kekayaan materi. Marilah kita membahas lebih khusus dalam ayat – ayat ini.

  1. Syntactic Form

19

19  Ἐγὼ ὅσους ἐὰν φιλῶ, ἐλέγχω καὶ παιδεύω· ζήλωσον οὖν καὶ μετανόησον. (NTT)

Those whom I love, I reprove and chasten; so be zealous and repent. ( RSV )

Subjeknya adalah : Ἐγὼ dan predikatnya  adalah ὅσους ἐὰν φιλῶ, ἐλέγχω καὶ παιδεύω· ζήλωσον οὖν καὶ μετανόησον

Terjemahan Literal:

 Aku memarahi  (pasti, selalu, di tujukan kepada 1 pribadi) dan mendisplinkan (pasti, selalu, di tujukan kepada 1 pribadi) karna Aku sangat mengasihi kamu

Untuk itu bertekunlah dan bertobatlah

20

20  Ἰδού, ἕστηκα ἐπὶ τὴν θύραν καὶ κρούω· ἐάν τις ἀκούσῃ τῆς φωνῆς μου, καὶ ἀνοίξῃ τὴν θύραν, καὶ εἰσελεύσομαι πρὸς αὐτόν, καὶ δειπνήσω μετ᾽ αὐτοῦ, καὶ αὐτὸς μετ᾽ ἐμοῦ.

Behold, I stand at the door and knock; if any one hears my voice and opens the door, I will come in to him and eat with him, and he with me. (Rev 3:20 RSV)

Terjemahan Literal :

Lihatlah, Aku berdiri di depan pintu dan Aku selalu mengetuk , jika ada yang datang kepada Ku  dan makan  bersamanya, ia mendengar suara-Ku dan membuka pintu.

21

Ὁ νικῶν, δώσω αὐτῷ καθίσαι μετ᾽ ἐμοῦ ἐν τῷ θρόνῳ μου, ὡς κἀγὼ ἐνίκησα, καὶ ἐκάθισα μετὰ τοῦ πατρός μου ἐν τῷ θρόνῳ αὐτοῦ.

 (Rev 3:21 BYZ)

He who conquers, I will grant him to sit with me on my throne, as I myself conquered and sat down with my Father on his throne. (Rev 3:21 RSV)

Terjemahan Literal :

Barangsiapa yang berhasil menaklukkan  dirinya , ia akan ku dudukkan bersama- sama dengan Aku di dalam Tahta-Ku seperti Aku dan BapaKu duduk di atasTahta dalam Sorga

22

Ὁ ἔχων οὖς ἀκουσάτω τί τὸ πνεῦμα λέγει ταῖς ἐκκλησίαις.

 (Rev 3:22 BYZ)

He who has an ear, let him hear what the Spirit says to the churches.”

 (Rev 3:22 RSV)

Terjemahan Literal :

Siapa yang mempunyai telinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh Kudus kepada jemaat.

Syintactic Point:

  1. Aku marah dan mendisplinkan kamu
  2. karna Aku sangat mengasihimu . untuk itu, merindulah dan bertobatlah

lihat Aku sedang berdiri dan mengetok pintu, jika ada yang Ia mendengarkan suara-Ku ,  membuka pintu maka

  1. Aku makan bersamanya
  2. Jika ia berhasil menaklukkan dirinya, Akan Aku bawa ia duduk di tahta-Ku (seperti Aku dan Bapa Ku duduk di tahta dalam Sorga sebab Aku juga telah berhasil)
  3. Siapa punya telinga, hendak menanamkan dalam hatinya  apa pun perkataan Roh Kudus kepada Jemaat

Semantic Point:

Tuhan Yesus menyapa Jemaat Laodikia dalam kasih. Allah mengasihi manusia, bukan berarti Ia selalu memberkati, tetapi Ia juga mendisplinkan kita jika kita bersalah. Seperti seorang ayah mendisplinkan anaknya jika si anak bersalah (Amsal 3: 12, Ulangan 8:5) . Tujuannya agar hidup si anak semakin lebih baik lagi. Tujuan Allah menghukum kita supaya kita bertobat dari yang jahat. Hal itu bisa melalui masalah yang kita alami, sakit dan penderitaan. Ibrani 12 : 6 berkata, “ karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak. Bapa Gereja Bede berkata,

“Jangan segan menderita, karna melalui ini Allah membuktikan cinta-Nya kepada kita”. Dalam melewati wabah covid- 19 sebetulnya Tuhan sedang mendidik kita, Tuhan sedang mendisiplinkan jiwa kita dan mengasihi kita, supaya kita semakin dekat kepada-Nya. Supaya Roh kita semakin meluap – luap hanya kepada-Nya saja. Karna wabah virus Covid – 19, gedung gereja dipaksa untuk tidak dibuka setiap minggu atau setiap ibadah. Kenapa? Untuk membuktikan bahwa ibadah kita sesungguhnya adalah hubungan roh kita dengan Roh Tuhan selalu terikat dan selalu bersinergi. Melalui kebiasaan manusia yang baru seperti memakai masker, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, kita diajarkan bahwa kita harus menjaga kebersihan baik jasmani maupun rohani,  punya waktu sendiri dengan Tuhan, kita harus punya waktu sendiri dengan keluarga yang sangat kita kasihi. Inilah yang Tuhan sedang latih dalam kehidupan kita. Tangan Tuhan sedang merenda suatu karya yang agung, saat nya kan tiba nanti , kita  lihat pelangi kasih-Nya. Jadi, kita percaya bahwa setelah wabah ini ada sesuatu yang akan peroleh dari Tuhan asalkan kita tetap percaya kepada-Nya.

      Lalu bagaimana jika kita tetap tidak mempedulikan didikan Tuhan? yang rugi bukan Tuhan sebab yang Tuhan lakukan adalah, Ia akan menarik Roh –Nya dari dalam hati kita. sebab apa? Sebab yang lebih berkuasa dalam hati kita adalah Roh iblis. Akibatnya adalah Roh Tuhan tidak ada lagi tempatnya dalam hati kita. Jika kita tetap membangkang maka Tuhan akan mengeraskan hati kita, sehingga hati ini tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang jahat. Firman Tuhan berkata dalam Wahyu 2: 5 “ sebab itu ingatlah betapa dalamnya  engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah  lagi apa yang semula engkau lakukan.  Bapa Gereja Bede berkata, bahwa bertobat artinya memberitahu kepada manusia ada yang harus ditiru dan yang diikuti. Bertobat harus di dahului dengan kesungguhan hati. Kata bertobat menggunakan present tense menunjukkan bahwa bertobat adalah tindakan  satu kali untuk selamanya. Ini artinya, kita harus sungguh – sungguh dalam mengambil hidup baru didalam Kristus. Jika tidak demikian, Aku akan mengambil  kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat. Penulis menggarisbawahi kalimat “ jika tidak demikian, Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya. Kaki dian kita adalah pelita pengetahuan kita pada  pengenalan akan Allah. apabila kaki dian hidup kita maka kita sedang berjalan dalam kegelapan, kita sedang berjalan dalam kekhatiran, dan dalam kehilangan harapan, apapun yang kita lakukan semuanya kita anggap menurut kebenaran diri kita sendiri dan tidak mempedulikan Tuhan lagi. Lalu apa yang harus kita lakukan? ketika kita merasa agak melenceng dari jalan Tuhan, maka kita harus cepat – cepat bertindak untuk datang bersujud di kaki Tuhan. kita harus dekat dengan sumber kehidupan , seperti pohon yang selalu subur karna ia ditanam di tepi aliran air (Mazmur 1: 3). Apa yang harus kita kerjakan? Selama kita hidup bahkan dimasa wabah pandemi covid – 19?  Biarlah kita menghabiskan waktu untuk menyendiri dengan Tuhan, menyendiri dengan keluarga, memposting status yang positif di media sosial.

  • Lihatlah, Yesus berdiri dan mengetok – ngetok pintu hati, jika ada yang mendengar dan membuka, maka Ia akan  menemui dia , makan malam  bersama dengan dia (ayat 20).

Kata lihatlah Ἰδού (Rev 3:20 BYZ) merupakan kata perintah karna Laodikia statusnya adalah jemaat Tuhan. Sedangkan ἕστηκα (Rev 3:20 BYZ) yang artinya berdiri  merupakan indicative, perfect , active. Apa maksudnya? Tuhan Yesus menyuruh jemaat-Nya untuk melihat , untuk sadar bahwa Allah pasti selalu berdiri di depan pintu hati setiap jemaat-Nya, Allah sebetulnya telah berdiri didepan hati kita sesungguhnya sejak Ia menebus dosa kita di kayu salib. Pada saat itu Ia berdiri di kayu salib diantara langit dan bumi hanya untuk memperdamaikan kita dengan diri-Nya sendiri. Sampai sekarang bahkan selama-Nya Allah ingin selalu dekat dengan hati jemaat-Nya. Allah sebagai tuan rumah, merupakan kehormatan besar bagi-Nya jika ada tamu  masuk ke dalam dan duduk makan malam bersama dengan Dia. Apa artinya? Sebetulnya Makan malam adalah waktu yang dihabiskan lebih banyak untuk berkumpul bersama dengan keluarga atau teman kita. Jadi, Tuhan Yesus sebetulnya ingin selalu lama didalam hati kita, membangun relasi yang intim dengan Tuhan Yesus. Jika kita punya relasi yang intim dengan Tuhan maka semakin hari kita akan semakin mengerti kehendak Tuhan dan melakukan kehendak Tuhan sehingga kita tidak terlena dengan kenyamanan akan materi yang ada di dalam dunia ini tetapi kita akan semakin kaya secara rohani. Proyek ketaatannya adalah dengan tidak pernah berhenti berdoa dan melakukan yang benar dihadapan Tuhan dan juga dihadapan manusia.

  • Jika ia berhasil menaklukkan dirinya, Akan Aku bawa ia duduk di tahta-Ku (seperti Aku dan Bapa Ku duduk di tahta dalam Sorga sebab Aku juga telah berhasil), ayat 21.

Melalui ayat ini kita di tantang oleh Tuhan bahwa siapa yang bisa memperoleh kemenangan dalam menaklukkan keinginannya setiap hari, maka jaminannya adalah duduk bertahta bersama Tuhan Yesus di dalam Sorga. Patokannya adalah adalah kehidupan kita adalah seperti kehidupan Yesus pada saat Ia hidup di dunia. Kenapa? Karna Tuhan Yesus satu- satu-Nya manusia yang memperoleh kemenangan dan Ia sekarang telah duduk bertahta bersama Allah Bapa di Surga. Bede berkata bahwa Kristus menaklukkan hasrat-Nya dan Ia menang dalam kebangkitan-Nya, Ia layak mendapat pujian . Bukan kah ini , jaminan Tuhan ini sangat luar biasa?  Bede , seorang Bapa Gereja berkata Tuhan ingin kita menjadi mitra- Nya dalam kekuasaan dan penghakiman. Apalagi yang kita cari kalau bukan hidup kekal? Syaratnya adalah menaklukkan diri dari godaan- godaan yang ada dalam dunia ini, terhadap godaan iblis, serta patuh pada perintah Allah

  • Siapa punya telinga, hendak menanamkan dalam hatinya  apa pun perkataan Roh Kudus kepada Jemaat.

 Kalimat ini terus di ulangi di setiap surat dari ketujuh Jemaat yaitu Efesus, Smirna, Pergamus , Tiatira, Sardis, Filadelfia, Laodikia. Ini berarti Dalam hati setiap jemaat Tuhan Yesus, ada Roh Kudus yang selalu menyertai, memperingati , dan menegur. Allah tidak pernah sedetik pun meninggalkan jemaat-Nya. Moral dari ayat ini adalah, jangan pernah kita menganggap bahwa Allah tidak ada, Allah ada dan selalu melihat apapun yang kita lakukan. untuk itu hati kita mesti selalu hormat kepada Allah, selalu mendengarkan perkataan-Nya dan melakukan perintah-Nya. Langkah yang kita lakukan adalah dengan selalu meminta belas kasihan Tuhan dalam apapun yang kita lakukan. Penulis terus mempratekkan Doa Puja Yesus sebelum melakukan apapun, dan mengasihi teman – teman saya di Asrama. Jika mereka butuh sesuatu, dan apa yang mereka butuhkan saya punya, saya dengan rela hati memberikannya kepada mereka dengan tidak peduli dari suku mana mereka berasal.

Kesimpulan:

  • Jemaat adalah umat yang dikasihi Allah, ketika Allah marah pun, itu juga bukti kepedulian-Nya kepada kita supaya kita mengoreksi diri. Allah ingin kita umat-Nya selalu dekat dengan hati-Nya dan selalu mendengarkan suara-Nya . Inilah kepedulian Kristus kepada umat-Nya.

Manfaat si Virus Durjana

Nama       : Desti Halawa

Semester : VIII

Wahyu 3:19

Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!

Lain kata ayat ini adalah Orang yang Aku cintai adalah dia yang pasti  selalu  Aku tegur dan Aku hajar. Jadi biarlah engkau punya hati yang rindu  dan bertobatlah  dari dosa – dosa mu. Allah mengasihi manusia, bukan berarti Ia selalu memberkati, tetapi Ia juga mendisplinkan kita jika kita bersalah. Seperti seorang ayah mendisplinkan anaknya jika si anak bersalah . Tujuannya agar hidup si anak semakin lebih baik lagi. Tujuan Allah menghukum kita supaya kita bertobat dari yang jahat. Hal itu bisa melalui masalah yang kita alami, sakit dan penderitaan. Karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak. Dalam melewati wabah covid- 19 sebetulnya Tuhan sedang mendidik kita, Tuhan sedang mendisiplinkan jiwa kita, supaya kita semakin dekat kepada-Nya. Supaya Roh kita semakin meluap – luap hanya kepada-Nya saja. Karna wabah virus Covid – 19, gedung gereja dipaksa untuk tidak dibuka setiap minggu atau setiap ibadah. Kenapa? Untuk membuktikan bahwa ibadah kita sesungguhnya adalah hubungan roh kita dengan Roh Tuhan selalu terikat dan selalu bersinergi. Melalui kebiasaan manusia yang baru seperti memakai masker, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, kita diajarkan bahwa kita harus punya waktu sendiri dengan Tuhan, kita harus punya waktu sendiri dengan keluarga yang sangat kita cintai. Inilah yang Tuhan sedang latih dalam kehidupan kita. Tangan Tuhan sedang merenda suatu karya yang agung. Suatu saat nanti, kita akan melihat pelangi kasih-Nya. Jadi, kita percaya bahwa setelah wabah ini ada sesuatu yang akan kita peroleh dari Tuhan asalkan kita tetap percaya kepada-Nya.

Lalu bagaimana jika kita tetap tidak mempedulikan didikan Tuhan? Yang rugi bukan Tuhan sebab yang Tuhan lakukan adalah, Ia akan menarik Roh –Nya dari dalam hati kita. Sebab apa? Sebab yang lebih berkuasa dalam hati kita adalah Roh iblis. Akibatnya adalah Roh Tuhan tidak ada lagi tempatnya dalam hati kita. Jika kita tetap membangkang maka Tuhan akan mengeraskan hati kita, sehingga hati ini tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang jahat. Firman Tuhan berkata dalam Wahyu 2: 5 “ sebab itu ingatlah betapa dalamnya  engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah  lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan mengambil  kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat. Kita menggarisbawahi kalimat “ jika tidak demikian, Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya. Kaki dian kita adalah pelita pengetahuan kita kepada  pengenalan akan Allah. Apabila kaki dian kita  di ambil Tuhan, maka kita sedang berjalan dalam kegelapan, kita sedang berjalan dalam kekhawatiran, dan dalam kehilangan harapan, apapun yang kita lakukan semuanya kita anggap menurut kebenaran diri kita sendiri dan tidak mempedulikan Tuhan lagi. Lalu apa yang harus kita lakukan? ketika kita merasa agak melenceng dari jalan Tuhan, maka kita harus cepat – cepat bertindak untuk datang bersujud di kaki Tuhan. Kita harus dekat dengan sumber kehidupan, seperti pohon yang selalu subur karna ia ditanam di tepi aliran air. Akhir kata, selama covid – 19  si virus durjana berkeliaran Biarlah kita menghabiskan waktu kita untuk menyendiri dengan Tuhan, menjadi saksi-Nya di tengah keluarga lewat perilaku kita, menjadi saksi-Nya untuk dunia luar dengan memposting status yang membangun.

Allah Sebagai Roh

          Roh Allah yang telah diberikan kepada tubuh kita ini tidak bisa ditahan oleh kesedihan atau oleh tekanan. Pastor Hermas berkata, “ketika Roh Allah turun ke atas seseorang dan menaungi dia dengan kepenuhan, maka jiwanya meluap dengan sukacita. Kerajaan surga itu adalah damai dan sukacita dalam Roh Kudus.”  Jika dalam batin kita ada damai maka semua orang yang ada disekitar memperoleh keselamatan. Pada saat kita berdoa, Kita sedang menanti  Roh Kudus. Setiap kita punya kerinduan untuk hidup didalam Roh, ingin dipimpin oleh Roh dan ingin menghirup Roh Allah supaya tetap hidup. Pada saat kita mengangkat tangan , maka maknanya adalah: kita sedang berkata kepada Roh, “Datanglah”. Sifat rahasia  Roh adalah angin dan api, hal inilah yang membuat Ia sulit untuk di bicarakan dan ditulis tentang Dia. St Symeon berkata: Roh kudus memperoleh namanya dari benda yang menjadi sandaran-Nya, karna Ia tidak memiliki nama yang khas diantara manusia. Roh Kudus tidak bisa kita lihat, tidak bisa kita pegang  karna Ia seperti angin atau nafas (Kis 2:2) kita tidak tau kemana arahnya, dari mana asalnya atau kemana Ia akan pergi (Yoh 3:18). Kita bisa mendengar-Nya seperti kita mendengar pohon yang bergoyang karna angin, seperti kalau kita berjalan diatas pada malam hari kita merasakan tamparan angin malam. Roh Allah tidak bisa ditimbang dan diukur atau disimpan dalam kotak sekalipun itu ada kuncinya. Roh Allah seperti udara yang kita hirup, sebab Ia adalah sumber kehidupan. Seperti udara ada  dimana- mana Dia ada dan mengisi segala tempat, Roh Kudus juga demikian selalu ada disekitar kita dan selalu ada didalam kita. Udara dapat dilihat  dan didengar melalui medianya (benda atau pohon), demikian juga Roh Kudus menyatakan wajah-Nya  kepada kita melalui wajah Kristus.

          Dalam Alkitab, Roh Kudus disamakan dengan api. Pada saat Roh Kudus turun atas jemaat mula- mula pada hari pentakosta yang dinyatakan dalam bahasa lidah , seperti lidah api (Kis 2:3). Api sukar dipahami, hidup bebas, selalu bergerak, tidak dapat diukur, tidak dapat dikekang dalam batasan- batasan, panasnya dapat dirasakan tetapi kita tidak bisa simpan ditangan kita, Dia punya kekuatan tetapi hanya pribadi kedua dari Allah Tritunggal yang bisa memberitahu kepada kita melalui Alkitab. Yesus Kristus berasal dari Allah Bapa. Roh Kudus yang menjelaskan kepada kita tentang hal itu dalam alam roh yang ada dalam diri para Murid dan para penulis Alkitab. Hubungan antara Allah Bapa dengan Allah anak tidak sama dengan hubungan antara Allah Bapa dengan Roh Kudus, perbedaannya kita tidak tahu kecuali kita mengalami langsung.

          Akan tetapi, kaum Orthodox percaya dan mengajarkan 2 hal tentang Roh Kudus:

  1. Roh Kudus adalah pribadi ketiga dari Allah Tritunggal. Jadi, semua yang sulit kita pahami tentang Allah , hal itu terjadi  Allah itu adalah Roh.
  2. Roh sebagai pribadi ketiga dari Allah tritunggal, Ia sama dan sejajar dengan 2 pribadi lainnya; Dia bukan hanya fungsi yang tergantung pada mereka atau perantara dari pekerjaan mereka.

Roh Kudus tidak memiliki awal atau akhir, selalu bergabung dengan Allah Bapa dan Allah anak, Ia adalah kehidupan atau dan pemberi kehidupan, Ia adalah cahaya dan pemberi cahaya, Ia adalah cinta dan sumber cinta, Ia yang memperkenalkan Bapa dan Kristus kepada kita, melalui Dia Allah anak dimuliakan. Tritunggal kudus adalah satu penyembahan , satu kekuatan, dan satu struktur. Kristus mengirimkan Roh kepada kita pada hari pentakosta setelah Yesus naik ke Surga, tetapi pada saat yang sama Rohlah yang mengutus Kristus. Mari kita mengikuti pola Trinitas:

  1. Inkarnasi. Roh Kudus turun keatas Maria, Roh Kudus menyusun Logos Allah menjadi anak Manusia. Pengakuan iman rasuli, mengatakan bahwa “ Yesus Kristus adalah penjelmaan dari Roh Kudus dan perawan Maria. Jadi, Roh yang mengutus Kristus ke dunia.
  2. Baptisan. Mereka punya hubungan yang sama. Pada saat Yesus keluar dari sungai Yordan, Roh Kudus turun atas diri-Nya dalam bentuk seekor merpati. Disini kita melihat bahwa Roh Kudus menugaskan dan mengirim Kristus untuk melayani dunia. Kita ingat, bahwa Roh Kuduslah yang mendorong Kristus ke padang gurun selama 40 hari untuk melewati ujian sebelum Ia berkhotbah (Markus 1:12). Yesaya 61: 1 menjelaskan bahwa Roh Allah ada pada Kristus, Karna Ia telah mengurapi Kristus untuk membritakan injil kepada orang miskin (Lukas 4:18).  Gelar-Nya sebagai Kristus atau mesias menunjukkan bahwa Dia diurapi oleh Roh Kudus.
  3. Transfigurasi. Roh Kudus turun keatas Kristus dalam bentuk cahaya. Transfigurasi Yesus menunjukkan Kristus keluar sebagai korban kematian di Yerusalem (Lukas 9:31).
  4. Pentakosta.Ada hubungan timbal balik. Sekarang Roh mengutus Kristus dan sekarang juga Kristus yang bangkit mengutus Roh. Tujuan Pentakosta adalah penyelesaian Inkarnasi. St. Athanasius berkata “ Firman menjadi manusia agar kita dapat menerima Roh Kudus.
  5. Kehidupan Kristen. Kehidupan Kristen itu adalah selalu bersekutu secara terus menerus untuk datang bersama- sama kepada Allah dan berdoa kepada-Nya (Mat 18:20). Roh Kudus dan Kristus telah memberikan contoh kepada kita, karna tugas Roh Kudus setelah Yesus naik ke Surga adalah bersaksi tentang Kristus yang kita kenal dengan hari pentakosta, kemudian  Roh kudus juga membangkitkan Tuhan kita dimana Ia pernah hadir ditengah- tengah kita. Jika tujuan anak Allah menjadi manusia (inkarnasi) adalah mengirimkan Roh kudus pada hari peringatan pembebasan  perbudakan dosa seperti hari peringatan pembebasan orang Israel dari perbudakan di Mesir ( pentakosta)  dan tujuan pentakosta  adalah melanjutkan inkarnasi (Allah yang menjadi manusia  yang terus bersekutu dengan manusia). Firman Tuhan berkata dimana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, disitulah Aku ada ditengah- tengah mereka (Mat 18: 20).  Pertanyaannya adalah: Bagaimana cara  Tuhan Yesus Kristus bisa bersama- sama dengan kita? Dan jawabannya adalah melalui Roh Kudus. Roh Kuduslah bukan hanya menghibur kita tetapi Ia juga memperkenalkan kepada kita Tuhan Yesus secara langsung. Secara langsung kita kenal Tuhan Yesus seperti murid- murid Yesus mengenal Tuhan Yesus. Kristus sudah lahir berarti Kristus sudah lahir dalam hati kita sendiri. Fakta bahwa dulu Kristus sudah mati di kayu salib tetapi sekarang ini Kristus sudah mati untuk dosa kita yang telah kita perbuat. Kita tidak hanya mengatakan “Kristus sudah bangkit” tetapi melalui Roh Kudus yang ada dalam hati kita mengatakan “ Kristus telah bangkit, Dia hidup sampai sekarang di dalam hati saya, Ia adalah juruselamat pribadi saya. Sebetulnya, kedekatan kita dengan Tuhan Yesus dan pengenalan kita akan pribadi-Nya semuanya adalah pekerjaan Roh Kudus. Roh Kudus tidak berbicara kepada kita tentang diri-Nya tetapi yang Ia bicarakan kepada kita adalah tentang Tuhan kita Yesus Kristus yang telah bangkit dan hidup(Yohanes 16:13-14). Ada 3 hal yang kita pelajari dari pentakosta yaitu:
  6. Pentakosta adalah hadiah bagi semua umat Allah yang telah dibaptis secara rohani untuk menerima Roh Kudus (Kis 2:4). Jadi, kita semua yang adalah umat Allah adalah pembawa Roh Kudus ke dalam dunia
  7. Pentakosta adalah karunia persatuan. Gereja sebelum menerima Roh Kudus mereka terus berkumpul dalam satu tempat (Kis 2:1). Kita satu tubuh dalam tubuh Kristus. Jemaat Tuhan yang menjadi anak rohani pada saat hari pentakosta membalikkan pengaruh menara Babel (Kejadian 11:7). Menara Babel mengingatkan kita akan kumpulan manusia yang bersatu tetapi untuk memuliakan diri mereka sendiri dan bukan untuk memuliakan Allah sehingga mengacau balaukan bahasa mereka , maka munculah berbagai macam suku bangsa dan bahasa yang beragam- ragam. Pada hari Pentakosta, Allah membagikan lidah api, Ia memanggil semua orang bersatu. Itulah sebabnya semua jemaat satu suara untuk memuliakan Roh Kudus. Roh kudus membawa kesatuan, membawa rasa saling pengertian, memungkinkan jemaat berbicara dengan satu suara. Ia bisa mengubah kita yang egois menjadi pribadi yang sehati dan sejiwa (Kis 2:44; 4:32). Biarlah ini menjadi pertanda bagi kita  bahwa gereja ada bukan untuk terpecah- pecah atau terbagi – bagi tetapi untuk bersama- sama bersatu memuliakan Allah kita
  8. Karunia Roh adalah karunia keberagaman: lidah api ‘terbelah’ atau ‘terbagi’ (Kis 2:3), dan mereka diberikan kepada masing- masing secara langsung. Roh Kudus tidak hanya membuat kita satu,tetapi Dia juga membuat kita masing- masing berbeda. Pada hari pentakosta, keanekaragaman tidak dihapuskan, tetapi tidak lagi menjadi penyebab perpisahan; masing- masing berbicara seperti sebelumnya dengan lidahnya sendiri, tetapi dengan kuasa Roh Kudus masing- masing dapat memahami apa yang diucapkan satu sama lain. Karakter yang ada dalam diri kita benar- benar bebas untuk menjadi diri sendiri dan itu adalah keunikan setiap pribadi. Kebebasan  ini mari kita pakai sebagai kesempatan dengan sebaik-baiknya untuk datang kepada Tuhan dan bergaul dengan Dia. Kita juga butuh rohaniawan yang terus mengingatkan kita untuk memakai kebebasan ini untuk memuliakan nama Tuhan.

Seorang pemimpin rohani lebih mengutamakan hubungan jemaat dengan Allah secara pribadi. Ia harus menyadari bahwa dalam mengasihi Allah boleh dengan ciri khas masing- masing, dengan kebebasan yang kita miliki kita pakai untuk hidup dalam roh. Betul bahwa setiap kita mengaku dosa dihadapan Tuhan atau dihadapan orang tua rohani, selalu saja dosa yang sama. Bukan itu yang menjadi masalahnya. Hal yang penting adalah bagaimana kita punya cara baru supaya bebas dari dosa tersebut. Bagaimana usaha kita untuk lepas dari dosa kita. Pengorbanan kita inilah yang paling berharga dihadapan Tuhan. Setiap tahun umur kita semakin bertambah tetapi bukan jumlah usia yang penting justru yang paling penting adalah apakah kita sudah semakin bijaksana dalam pengenalan kita akan Allah? Apakah kita sudah bisa dipimpin oleh Roh Kudus atau belum? Apakah kita sudah membimbing orang- orang yang ada disekitar kita ke jalan kebenaran dan mengajak mereka untuk punya hubungan pribadi dengan Allah? tugas kita adalah mengambil jiwa dan kehendak manusia dan kemudian dibawa kepada kehendak Allah. Ada seorang murid dari pendeta Zakharia mengatakan bahwa pemimpin rohani itu memiliki kedamaian batin dan semua orang yang ada di sekitarnya akhirnya menemukan keselamatan. Pemimpin Rohani diperlengkapi oleh Roh Kudus untuk menegaskan sesuatu yang penting, untuk membaca rahasia yang ada dalam hati manusia, menyembuhkan jiwa sesama yang terluka, berdoa syafaat untuk orang lain, menasehatkan anak – anak untuk terus berdoa, siap menerima suka dan duka sebagai milik pribadi. Roh Kudus berbicara langsung dihati setiap orang untuk untuk membimbing dan menyembuhkan baik dari diri sendiri maupun sesama yang jiwanya sedang terluka. Setiap orang yang sudah diselamatkan oleh kasih karunia Allah pribadinya adalah kenabian dan bukan pejabat institusi. Pada umumnya mereka adalah para biksu, biarawan dan biarawati, imam, Bapa dan Ibu rohani. Seorang murid rohani pasti akan datang kepada orang tua rohani jika mereka sedang bermasalah dan mengaku segala kesalahannya. Untuk datang kepada bapa dan ibu rohani tidak diatur waktunya, boleh setiap hari atau setiap mengalami masalah. Sebab, sesungguhnya orang tua rohani kita yang sesungguhnya adalah Roh Kudus yang selalu ada dalam hati kita. Ia selalu membimbing kita secara pribadi. Jika seorang orang tua menemukan ada murid rohaninya yang keras kepala, ia harus berdoa terus kepada Allah agar Allah memberikan tindakan unik dan khusus kepada orang yang keras kepala. Pemimpin Rohani juga penting untuk menuntun anaknya mencapai titik kedewasaan rohani dimana seorang anak rohani bisa memutuskan sendiri apa yang harus ia lakukan untuk memuliakan Allah. Sesungguhnya Ia  menyatakan diri-Nya lebih dahulu kepada kita tetapi jika kita tidak menerima nasehat-Nya maka Ia menyembunyikan diri-Nya kepada kita; Kata- kata Roh Kudus adalah Kreatif dan memberi kehidupan, memberikan solusi untuk menyelesaikan suatu masalah yang sepertinya mustahil bagi kita untuk bisa menyelesaikan masalah tersebut. Seseorang hanya bisa berubah baik dan membuka hatinya dalam hal cinta kasih  jika ia dicintai dengan sungguh- sungguh dan merasakan cinta kasih Allah nyata dalam hidupnya. Jika kita datang kepada Allah atau kepada sesama kita manusia hanya untuk mencari informasi atau mengkritisi semua yang ia lakukan, maka pada saat kita pulang yang kita dapatkan adalah kekosongan dan tidak ada yang terkesan dari relasi kita. Relasi itu selalu bersifat pribadi. Setiap pribadi yang kita temui seperti orang tua rohani hanya bisa membantu masalah kita atas tuntunan Roh Kudus yang ada dalam dirinya. Seorang anak rohani tidak boleh mengatakan, “orang tua rohani saya yang paling baik diantara semua orang tua rohani yang lain”, tetapi yang ia katakan adalah, “ orang tua rohaniku adalah yang terbaik untuk diriku”. Dalam membimbing murid, orang tua rohani harus menunggu apa yang diinginkan Roh Kudus dan mendengarkan suara Roh Kudus, kemudian ia harus menyampaikan semuanya itu kepada muridnya. Jika orang tua rohani sudah mencapai tingkat tinggi kerohaniannya maka ada kalanya , Tuhan sendiri yang berbicara melalui bibir orang tua rohani tersebut. Perlu setiap kita mengucapkan doa berikut kepada Allah, “Oh Tuhan semoga Engkau hidup dalam diriku, semoga Engkau berbicara melalui aku, semoga Engkau bertindak melalui aku. Ketika Tuhan berbicara kepada kita maka apa yang akan kita katakan akan benar- benar nyata terjadi. Hanya ada satu kuncinya adalah, tidak boleh mengandalkan kebijaksanaan diri sendiri tetapi benar – benar mengandalkan pikiran Allah. Selain orang rohaniawan yang kita temui, Alkitab juga membantu kita untuk berelasi dengan Allah dan membimbing kita dengan terus menerus, relasi kita dengan sesama umat percaya juga penting agar kita saling mengingatkan satu sama lain. Kita tidak boleh meremehkan nasihat orang lain bahkan orang tersebut seperti orang bodoh tetapi kita tidak boleh menghinanya. Semua manusia mulia dihadapan Allah sebab kita adalah ciptaan Tuhan yang paling mulia. Kita tidak boleh meremehkan orang – orang miskin, anak yatim piatu sebab mereka adalah pengembara yang sebetulnya mereka sedang memberikan contoh kepada kita bahwa hidup kita didunia ini adalah perjalanan seorang pengembara dan hanya sementara yang suatu saat nanti kita akan kembali kepada Sang pencipta kita. kita adalah orang- orang yang bekerja sama dengan kasih karunia Allah. kita adalah orang – orang yang menggunakan kehendak bebas kita untuk melakukan perintah- perintah Allah, seorang peziarah yang terus maju melangkah dalam cinta, sukacita, kedamaian , kesabaran, kelemah-lembutan, kemurahan , kebaikan, kesetiaan dan penguasaan diri (Galatia 5:22). Kita adalah orang- orang yang selalu menyadari akan tindakan Roh Kudus yang terus menusuk dan menembus dalam kehidupan batin kita. Roh Kudus bertindak bukan berarti kita harus bisa berbahasa roh. sebab bahasa roh hanya terjadi pada gereja mula- mula tetapi Paulus berkata bahwa karunia berbahasa roh adalah karunia yang kurang penting (I Kor 14:5). Dalam tradisi Gereja Orthodox, kita  mengizinkan Allah bertindak didalam kita dengan tindakan melepaskan atau mengeluarkan air mata pertobatan. Air mata pertobatan adalah air mata penyesalan akan dosa- dosa yang kita perbuat dan meminta belas kasihan Allah. Air mata ini sesungguhnya berasal dari batin kita yang hancur dihadapan Tuhan dan meminta Tuhan untuk menyembuhkan jiwa kita. Air mata pertobatan kita adalah peristiwa dimana roh kita keluar dari penjara kedagingan kita dan mulai menginjakkan kaki ke jalan yang benar dimana jalan itu membawa kita kepada kehidupan yang abadi. Pada saat itu roh kita akan menghirup udara yang indah disana dan kita akan dilahirkan kembali untuk dididik dalam ketaatan kepada Allah, jiwa dan roh kita akan merasakan kehadiran Allah. Hal ini terjadi tidak biasa sehingga akhirnya kita dengan tiba- tiba diliputi oleh tangisan  yang bercampur sukacita. Gereja Orthodox menekankan juga bahwa pengalaman langsung dengan Roh Kudus bisa juga ditandai dengan ketenangan hati. Dalam pengalaman langsung dengan Roh Kudus yang kita cari bukan berkat tetapi Sang pemberi berkat. Doa kita untuk Roh Kudus seperti berikut: Oh Roh kudus, Datanglah ya Engkau cahaya sejatiku, marilah oh Sang pemberi kehidupan yang kekal, marilah oh Roh yang tersembunyi, marilah oh hartaku yang tanpa nama, marilah Engkau yang nyata,  Engkau yang melampaui segala kata,  marilah Engkau yang lebih dari segala pengertian semua manusia, marilah Engkau yang terus bersukacita tanpa akhir, marilah Engkau cahaya yang tidak pernah kenal malam, kemarilah Engkau yang memberiku harapan akan keselamatanku, marilah Engkau yang membangkitkan orang mati, Engkau yang maha kuasa, Engkau yang selalu bergerak, Engkau yang mendekat kepada kami ketika kami berbaring dineraka, tetapi Engkau tetap lebih tinggi darisurga. Datanglah, karna nama-Mu memenuhi hati kami, mulut kami penuh kerinduan akan Engkau, hanya Engkaulah yang kurindukan dalam hidupku, Engkaulah nafasku dan hidupku, Engkaulah penghiburan dari jiwaku yang rendah hati, Engkaulah sukacitaku yang tidak akan ada akhirnya, Engkaulah kemuliaanku, sumber pengetahuanku, Roh kebijaksanaan dan yang memberi pemahaman, Roh pengasih dan Roh kebenaran , Engkaulah yang  membersihkan segala kesalahan ku. Pada hari Pentakosta Kristus menganugrahkan kepada kita baptisan Roh Kudus. Kita harus sadar bahwa ada Roh Kudus yang selalu hadir dalam diri kita. Roh Kudus adalah pribadi yang berdaulat menguduskan kita agar kita dipanggil untuk memerintah bersama- sama dengan Kristus pada zaman yang akan datang. Roh Kudus akan memanifestasikan diri-Nya ke dalam kehidupan orang- orang saleh sebab pribadi-Nya sesungguhnya tersembunyi. Melalui Roh Kudus menyebabkan segala nubuat akan benar- benar terjadi, Ia menguduskan para imam, kepada orang yang terpelajar Ia mengajarkan kebijaksanaan, para nelayan Ia ubah menjadi penginjil, Ia bersatu dalam kesatuan dan struktur gereja, Ia satu hakikat dan satu takhta dengan Allah Bapa dan Allah Anak, kemuliaan hanya bagi-Mu.

Personal: setelah membaca bab ini, saya belajar bahwa saya tidak sendirian didunia ini untuk melakukan kehendak Allah tetapi Allah telah mengaruniakan kepada saya pribadi-Nya yang ketiga untuk membimbing saya, menguatkan saya setiap hari. Yang harus saya lakukan adalah : sering- sering berdoa kepada Roh Kudus  dengan mengucapkan doa diatas. Tujuannya adalah untuk membakar hati saya dan jiwa saya untuk mati- matian melakukan kehendak Allah. Untuk kedepan, saya ingin memberi hidup saya ini untuk mengabarkan berita baik ini kepada orang lain dengan cara menjadi penginjil. Menjelaskan kepada mereka  bahwa ada Roh Kudus yang Allah anugrahkan kepada kita dan yang menjamin kita memiliki kehidupan yang kekal. Terpujilah nama Tuhan.

Tuhan Sebagai Manusia

          Dasar Alkitab nya adalah 2 Korintus 5: 19 “ Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus. Bapa Gereja Isaac berkata “haus akan Yesus maka hidupmu akan dipuaskan dengan cinta-Nya. Pada saat kita selalu merindukan Yesus setiap waktu maka dalam situasi apapun Dia selalu ada menyertai kita, seperti 3 orang pemuda sahabat Daniel yang disertai Tuhan ketika mereka sedang dibakar diperapian yang menyala- nyala (Daniel 3:24-25). Kita orang berdosa perlu Tuhan Yesus sebab kita tidak bisa menebus dosa kita sendiri. Allah sangat mengasihi dunia, ia tidak dapat diam terhadap penderitaan manusia akibat dosa tetapi Ia terlibat didalam-Nya. Allah sudah melakukan kasih-Nya kepada manusia tetapi manusia masih banyak yang belum datang  atau mungkin tidak mau datang kepada-Nya. Allah datang kepada manusia dengan langsung menjadi manusia.  Firman itu adalah  Anak Allah yang kekal, merupakan pribadi kedua dari Tritunggal, telah menjadi manusia sejati, merupakan salah seorang dari kita, Ia telah menyembuhkan kita, Ia telah memulihkan kedewasaan rohani kita.   kurang apa lagi kasih Allah itu?

          Pengakuan Iman berkata “… Aku percaya kepada satu Tuhan Yesus Kristus.  artinya Yesus adalah satu inti dengan Allah yang benar yaitu Bapa. Kemudian, …yang bagi kita manusia dan yang untuk keselamatan kita telah turun dari Sorga dan berinkarnasi oleh Roh Kudus dari Perawan Maria – artinya: Yesus adalah teman kita dalam daging, Yesus adalah Allah kita tetapi juga saudara kita karna Ia mengambil daging Maria. Dalam doa Puja Yesus, kita selalu berkata “ Tuhan Yesus Kristus, Anak Allah kasihanilah aku orang berdosa ini” sesungguhnya pada saat yang sama ada 2 hal yang sedang kita sampaikan kepada Allah yaitu:

  1. mengakui kemuliaan Allah (mengakui Yesus adalah Tuhan atas seluruh ciptaan dan Anak yang kekal)
  2. kita mengakui keberadaan kita sebagai orang berdosa karna kejatuhan pada kesalahan pribadi kita.

 Arti kata – aku– yaitu bahwa saya adalah satu- satunya orang berdosa. Disini, kita sedang menunjukkan penyesalan kita akan semua dosa- dosa kita. Pertanyaan nya adalah apa atau siapakah yang bisa menyatukan kemuliaan Allah dengan manusia yang berdosa? Jawabannya adalah 3 kata. Pertama: “Yesus”. Yesus artinya adalah nama pribadi yang menyelamatkan umat-Nya dari dosa- dosa mereka (Matius 1:21). Kedua: “ Kristus” Kristus artinya adalah hamasiah atau yang diurapi Roh Kudus yang menunjukkan pribadi pembebas dari tangan musuh yang selalu dinantikan bangsa Israel, merupakan Raja masa depan. Ketiga: “belas kasihan” menunjukkan cinta Kristus dalam tindakan-Nya. Karna cinta yang bertindak kita bisa diampuni Yesus dari dosa, kita dibebaskan dari iblis, dibebaskan dari rasa bersalah sebab kita tidak bisa membebaskan sendiri 1 dosa kita pun tanpa Yesus. Obat penyakit dosa adalah belas kasihan Kristus. Kita akan melist pelajaran yang bisa kita petik dari doa puja Yesus, “ Tuhan Yesus Kristus Anak Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini”

  1. Belas kasihan- hadiah gratis Kristus
  2. Merupakan doa yang menunjukkan masalah manusia yaitu dosa dan solusi dari Allah yaitu datang kepada Yesus
  3. Doa yang membuat kita mengenal pribadi Yesus
  4. Tuhan” dan “anak Allah – tentang Ketuhanan, Allah yang tidak bisa dilihat, kekal
  5. Yesus”- tentang kemanusiaan Yesus yang lahir di Betlehem
  6. Doa yang menegaskan Yesus benar- benar ilahi dan benar – benar manusia
  7. Merupakan “Theanthropos”-  Allah- manusia yang menyelamatkan kita dari dosa
  8. Manusia tidak dapat datang kepada Allah, itulah sebabnya Allah datang kepada manusia dengan cara menjadikan diri-Nya manusia sebagai jembatan dari jurang pemisah Allah dan manusia.
  9. Melalui kelahiran Kristus : surga dan bumi dipersatukan, Tuhan turun kebumi dan manusia naik ke surga, manusia bisa bersekutu dengan diri Allah sendiri (nyanyian jemaat orthodox)
  10. Inkarnasi adalah hal yang paling diberkati dan menyenangkan yang mungkin terjadi pada umat manusia (St Isaac).

Jika tidak ada dosa apakah Allah tetap berinkarnasi? St Isaac berkata bahwa dasar Allah berinkarnasi bukan hanya sebatas penebusan manusia tetapi yang lebih dari itu adalah karna cinta yang merupakan sifat Allah itu sendiri itulah sebabnya Ia tetap berinkarnasi,  menyatakan diri-Nya kepada manusia. Cinta Allah itu tidak terbatas, terbuka dan merupakan kehendak bebas Allah. Kelahiran Yesus mengangkat manusia kepada derajat yang lebih tinggi dari yang pertama. Jika Yesus tidak lahir dalam hati kita maka kepribadian sejati kita masih tersembunyi dari daging dan keinginan duniawi kita. St Basil berkata “ hari ulang tahun seluruh umat manusia adalah kelahiran Kristus. Kristus adalah manusia sempurna dan  pertama sempurna. Kemurnian Yesus adalah sama seperti Adam sebelum jatuh dalam dosa” . Lebih dari menghilangkan efek dosa, Inkarnasi juga merupakan tahap penting dalam perjalanan manusia dari gambar ilahi ke rupa yang sama. Gambar dan rupa Allah adalah Kristus. Inkarnasi Kristus menunjukkan manusia yang tidak bisa hancur total walaupun ia sudah berdosa, ia masih diberi kesempatan untuk bisa bersatu dan kembali kepada Allah . Wow, berita sukacita ini sungguh luarbiasa…

Sungguh, kita bisa belajar dari nyanyian jemaat Orthodox seperti berikut ini:

  1. Yesus yang baru lahir adalah Tuhan sebelum zaman
  2. Yesus Kristus adalah Allah sepenuhnya dan seutuhNya
  3. Yesus Kristus adalah manusia seutuhnya dan sepenuhnya
  4. Yesus Kristus bukan dua pribadi tetapi satu

Konsili keempat  (Chalsedon , 451) mengatakan meskipun Kristus  yang berinkarnasi ada “dalam dua kodrat”, ia adalah satu pribadi, lajang dan tidak berbagi, dan bukan dua orang yang hidup berdampingan dalam tubuh yang sama. Konsili kelima (konstantinopel 553) mengatakan salah satu dari trinitas adalah menderita dalam daging. Tuhan dalam transendennya Ia tidak bisa tunduk dalam kelahiran ataupun kematian. Konsili keenam (konstantinopel, 680-1) mengatakan kodrat Kristus bahwa Yesus juga memiliki kehendak manusia seperti kita, hanya saja kehendak bebasNya taat kepada kehendak ilahi. Kita juga harus seperti Yesus yang kehendak kita dibawah kehendak Allah.  Konsili ketujuh (Nicea, 787) Yesus sah menjadi manusia sejati sehingga Ia bisa digambar menjadi Icon suci. Icon suci tidak hanya menunjukkan kemanusiaan Kristus tetapi keilahian-Nya sebab Yesus itu satu pribadi yang berasal dari Firman yang kekal. Dalam kasus Tritunggal, maka dijelaskan kepada kita bahwa Allah satu esensi, satu energi atau memiliki satu kehendak dalam 3 pribadi. Sedangkan dalam Kasus Kristus, dijelaskan bahwa kristus memiliki 2 kodrat yaitu kodrat ilahi dan kodrat manusia. Dalam Tritunggal kita tahu hanya ada satu kehendak sedangkan dalam Kristus ada 2 kehendak dan energi karna kodratnya ada 2. Tetapi, hal itu menjelaskan kepada kita bahwa segala sesuatu yang dikatakan dalam injil, segala yang dilakukan Yesus bahkan penderitaan yang Ia alami semuanya harus dianggap berasal dari satu pribadi yang sama yaitu Allah. Jadi, ada 2 prinsip dasar keselamatan yaitu:

  1. Hanya Tuhan yang bisa menyelamatkan kita yaitu Kristus yang bukan hanya sekedar nabi atau guru kebenaran tetapi Dia penuh dengan kodrat Allah sebab Ia adalah Firman Allah.
  2. Keselamatan itu harus dikerjakan oleh manusia dalam ketaatan kita kepada-Nya setiap hari.

Allah Tritunggal secara moral mengajarkan kita  bahwa manusia tidak bisa hidup sendiri, hidupnya harus bisa berbagi  antara satu sama lain sebagai tindakan kasih. Paulus menulis dalam 2 Kor 8:9 bahwa Allah yang kaya rela menjadi miskin, sehingga melalui kemiskinan kita bisa menjadi kaya akan anugrah-Nya, akan kemuliaan kekal-Nya. Penderitaan dan kematian Kristus menunjukkan kondisi manusia yang telah jatuh dalam dosa. Tetapi Yesus telah menang dan Ia memperoleh kemuliaan. Yesus ikut dalam penderitaan dan kematian kita dan kita ikut dalam hidup dan kemuliaan kekal-Nya (Filipi 2:5-9). Kristus yang turun kedunia memampukan manusia mendaki Sorga, memampukan manusia merasakan kemuliaan Allah, memungkinkan manusia bisa menyatu dengan Allah dan itu adalah pemberian dari Allah ( Yoh 17:22-23).

Kristus adalah titik temu. Karna Dia manusia maka Dia menyatu dengan kita dan karna Dia adalah Tuhan maka Dia menyatu dengan Bapa. Jadi, melalui Yesus kita bisa menyatu dengan Allah. Melalui Kristus kita bisa mencapai keserupaan ilahi (2 Petrus 1:4), manusia diadopsi menjadi anak- anak Allah sebab Kristus adalah anak Allah. Dalam inkarnasi Kristus ada 2 hal yang kita pelajari:

  1. Menyiratkan bahwa Kristus tidak hanya mengambil tubuh manusia seperti tubuh kita tetapi juga roh manusia, pikiran dan jiwa seperti tubuh kita. Kita harus ingat bahwa dosa berasal dari roh jahat bukan dari fisik manusia. Jadi, kemanusiaan manusia bukan menuntut fisik tubuh manusia tetapi menuntut moral jiwa manusia yang ternoda oleh dosa.
  2. Inkarnasi mengembalikan kodrat manusia yang sudah jatuh dalam dosa dan dibawa kembali kepada Allah. Secara fisik, Yesus menerima efek dari dosa yang dilakukan Adam seperti keletihan, sakit tubuh dan kematian yaitu terpisahnya jiwa dengan tubuh. Efek jiwa Adam yang berdosa juga berdampak pada Yesus seperti moral, kesepian, keterasingan dan konflik batin. Semua ini Yesus jalani supaya Ia tersentuh dengan perasaan kelemahan kita tetapi Yesus tidak mudah tergoda dalam hal apapun seperti kita manusia pada umumnya sehingga ia tidak berdosa ( 2 Korintus 5:21). Disini kita melihat bahwa Yesus yang tidak bersalah tetapi entah bagaimana bisa kesalahan kita diperhitungkan kepada-Nya? Inilah pengorbanan Yesus. Bukan hanya itu, Kristus menyelamatkan kita dengan menjadi salah satu dari kita dimana kita adalah orang yang menderita karna dosa dan hidup didunia yang penuh dosa. Kristus lahir melalui perawan Maria (Mat 1:18,23,25) menyatakan bahwa keperawanan Maria menunjukkan “tanda” keunikan dari anak yang berbeda dengan anak pada umumnya, Kristus tidak memiliki ayah duniawi sebagai tanda bahwa Ia berasal dari surgawi yang kekal, bahwa kelahiran Kristus adalah atas inisiatif ilahi yang bukan hasil dari tindakan seks antara pria dan wanita tetapi merupakan pekerjaan langsung Allah yang secara khusus.  Lahir dari perawan bunda Maria menunjukkan bahwa anak yang lahir itu bukan manusia biasa tetapi pribadi kedua dari Tritunggal kudus.  Tetapi fakta lain menyatakan Yesus lahir sebagai anak laki- laki menunjukkan Yesus ada dalam sejarah.  Kedua fakta diatas menunjukkan kepada kita bahwa Allah kita adalah Allah yang jauh tetapi pada saat yang sama merupakan Allah yang dekat atau Allah yang imanen dan juga Allah yang transenden, Allah yang sepenuhnya manusia dan juga Allah yang sempurna.

Pribadi kedua dari Tritunggal kudus sudah ada sebelum manusia ada dan Dia hidup dengan cara Ilahi dan Ia adalah logos Allah. karna Yesus adalah logos Allah maka perawan bunda Maria diberi gelar “Theotokos” atau bunda Allah. Bunda Maria adalah ibu dari anak manusia yang merupakan Putra Allah satu- satunya. Putra Maria adalah orang yang sama dengan putra Allah yang ilahi. Bunda Maria dalam liturgy orthodox menyebutnya sebagai tanpa noda / achrantos, yang suci / panagia, yang tanpa noda / panamomos. Kaum Orthodox percaya ia mati tahun 103. Pada saat itu, tubuh dan jiwanya dibawa ke Surga. Bunda Maria adalah kegembiraan semua ciptaan (Liturgi St Basil), bunga umat manusia dan gerbang surga (dogmatika dalam nada satu), harta berharga seluruh dunia (St Cyril of Alexandria), indah dalam segala hal (St. Ephrem).

Inkarnasi dan taat sampai mati adalah tindakan keselamatan. Yesus itu  :

  1. mengangkat kemanusiaan kita yang hancur, mengangkat citra manusia yang jatuh.
  2. kematian –Nya sebagai korban. Kehadiran dosa dan kejahatan yang tragis harus dibayar dengan  kematian
  3.  Allah yang menderita dan yang disalibkan.
  4.  rekan kita yang  tidak hanya hidup sebagai manusia tetapi mati sebagai manusia. Disini kita melihat bahwa Yesus menanggung segala kesedihan dan sakit  kita (Yes 53:4). Ada 2 arti dari kematian yaitu:
  5. Kematian fisik yaitu pemisahan tubuh dan jiwanya
  6. Kematian rohani yaitu terpisahnya jiwa manusia dengan roh Allah.
  7. Merupakan jendela kita ke alam ilahi,
  8. Menunjukkan kepada kita apa itu Allah (Yoh 1:18)
  9. Menunjukkan kepada kita karakter sejati dari kepribadian manusia itu sendiri
  10. Tuan maha tuan yang sempurna
  11. Berkorban dengan rela menderita dan disalibkan
  12. Salib-Nya adalah tindakan berbagi kasih sampai batas maksimal.
  13. Mengalami Penderitaan jasmani yaitu : dicambuk, memikul salib, ditusuk paku, kehausan dan kepanasan, tergantung- gantung di kayu salib
  14. Mengalami Penderitaan jiwa: keterasingan, kesepian total, meminta untuk dicintai tetapi di tolak (penderitaan getsemani Mat 26:39), takut dan cemas, keringat jatuh ketanah seperti tetesan darah yang besar (Luk 22:44), putus asa, merasakan sakit mental umat manusia (Mat 27:46).
  15. Ketika sampai pada titik kehancuran Kristus adalah pada saat Allah meninggalkan Dia (Matius 27:46)
  16. Adalah seorang Allah yang hidup tetapi ia kehilangan kesadaran akan kehadiran ilahi.
  17.  mengalami kematian rohani yaitu terpisah dari Allah
  18.  Menumpahkan darah-Nya untuk kita dan menerima kehilangan Allah demi kita.
  19. Turun ke neraka dimana Tuhan tidak ada (1 Petrus 3:19) untuk menginjil roh- roh yang telah pergi
  20.  Turun sampai ke dalam sampai kepada ketidakhadiran Allah (Neraka)
  21. Tanpa pamrih mencirikan diri-Nya dengan kesedihan dan keterasingan semua manusia. Hanya Dia yang Dia yang bisa menyembuhkan kita karna hanya Dia yang bisa menang dari pergumulan tersebut.
  22. Menunjukkan kepada kita bahwa sekalipun jiwa dan fisik sendiri  melewati lembah bayang- bayang kematian kita tidak akan pernah sendirian sebab Dia ada
  23. Allah yang kekal yang pada saat yang sama mengalami penghinaan di kayu salib ,
  24. Mengalami kemuliaan di atas gunung tabor
  25. Tersalib tetapi telah menang dalam kebangkitan-Nya
  26. Mati tetapi bangkit
  27. Penyaliban-Nya bukanlah kegagalan tetapi kemenangan-Nya atas penderitaan sebab Ia telah bangkit
  28. Salib-Nya adalah kemenangan cinta yang menderita karna cinta itu kuat seperti maut (Kidung Agung 8:6-7). Salib adalah cinta yang lebih kuat dari maut
  29. Mencintai apa yang telah menjadi milik-Nya di dunia termasuk manusia, Ia cintai sampai selama- lamanya (St. Yohanes)
  30. Mengucapkan kata terakhir “sudah selesai”. Artinya adalah kalimat ini sebagai seruan atas kemenangan (Yohanes 19:30)
  31. Telah memenuhi pekerjaan cinta yang menderita, kemenangan cinta atas kebencian.
  32. Menciptakan dunia, menjadi anak manusia, ikut merasakan penderitaan manusia
  33. Cinta-Nya diuji sampai titik terjauh tetapi tidak merasa sebagai beban
  34. Cahaya cinta-Nya terus bersinar sampai pada titik paling gelap (Yohanes 1:5)
  35. Menghancurkan penderitaan dengan  mengokohkan cinta.

Salib Yesus membuat cinta memiliki kuasa. Yesus memperkenalkan kepada kita cinta yang rendah hati dimana cinta ini memiliki kekuatan yang lebih kuat dari kekuatan maut dan cinta ini lebih kuat dari segala cinta yang lainnya. Cinta yang rendah hati itu setiap kali kita melepaskan dengan rela dan dengan cinta kepahitan dan pemberontakan yang ada dalam hati. Saat kita menderita demi Kristus , itu tidak membuat kita lemah tetapi membuat kita semakin kuat. Cinta Yesus adalah cinta yang kreatif sebab cinta-Nya bukan untuk diri-Nya sendiri tetapi untuk kehidupan yang ada disekitar-Nya, sebab cinta-Nya mengubah hati kita dan kehendak kita, membebaskan kita dari perbudakkan dosa, menjadikan kita utuh seperti semula, menjadikan kita mungkin akan mencintai sesama dan Dia dengan kekuatan Cinta-Nya.

St Basil “ kematian-Nya yang menyelamatkan hidup, tanpa Dia kita tidak bisa melakukan apapun, Ia telah menderita atas nama kita, Ia anak Allah yang menderita sampai mati, penyaliban adalah kemenangan sempurna, pengorbanan dan teladan. Dan dalam setiap kasus kemenangan, pengorbanan dan contoh adalah cinta yang menderita. Melihat salib adalah kemenangan sempurna dari cinta yang rendah hati, pengorbanan Yesus adalah persembahan sukarela yang penuh kasih, salib Yesus adalah contoh bagi kita kesempurnaan cinta yang begitu kuat dan cinta yang kreatif.”

Julian dari Norwich :” Arti dari Allah kita adalah cinta, peganglah Dia maka kita akan banyak belajar tanpa pernah berhenti”. Tuhan bertanya kepada kita:” apakah kamu senang bahwa aku telah menderita untukmu? Jawaban kita : “ Ya ,Tuhan yang baik, saya berterimakasih kepadaMu; Ya, Tuhan yang baik, terberkatilah dan termuliakanlah Engkau”. Tuhan berkata : “ sesungguhnya itu adalah suatu kegembiraan, kebahagiaan, kepuasan yang tak berkesudahan karna Aku  menderita untukmu; dan jika saya akan menderita, saya akan lebih menderita untuk kamu. Kristus yang bangkit dan mati murni dikayu salib menunjukkan Dia manusia sejati, tetapi Ia juga adalah Allah yang benar sebab Ia adalah kehidupan dan sumber kehidupan. Inilah sebabnya kenapa kematian bukanlah kesimpulan terakhir bagi kehidupan orang yang percaya Yesus. Penyaliban adalah kemenangan tetapi pada Jum’at Agung kemenangan itu disembunyikan sedangkan pada pagi minggu paskah kemenangan itu dinyatakan. Kebangkitan Yesus membebaskan kita dari kegelisahan dan kekhawatiran serta ketakutan dari kegelapan alam semesta ini. kebangkitan Yesus memberikan kita harapan akan hidup selamanya.

Bersaksi

St John Chrysostom: Janganlah ada yang takut akan kematian, karena kematian Juruselamat telah membebaskan kita. Kristus telah bangkit dan roh-roh jahat telah jatuh. Kristus bangkit dan para malaikat bersukacita. St Paul, ‘Jika Kristus tidak bangkit, maka sia-sialah pemberitaan kami, dan imanmu juga sia-sia’ (1 Kor. 15:14). Kaum Orthodox percaya bahwa ada kebangkitan yang sejati dari kematian, dalam arti bahwa tubuh manusia Kristus dipersatukan kembali dengan jiwa manusia, dan bahwa makam itu ditemukan kosong. Kamu adalah saksi dari semuanya ini’ (Lukas 24:48). Kristus yang bangkit mengirim kita ke dunia untuk bersaksi dengan orang lain ‘sukacita besar’ dari kebangkitan-Nya.Pastor Alexander Schmemann menulis: Sejak awal Kekristenan telah menjadi saksi  sukacita, satu-satunya sukacita yang mungkin di bumi … Tanpa saksi sukacita ini, Kekristenan tidak dapat dipahami. Gereja hilang di dunia ketika sukacita bersaksi akan cinta Yesus itu hilang, serta saat gereja berhenti bersaksi. Orang Kristen harus semakin membara dalam sukacita akan cinta Yesus dengan terus bersaksi. Pada saat kita bersaksi kita harus memiliki kerendahan hati dan lemah lembut.

Kebangkitan Tubuh

St. Macarius dari Mesir “  Kebenaran  kita bukanlah sistem pemikiran. Kebenaran tidak diciptakan. Faktanya, Kristus adalah kebenaran. Kebenaran adalah pribadi. Kebenaran melampaui kita akal dan pikiran kita; kita tidak akan pernah bisa memahami kebenaran sepenuhnya. Pencarian Kebenaran adalah pencarian pribadi Kristus. Kebenaran adalah Misteri pribadi Kristus; Dan, karena Ia adalah Pribadi, Misteri itu terkait dengan peristiwa perjumpaan. Misteri dan peristiwa adalah satu. Misteri  bagi pikiran Orthodox adalah realitas  Kristus dan pada saat yang sama kita  bertemu Kristus. Origen  berkata “Keajaiban yang luar biasa telah terjadi hari ini: Alam dibuat baru, dan Allah menjadi manusia”.

Kita tahu bahwa  ada yang percaya akan kebangkitan tubuh dan ada juga yang tidak percaya akan kebangkitan. Kita orang Kristen percaya akan kebangkitan tubuh karna ada misteri Kristus yaitu : Dia yang tanpa daging menjadi inkarnasi,  Firman mengenakan tubuh; Yang Tak Terlihat terlihat; Dia yang tidak bisa disentuh tangan ditangani; Dan dia yang tidak memiliki awal sekarang mulai menjadi. Anak Allah menjadi Anak Manusia: Yesus Kristus, sama kemarin, hari ini dan sampai selama-lamanya. Dia yang tidak bersalah dibawa kepengadilan, Dia yang memegang kunci jurang maut tetapi dipenjara dijurang maut, Dia yang menguasai Kerajaan sorga harus berdiri gemetar dihadapan pilatus, Ia sang Pencipta harus kena tamparan ciptaan-Nya. Dia yang datang untuk menghakimi orang yang hidup dan mati dihukum di kayu Salib, Ia Sang penghancur neraka tertutup dalam kuburan. Semua ini ditanggung Yesus dengan penuh cinta yang lembut, tujuannya hanya untuk menyelamatkan manusia dari kutukan, Ia adalah Tuhan yang sabar, Ia layak dimuliakan, biarlah langit bersukacita dan bumi bersukaria, biar seluruh dunia berhenti dan memandang kepada Kristus yang telah bangkit dan pemilik  kehidupan  abadi. Padahal sebelumnya, semua manusia telah bergerak dengan cepat menuju kematian abadi. ketika kita menderita demi injil, kita menyadari ketidaklayakkan kita karna kita tidak sebanding dengan para rasul yang mati martir pada saat gereja mula- mula. Kita harus menyadari untuk selalu memiliki hati yang lembut dan kerendahan hati. Pada saat paskah kita diingatkan bahwa semua kita telah dibawa pada kemenangan spiritual untuk memuliakan satu Allah yang kekal dan merayakannya dengan sukacita. Tetapi pada saat itu, para martir merayakan paskah dengan penuh penderitaan karna mereka didalam penjara. Walaupun mereka didalam penjara sukacita paskah terus ada dalam jiwa mereka sebab Allah hadir dalam jiwa mereka dan mereka tidak akan takut lagi, mereka sadar bahwa saat ini Kristus telah menaklukkan kematian. Sungguh, Dalam penjara ada Kemenangan dan ada Sukacita sebab Kristus telah bangkit! Haleluya.

Personal: sebetulnya inilah yang saya cari – cari selama ini dan jawabannya ada dalam materi yang sedang saya baca. Sebelum saya masuk STT Soteria, ada seorang alumni Soteria bernama kakak Peniel Telaumbanua bertanya kepada saya via telfon begini: “ Des, untuk apa kamu sekolah pendeta? Saya menjawab : kak, saya ingin belajar tentang kehidupan Yesus, saya ingin tahu tentang Yesus karna pada waktu saya SMA, ada guru yang mengajar mata pelajaran Agama, namanya ibu Sembiring  mengatakan bahwa patokan hidup kita adalah kehidupan Tuhan Yesus. Pertanyaan bagi saya secara pribadi: Bagaimana saya bisa tahu pribadi Tuhan Yesus itu sebagai patokan hidup saya? Inilah yang menjadi alasan buat saya kenapa saya harus masuk STT. Saya sangat brsyukur kepada Tuhan, hari ini saya mendapatkan jawaban dari pertanyaan saya dari tahun 2014 yang lalu. Ternyata, 6 tahun saya menanti jawaban itu. Ternyata pribadi Tuhan Yesus itu adalah pribadi yang penuh cinta, cinta yang menderita tetapi pada saat yang sama cinta yang mengalahkan maut, cinta Yesus adalah cinta yang rendah hati, penderitaan Yesus dikayu salib adalah suatu kepuasan Yesus selama- selamanya dan kepuasan itu dinikmati oleh setiap orang yang percaya kepada-Nya. Saya percaya cinta Yesus ini saya terima dan Yesus mau saya bagikan cinta Yesus ini kepada orang lain yang belum mengenal betapa kuatNya Yesus itu sampai- sampai kita bisa terlepas dari jerat maut , dosa dan iblis. Di akhir semester ini, saya akan meminta Tuhan untuk memantapkan hati jiwa ini, dalam memberitakan cinta Yesus kepada orang yang belum kenal Yesus, saya akan terus menggumulkan cinta Yesus dalam hidup saya setiap hari dengan menyatakan cinta Yesus kepada sesama saya. Yang saya lakukan adalah terus mengingat “ mencintai itu tidak boleh berhenti seperti  ketika saya bernafas tidak boleh berhenti. Thankyou So much  Jesus , I love you, I give you my heart , I give you my soul, I give for you alone.

ALLAH SEBAGAI PENCIPTA

Penciptaan adalah dari yang  tidak ada menjadi ada. Allah adalah pencipta-Nya. Allah mencipta segala hal dengan sengaja dan Allah mencipta bukan karna paksaan tetapi  karna ada tujuan yaitu Allah yang adalah kasih dan kasih itu ia curahkan kepada sesuatu yang ada diluar diri-Nya. Kita tahu bahwa Allah Tritunggal mereka saling mengasihi dan karna kasih itu maka terjadilah  penciptaan. Terjadinya  penciptaan  adalah kehendak bebas Allah sendiri dan bukan paksaan karna sebelum Allah mencipta kasih Allah itu tetap sempurna. Terlepas dari itu, ciptaan adalah buah dari kasih Allah. Allah tetap mencipta walaupun kasihNya sudah sempurna supaya ciptaan Allah berpartisipasi.

Sekalipun Allah menciptakan dunia dengan kehendak bebas, ini tetap bukan  kesengajaan tetapi Ia mencipta dengan sangat teratur. Kita ada atau eksis  sampai sekarang karna Allah sudah merancang kita dengan sebaik mungkin. Dunia ini adalah buah dari kehendak bebas kasih Allah dan kebebasan kasih Allah membuat  manusia tidak bisa berdiri  sendiri serta  harus bergantung kepada Allah. Kita sebagai manusia ciptaan tidak bisa menuntut kepada Allah tetapi kita harus mengucap syukur. Kita manusia ada karna pemberian dari Allah- gratis- hadiah kasih Allah, hadiah yang diberikan Tuhan yang  tidak pernah Ia sesali. Hidup ini merupakan hadiah yang sangat sempurna dan tidak ada kekurangan sesuatu apapun, sebab itu kita ada bukan dari kekuatan kita. Jadi, Allah adalah sebagai penyebab dan sumber dari hidup kita bahkan seluruh ciptaan bersumber dari Dia. Allah dipanggil Bapa karna semua hal bersumber dan berasal dari Dia, juga kesempurnaan-Nya. Allah sendiri adalah kata benda-Nya dan ciptaanNya adalah kata sifat-Nya.

Allah tidak hanya pencipta dunia ini tetapi Allah terus bekerja menggerakkan dunia ini, dan menopang ciptaan-Nya. Allah tidak pernah berhenti bekerja dalam 1 detik pun. Semua ciptaan seimbang dan harmonis karna Firman Allah yang hidup itu. Diatas ciptaan ada seperti lubang yang tanpa batas. Dibawah lubang ada kekosongan. Ini yang terjadi kepada setan dan malaikat yang jatuh karna mereka ingin hidup sendiri. Jadi, kita tidak boleh melepaskan diri kita kepada Allah sebab kita akan jatuh dalam lubang kekosongan dunia.

Dalam kej 1: 1  kata “pada mulanya” bukan berbicara tentang Allah penyebab yang terus menerus ada dan menopang, juga pemelihara segala sesuatu. Pantheisme adalah menganggap segala sesuatu adalah Allah ( tidak setuju), sesungguhnya Allah ada didalam segala sesuatu atau ciptaan lewat energinya tapi Ia melampaui segala sesuatu  ciptaan itu ( disetujui). Kejadian 1:3 “ sungguh amat baik segala ciptaan-Nya” . Ciptaan Allah adalah karya ketrampilan Allah yang sungguh amat sempurna termasuk kita manusia .

Ada beberapa pandangan :

  1. Percaya bahwa keberadaan kejahatan suatu kuasa kedua yang ada setelah kebaikan. Ini adalah paham gnostik yang percaya Allah PL adalah Allah yang jahat dan Allah PB adalah Allah yang baik
  2. Selalu ada yang baik dan ada yang jahat, tetapi sesungguhnya dari awal yang ada hanyalah yang baik.

Ada seorang datang ke St Antony di padang gurun seorang yang bijaksana dan berkata “ bapa. bagaimana kamu bisa bertahan untuk tinggal di sini,  Antony menjawab: ‘Buku saya, adalah filsafat  sifat sifat  dari ciptaan, dan kapan pun aku mau, aku bisa membaca nya didalam  karya-karya Tuhan.” Jadi, Anthony bisa bertahan di padang gurun karna ia sedang belajar tentang ciptaan – ciptaan Allah yang ada disekitarnya. Evagrius dari Pontus memahami bahwa dalam diri manusia sendiri ada alam semesta kedua, dalam diri ada matahari, ada bulan, ada bintang- bintang, sebab kita adalah alam semesta kecil.

Lihatlah ke Surga

Saat kita sedang mengalami duka kita harus ingat ada kehidupan didalam Tuhan. Hal ini membuat kita semakin kuat melewati penderitaan di dunia  karna kita akan melihat kehidupan yang kekal di Sorga. Inilah jalan kerohanian kita. Untuk kita bisa bersyukur ditengah penderitaan yang kita alami kita perlu melihat sejenak alam yang telah Tuhan ciptakan, bahwa ciptaan Tuhan itu sungguh amat dahsyat dan bahwa Allah kita adalah Allah yang Maha Kuasa. Sungguh amat baik ciptaan Tuhan itu. Melalui ciptaan Tuhan kita bisa melihat keajaiban Allah dan jiwa kita kembali disegarkan.  Santo Yohanes dari Kronstadt berkata, “ Doa adalah suatu keadaan kita untuk mengucapkan terimakasih kita sebenarnya”. Jika kita bisa mengucap syukur maka kita sudah maju sedikit di jalan kerohanian kita. kita benar- benar menjadi manusia , bahkan kita bisa menjadi diri kita sendiri  saat kita bisa mengucap syukur kepada Allah dalam segala hal. Mengucap syukur adalah hal yang sangat menyenangkan sebab kita adalah ciptaan ilahi-Nya Allah. Bridge dari Diamond berkata “ Ya Tuhan, Engkau telah membawa kami keluar dari kehampaan “.  Hubungan Tuhan dengan dunia kepunyaan-Nya adalah bahwa Allah mencipta dengan kehendak bebas-Nya dan tidak ada yang memaksanya untuk harus menciptakan dunia tetapi Ia menciptakan dunia atas pilihan- ilahi Nya sendiri.

Atas motif apakah Tuhan mencipta? Jawabannya adalah Cinta Allah Kepada Manusia. Kita harus mengatakan bahwa Allah bukan Allah pabrikan, bukan Allah pengrajin, tetapi Ia Allah yang penuh kasih. Penciptaan adalah salah satu tindakan Allah dari kehendak bebas-Nya dan Ia mencipta itu merupakan Cuma- Cuma dan tidak perlu bayaran. Kita tahu bahwa mencintai artinya berbagi. Dalam doktrin Allah Tritunggal disini kita melihat bahwa Tuhan bukan hanya satu tetapi satu dalam tiga pribadi, sebab Dia adalah persekutuan yang berbagi cinta antara satu dengan yang lain. Kita melihat, bahwa cinta ilahi Allah tidak tertutup tetapi kasih itu dicurahkan kepada yang ada diluar diri-Nya. Cinta itu milik Allah dan menciptakan Alam semesta itu dengan penuh cinta dan penuh kegembiraan, sehingga memungkinkan ada makhluk lain yang berpartisipasi seperti kita manusia. Kita harus percaya bahwa semua Ciptaan Tuhan tidak akan pernah terpisah dari diri-Nya sendiri. Setiap  kita manusia selalu ada didalam hati Tuhan dan didalam cinta-Nya Tuhan. Dalam kekekalan Tuhan melihat manusia berpikir dengan memakai pikiran ilahi Allah.  Setiap pribadi Tuhan sudah menyiapkan baginya rancangan yang khas dan itu sangat unik sehingga berbeda dari yang lain. Untuk itu kita perlu berusaha supaya kita selalu ada untuk Allah, sebab inti dari kehidupan kita adalah Allah.

Imam Dan Raja

Manusia adalah Raja dan Imam dari segala ciptaan. Manusia diciptakan dengan sengaja sehingga manusia bisa memberkati dan memuji Tuhan , bisa mengucap syukur kepada Tuhan, bisa bersekutu dengan Allah, dan bisa mengucapkan kata- kata pengakuan kepada Allah bahwa dunia ini adalah milik-Nya Allah. yang kedua, manusia dengan kemampuan pikirnya dan kreatifnya ia bisa mengelola dunia sebagai tugasnya dari Allah sebagai rekan sekerja Allah ( 1 Kor 3:9). Tugas pertama Adam yaitu memberi nama- nama hewan yang sebetulnya ini adalah wujud kreatif manusia. Hasil dari Kreatif  manusia kemudian dibawa kepada Allah sebagai persembahan kepada Allah. Manusia membawa kepada Allah roti dan bukan gandum menunjukkan bahwa manusia memakai kreatifnya sebagai persembahan kepada Allah.  Inilah yang dimaksud bahwa manusia adalah sebagai imam. Manusia adalah raja segala ciptaan karna  melalui semua ciptaan baik yang terlihat maupun yang tidak kelihatan, manusia memberikan penghormatan kepada Allah sebab ciptaan yang lain tidak dapat memuliakan Allah. Pada saat manusia menyucikan dirinya dengan darah Kristus maka pada saat yang sama dia memurnikan dan menguduskan semua makhluk di bumi ini.Dalam hati manusia ada kerajaan Allah (Lukas 17:21). Clemens berkata, untuk mengenal siapa sebenarnya diri sendiri maka ia harus mengenal Allah dan jika orang itu mengenal Allah maka hidupnya segambar dan serupa dengan Allah. St Basil berkata, ketika nous atau roh seseorang tidak dikalahkan oleh keinginan duniawi tetapi roh nya memikirkan Tuhan maka dia akan mengatakan “ Tuhan adalah segalanya bagiku dan Ia tahu segala yang terjadi. Berdamai dengan jiwa maka surga dan bumi akan berdamai dengan Anda, anda akan melihat hal- hal yang ada di surga dengan cara mengarahkan jiwa kepada Allah dan larilah dari dosa (Isaac dari Siria). Allah tidak bisa terkoneksi dengan pikiran kita yang masih keras kepala dan keras kemauan. Argumen bahwa kejahatan dan penderitaan yang dialami manusia seringkali dikatakan sebagai takdir. Jika anak yang dulu mencintai Tuhan sekarang meninggalkan Tuhan karna ia melihat orang tuanya yang depresi, mengalami sakit dan korban kejahatan. Sesungguhnya penderitaan itu bermula pada saat manusia jatuh dalam dosa. Langkah untuk mengatasi tidak terjadi kejahatan adalah dengan tetap sadar bahwa kejahatan yang kita lakukan akan dipertanggungjawabkan diakhirat , bangkit dari kehidupan kejahatan dengan melakukan kehidupan yang rohani, sadari bahwa kejahatan itu berasal dari roh jahat. Sesungguhnya, dosa itu terjadi jika kita tidak taat Firman walaupun kita sadar bahwa itu dosa. Tuhan bisa melakukan semuanya kecuali memaksa kita untuk mencintai-Nya. Kebebasan kita memungkinkan 2 hal yang kita lakukan yaitu kejahatan atau kebaikan. Kebebasan untuk berbuat baik membawa kita berada dalam gambar Allah. Dengan kehendak bebas kita bisa bersatu dalam Allah dalam hubungan cinta kasih. Kekuatan ilahi dalam diri dipakai kembali untuk memberkati  dunia dan  sesama ciptaan.

Dosa asal adalah berbalik dari kasih Tuhan. Hasilnya adalah Allah tidak memandang dunia dan manusia dengan cara ekaristi / bersekutu. Allah berhenti mengganggap manusia sebagai hadiah, dimana kita ditawarkan kembali memberi syukur kepada Sang pemberi. Jika kita terputus dengan Allah maka kita hanyalah debu yang akan kembali menjadi debu (Kej 3:19) .  Efek kejatuhan manusia membuat manusia tunduk pada penyakit dan rasa sakit. Kematian didalam Kristus bukan akhir dari kehidupan tetapi pintu Awal memasuki kehidupan yang abadi. Akibat dosa adalah moral manusia hancur, penuh frustasi dan depresi. Untuk itu apapun dosa dalam diri kita kita harus kita lawan, hidup kita tidak boleh menentang Allah lagi. Penyangkalan diri dengan melawan dosa- dosa masa lalu yang selalu terlintas dalam pikiran kita. caranya dengan diam dihadapan Tuhan, menyangkal dosa. kita perlu bertapa dan berpuasa dihadapan Tuhan. Dosa membuat kita mengalami efeknya tetapi tidak membuat kita hancur total seperti pandangan Calvin. Kita orang percaya harus mengasihi sesama kita yang berdosa dengan menceritakan kasih Yesus kepada mereka melalui kata-kata dan tindakan kita. Cinta Tuhan, niat baik dan rahmat Tuhan kita bisa curahkan kepada mereka. Kita diciptakan untuk memuji Tuhan. Dengan menebarkan cinta didunia maka seluruh alam semesta akan kembali kepada Allah. yang kita lakukan adalah mengasihi orang berdosa supaya mereka mengenal Allah yang maha pengasih yang kita puji setiap hari.

Perenungan pribadi setelah saya membaca tulisan ini adalah, ternyata dalam diri saya masih ada pikiran yang keras kepala dan saya orang yang sangat susah untuk diberitahu hal yang baik. Lewat tulisan rohani ini, saya ditegur dan diingatkan bahwa jika saya keras kepala dan selalalu menolak nasehat yang baik dari orang lain maka pada saat yang sama saya sedang jauh dan terputus dengan Tuhan. untuk itu, saya akan memperbaiki karakter saya yang keras kepala mulai dari sekarang dengan cara dengar- dengaran nasehat Firman Tuhan yang saya dengar dan meminta Tuhan Yesus mengasihani saya supaya hati saya bisa menerima nasehat Tuhan dan nasehat atau hikmat Tuhan itu bisa bertumbuh dan berbuah dalam hidup saya.

Allah Tritunggal atau 3 pribadi dalam satu esensi (Yoh 10:30

Uncreated energies adalah Allah yang menyatakan diri-nya kepada manusia dengan berbagai macam cara.

  1. Allah itu satu  sebab Bapa hanya satu. Satu Esensi menunjukkan kepada Bapa. Dalam Bahasa Yunani satu namanya adalah eis.eis menunjukkan 1 pribadi dan sekaligus juga disebut 1 esensiDalam Yohanes 10 : 30 berkata Aku dan Bapa adalah satu. Satu itu adalah netral. Kristus dan Bapa adalah satu. Satu bukan menunjukkan pribadi tetapi menunjukkan esensi. Karna kata eis ini menunjukkan maskulin maka eis itu adalah Bapa. 
  2. Didalam  Bapa mengeluarkan Anak dan Roh Kudus. Satu Pribadi yang kita sebut sebagai Bapa atau yang kita sebut Allah yang esa ini. Tiga pribadi menunjukkan kepada pribadi Bapa, Pribadi Anak dan Pribadi Roh Kudus.
  3. Dalam Gereja Barat mereka memahami ada 4 Allah yaitu, Allah esa, Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Ilustrasi mereka adalah ada Allah yang Esa yang adalah seperti rumah yang melindungi 3 penghuni yaiu Bapa, Kristus dan Roh Kudus.
  4. Gereja Timur, melihat Bapa adalah Pribadi sekaligus Allah yang esa, kemudian dalam nya ada Kristus dan ada Roh Kudus. Ada perbedaan Allah Bapa, Allah Putra dan Allah Roh Kudus tetapi Allah kita ini tidak akan pernah terpisah karna  distinction but never separation. Atau karna tiga tiganya adalah saling berbagi esensi yang sama, sehingga mereka tidak terpisahkan. Tiga pribadi ini punya satu energi, tiga pribadi ini punya 1 kehendak yang sama, dan mereka tidak pernah terpisah.
  5. Ilustrasinya adalah hidup manusia itu sendiri. Saya adalah Bapa. Kata – kata saya adalah Firman saya bayangannya adalah Firman Allah yaitu Tuhan Yesus Kristus, sedangkan nafas saya adalah udara yang keluar masuk lewat hidung saya dan bekerja dalam diri saya, ini adalah bayang – bayang dari Kristus.
  6. Yoh 1: 18 Esensi Allah tidak pernah kita tahu tetapi yang Tuhan kasih tahu kepada kita adalah Kasih-Nya dan Pengharapan-Nya.
  7. Allah Anak artinya tidak sama seperti manusia melahirkan anak. Lahir disini artinya adalah keluar dari Bapa. Gregory mengatakan : segala sesuatu berasal dari Bapa, kita melihat wahyu itu dari anak, apa yang dipunyai anak itu dipunyai Bapa, seluruh keberadaan Bapa tinggal didalam diri anak (kolose 2:9). Dalam diri Yesus secara daging, didalam daging Kristus ada keberadaan Allah. Pada waktu Firman berinkarnasi jadi manusia, roh Yesus dan roh Bapa adalah satu . Allah tritunggal adalah keberadaan diri Allah yang diwahyukan Allah kepada para bapa gereja. Jika kita melihat anak sama artinya melihat Bapa, roh Kudus mendiami Bapa, Bapa mendiami Roh Kudus, Kristus mendiami Roh Kudus dan Roh Kudus mendiami Kristus, mereka selalu saling mendiami. Jika Roh Kudus ada dalam diri ku maka itu artinya dalam diriku ada Bapa dan juga Yesus ada dalam diriku.
  8. Diantara ketiganya ada sharing dan komunitas, perbedaan secara pribadi tidak membuat jadi bingung. Allah Tritunggal artinya 3 pribadi yang berbeda tetapi satu esensi , berbeda 3 pribadi tetapi 3 itu tidak pernah terpisah.
  9. Karakter dari 3 pribadi ini
  10. Bapa adalah sumber
  11. Anak keluar dari sumber
  12. Roh Kudus dari sumber
  13. Kita harus menyukai bahwa Allah itu terang dan Allah itu kasih. Allah tidak menciptakan terang tetapi secara otomatis. Jika kita hidup dalam gelap maka kita terpisah dari Allah dan itu adalah neraka buat diri kita sendiri.
  14. Secara kekal Bapa mengeluarkan Anak. Anak sudah ada sejak dunia masih belum ada. Anak sudah ada dalam kekekalan bukan pada saat inkarnasi. Dia sebagai Firman sudah menjadi Firman sebelum berinkarnasi. Roh Kudus keluar dari Bapa sejak kekekalan bukan pada saat turunnya Roh Kudus . Pada saat Roh Kudus diutus oleh anak ke dunia , mereka tidak akan pernah terpisah dan selalu bersama- sama.
  15. Pekerjaan Allah Tritunggal
  16. 2 Tangan Allah maksudnya adalah Anak dan Roh Kudus. Tujuannya adalah untuk penciptaan  ( Mazmur 33: 6)
  17. Inkarnasi. Bapa mengutus Roh Kudus untuk menguduskan Maria ( Lukas 1: 35). J
  18. Baptisan Kristus ( Matius 3: 16-17)
  19. Dalam Trsanfigurasi Yesus (Mat 17:5), Lukas 9:34 ini adalah kehadiran dari Roh Kudus
  20. Dalam perjamuan kudus (anggur yang diminum adalah karya Roh Kudus)
  21. Dalam Doa – doa
  22. Membuat tanda salib (berdoa kepada Allah Tritunggal)
  23. Kehidupan dalam Allah Tritunggal. Ini adalah kesaksian Frederica, Tritunggal harus dihidupi dalam doa , bukan hanya untuk dipelajari.
  24. Kita jangan memakai nama Allah hanya untuk diucapkan saja tetapi hidupilah dalam dirimu. Jika kita makin mengasihi Yesus  maka kita makin mengenal Yesus. Pada waktu kita mendekat kepada Allah jangan menggunakan emosi, atau menggunakan logika, tetapi kita harus menggunakan nous kita yang menerima Yesus. Bagaimana pikiran yang benar? Bagaimana emosi yang benar?

Person dan Love

3 Poin untuk menunjukkan Allah itu ada

  1. Ciptaan
  2. Dalam diri kita sendiri
  3. Hubungan kita sesama manusia

  Kita membuktikan Allah itu ada  oleh iman kita dengan relasi yang secara pribadi dengan Tuhan, inilah satu-satu nya cara untuk mengenal Allah. Secara kasih, Allah adalah kasih sehingga kita mempunyai kasih dalam diri kita. Kasih Allah atau terang Allah ada dalam diri Allah itu sendiri. Karna iman kita dapat mengasihi , tetapi ada juga orang yang mengasihi orang dengan menganggap orang itu sebagai objek. Kita harus menjadi terang Allah dengan tiap hari bergaul dengan Allah tiap hari.  Kita tahu Allah itu baik saat kita mengalami sendiri. Energi Allah bukan sesuatu yang kita miliki tetapi energi Allah itu sendiri adalah Allah itu sendiri. Apakah energi Allah sama dengan kuasa Allah.

Pelajaran hari ini : Allah adalah Allah Tritunggal mengingatkan saya bahwa Allah yang saya sembah adalah Allah yang mempunyai 3 pribadi tetapi hanya satu substansi. Allah yang tiga pribadi ini mempunyai kehendak yang sama, mereka saling mengasihi, dan mereka satu komunitas. refleksi buat saya secara pribadi  saya harus menghidupi Allah tritunggal dalam diri saya , mengikuti jejak Allah itu sendiri.

Allah Tritunggal atau 3 pribadi dalam satu esensi (Yoh 10:30)

Uncreated energies adalah Allah yang menyatakan diri-nya kepada manusia dengan berbagai macam cara.

  1. Allah itu satu  sebab Bapa hanya satu. Satu Esensi menunjukkan kepada Bapa. Dalam Bahasa Yunani satu namanya adalah eis.eis menunjukkan 1 pribadi dan sekaligus juga disebut 1 esensiDalam Yohanes 10 : 30 berkata Aku dan Bapa adalah satu. Satu itu adalah netral. Kristus dan Bapa adalah satu. Satu bukan menunjukkan pribadi tetapi menunjukkan esensi. Karna kata eis ini menunjukkan maskulin maka eis itu adalah Bapa. 
  2. Didalam  Bapa mengeluarkan Anak dan Roh Kudus. Satu Pribadi yang kita sebut sebagai Bapa atau yang kita sebut Allah yang esa ini. Tiga pribadi menunjukkan kepada pribadi Bapa, Pribadi Anak dan Pribadi Roh Kudus.
  3. Dalam Gereja Barat mereka memahami ada 4 Allah yaitu, Allah esa, Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Ilustrasi mereka adalah ada Allah yang Esa yang adalah seperti rumah yang melindungi 3 penghuni yaiu Bapa, Kristus dan Roh Kudus.
  4. Gereja Timur, melihat Bapa adalah Pribadi sekaligus Allah yang esa, kemudian dalam nya ada Kristus dan ada Roh Kudus. Ada perbedaan Allah Bapa, Allah Putra dan Allah Roh Kudus tetapi Allah kita ini tidak akan pernah terpisah karna  distinction but never separation. Atau karna tiga tiganya adalah saling berbagi esensi yang sama, sehingga mereka tidak terpisahkan. Tiga pribadi ini punya satu energi, tiga pribadi ini punya 1 kehendak yang sama, dan mereka tidak pernah terpisah.
  5. Ilustrasinya adalah hidup manusia itu sendiri. Saya adalah Bapa. Kata – kata saya adalah Firman saya bayangannya adalah Firman Allah yaitu Tuhan Yesus Kristus, sedangkan nafas saya adalah udara yang keluar masuk lewat hidung saya dan bekerja dalam diri saya, ini adalah bayang – bayang dari Kristus.
  6. Yoh 1: 18 Esensi Allah tidak pernah kita tahu tetapi yang Tuhan kasih tahu kepada kita adalah Kasih-Nya dan Pengharapan-Nya.
  7. Allah Anak artinya tidak sama seperti manusia melahirkan anak. Lahir disini artinya adalah keluar dari Bapa. Gregory mengatakan : segala sesuatu berasal dari Bapa, kita melihat wahyu itu dari anak, apa yang dipunyai anak itu dipunyai Bapa, seluruh keberadaan Bapa tinggal didalam diri anak (kolose 2:9). Dalam diri Yesus secara daging, didalam daging Kristus ada keberadaan Allah. Pada waktu Firman berinkarnasi jadi manusia, roh Yesus dan roh Bapa adalah satu . Allah tritunggal adalah keberadaan diri Allah yang diwahyukan Allah kepada para bapa gereja. Jika kita melihat anak sama artinya melihat Bapa, roh Kudus mendiami Bapa, Bapa mendiami Roh Kudus, Kristus mendiami Roh Kudus dan Roh Kudus mendiami Kristus, mereka selalu saling mendiami. Jika Roh Kudus ada dalam diri ku maka itu artinya dalam diriku ada Bapa dan juga Yesus ada dalam diriku.
  8. Diantara ketiganya ada sharing dan komunitas, perbedaan secara pribadi tidak membuat jadi bingung. Allah Tritunggal artinya 3 pribadi yang berbeda tetapi satu esensi , berbeda 3 pribadi tetapi 3 itu tidak pernah terpisah.
  9. Karakter dari 3 pribadi ini
  10. Bapa adalah sumber
  11. Anak keluar dari sumber
  12. Roh Kudus dari sumber
  13. Kita harus menyukai bahwa Allah itu terang dan Allah itu kasih. Allah tidak menciptakan terang tetapi secara otomatis. Jika kita hidup dalam gelap maka kita terpisah dari Allah dan itu adalah neraka buat diri kita sendiri.
  14. Secara kekal Bapa mengeluarkan Anak. Anak sudah ada sejak dunia masih belum ada. Anak sudah ada dalam kekekalan bukan pada saat inkarnasi. Dia sebagai Firman sudah menjadi Firman sebelum berinkarnasi. Roh Kudus keluar dari Bapa sejak kekekalan bukan pada saat turunnya Roh Kudus . Pada saat Roh Kudus diutus oleh anak ke dunia , mereka tidak akan pernah terpisah dan selalu bersama- sama.
  15. Pekerjaan Allah Tritunggal
  16. 2 Tangan Allah maksudnya adalah Anak dan Roh Kudus. Tujuannya adalah untuk penciptaan  ( Mazmur 33: 6)
  17. Inkarnasi. Bapa mengutus Roh Kudus untuk menguduskan Maria ( Lukas 1: 35). J
  18. Baptisan Kristus ( Matius 3: 16-17)
  19. Dalam Trsanfigurasi Yesus (Mat 17:5), Lukas 9:34 ini adalah kehadiran dari Roh Kudus
  20. Dalam perjamuan kudus (anggur yang diminum adalah karya Roh Kudus)
  21. Dalam Doa – doa
  22. Membuat tanda salib (berdoa kepada Allah Tritunggal)
  23. Kehidupan dalam Allah Tritunggal. Ini adalah kesaksian Frederica, Tritunggal harus dihidupi dalam doa , bukan hanya untuk dipelajari.
  24. Kita jangan memakai nama Allah hanya untuk diucapkan saja tetapi hidupilah dalam dirimu. Jika kita makin mengasihi Yesus  maka kita makin mengenal Yesus. Pada waktu kita mendekat kepada Allah jangan menggunakan emosi, atau menggunakan logika, tetapi kita harus menggunakan nous kita yang menerima Yesus. Bagaimana pikiran yang benar? Bagaimana emosi yang benar?

Person dan Love

3 Poin untuk menunjukkan Allah itu ada

  1. Ciptaan
  2. Dalam diri kita sendiri
  3. Hubungan kita sesama manusia

  Kita membuktikan Allah itu ada  oleh iman kita dengan relasi yang secara pribadi dengan Tuhan, inilah satu-satu nya cara untuk mengenal Allah. Secara kasih, Allah adalah kasih sehingga kita mempunyai kasih dalam diri kita. Kasih Allah atau terang Allah ada dalam diri Allah itu sendiri. Karna iman kita dapat mengasihi , tetapi ada juga orang yang mengasihi orang dengan menganggap orang itu sebagai objek. Kita harus menjadi terang Allah dengan tiap hari bergaul dengan Allah tiap hari.  Kita tahu Allah itu baik saat kita mengalami sendiri. Energi Allah bukan sesuatu yang kita miliki tetapi energi Allah itu sendiri adalah Allah itu sendiri. Apakah energi Allah sama dengan kuasa Allah.

Pelajaran hari ini : Allah adalah Allah Tritunggal mengingatkan saya bahwa Allah yang saya sembah adalah Allah yang mempunyai 3 pribadi tetapi hanya satu substansi. Allah yang tiga pribadi ini mempunyai kehendak yang sama, mereka saling mengasihi, dan mereka satu komunitas. refleksi buat saya secara pribadi  saya harus menghidupi Allah tritunggal dalam diri saya , mengikuti jejak Allah itu sendiri.

Allah Adalah Misteri

Allah itu bisa dikenal dan bisa juga tidak  bisa dikenal. Jauh melampaui semua kata- kata dan pengabdian kita. Allah dekat dengan kita dalam wujud kasih-Nya kepada kita. Anak kecil bisa mengenal Allah tetapi yang sudah belajar teologi belum tentu. Allah itu satu. Sorga itu adalah Allah, terang ialah Allah. Perjalanan iman kita adalah seperti orang yang sedang mendaki gunung tetapi ditengah jalan ada kabut, atau seperti perjalanan Abram yang disuruh Allah untuk keluar dari negrinya, dasar hidup  Abram adalah hanya iman dan ketaatan kepada perintah  Allah (kejadian 12:1).

Keagungan Allah melampaui seluruh bumi (kej 8: 2), Allah itu adalah Allah yang lain sekaligus Allah yang dekat, untuk itu lah kita memakai negatif sekaligus positif. Jika positif Allah adalah kasih tetapi pada saat yang sama kita tidak bisa mengukur dengan standar kita  seberapa besar kasih Allah , untuk itu kita harus berjaga- jaga. Maka pendekatan kita adalah secara negatif kita tidak tahu seperti apa Allah itu.

Kita tahu Allah itu adil tetapi kita tidak bisa mengukur dengan standar kita sebesar apa keadilan Allah itu. Belajar tentang Allah yang harus kita lakukan terlebih dahulu adalah pertobatan dari diri sendiri dan pikiran kita mau diubahkan oleh Allah secara roh. Pada saat belajar tentang Allah , hal itu membuat kita semakin kagum kepada Allah yang hidup dan yang penuh dengan misteri. Misteri berasal dari kata myein yang artinya untuk menutup mata atau mulut. Misteri itu memang tersembunyi tetapi dinyatakan untuk pengetahuan kita. Allah yang misteri ini bisa mewahyukan diri-Nya melalui pribadi dan kasih-Nya.

Iman Kepada Allah Sebagai Pribadi   

        Dalam doa pengakuan iman Rasuli kita tidak mengatakan Aku percaya bahwa ada satu Allah tetapi saya tidak kenal Dia. Yang benar adalah I Believe in you , Artinya aku percaya sepenuhnya bahwa  Allah adalah pengharapanku, Allah adalah kekuatanku . kita bisa berani mengatakan kepada Allah karna kita punya relasi dengan Dia . Allah bisa kita jalin relasi karna Dia adalah pribadi yang tidak sama seperti patung. Allah adalah bukan susunan argumentasi yang banyak teorinya yang bisa memuaskan pikiran kita. Jadi, Allah bukan I believe that tetapi yang benar adalah Allah I believe in. Allah ku Engkau yang kuandalkan, Engkau harapanku. Tindakan iman adalah satu dialog terus menerus yang disertai keragu- raguan. Iman adalah menggumuli sebelum kita menemukan kedamaian yang sesungguhnya. Iman adalah proses  yang terus menerus untuk terus mempertanyakan Allah melalui relasi kita kepada Allah. mengenal Allah secara pribadi jauh lebih penting dari pada mengetahui data- data tentang Allah. Jika kita mengenal pribadi Allah kita harus menjalin relasi dengan Dia dengan semakin cinta dengan Allah. Disepanjang sejarah, orang beriman selalu dibuktikan dengan kasih-Nya kepada Allah. Penderitaan orang Kristen tidak sia- sia karna itu adalah bukti kasih Allah. Jadi , Allah adalah pribadi yang kita kasihi .

Paulus membuktikan bahwa Allah itu ada dengan pengalaman langsung ( direct experience), dan ini lah yang membuat Paulus bertobat dan menjadi penginjil di hampir seluruh benua Asia dan eropa.

Bukti Allah Ada:

  1. Dunia sekeliling kita , alam, jika ada masalah kejahatan maka ada juga masalah kebaikan, Allah menyusun organ tubuh kita dengan sangat teratur
  2. Allah kita temukan dalam diri kita sendiri dengan kita punya moral dan hati nurani. Kita bisa tahu mencemarkan nama baik itu adalah jahat, mencuri itu adalah jahat. Dalam hati manusia, ada kedalaman dalam hati manusia yang mencari sesuatu kekuatan yang lebih besar dari diriNya sendiri. Seperti manusia menyembah patung, menyembah bulan atau matahari dan lain sebagainya. Manusia menyembah patung dewa dewi karna pemahaman mereka tentang Allah memakai kemanusiaan mereka.
  3. Relasi manusia dengan sesama menghasilkan kasih sebab kasih berasal dari Allah.

Secara pribadi saya , mengungkapkan bahwa Percaya kepada Allah membuat saya melihat segala sesuatu yang ada dibumi adalah saling terhubung karna berasal dari satu sumber yang sama yaitu Allah yang saya percayai. 

Esensi dan energi

       Esensi Allah adalah substansi Allah dengan kata lain Aku adalah Aku. Sedangkan Energi Allah adalah penyataan diri Allah. Allah adalah tidak di kenal tetapi di kenal, tersembunyi tetapi dinyatakan. Substansi sama artinya dengan natur, natur Allah adalah satu . Pada sisi lain Allah punya energi . Energi Allah adalah tindakan- tindakan Allah. Segala hal yang menyangkut natur Allah kita tidak pernah bisa pahami tetapi Allah bisa kita pahami Allah melalui energi atau melalui tindakan atau melalui kuasa- kuasa Allah. Kita tidak pernah tau esensi Allah tetapi kita percaya ada Allah karna kita mengalami energi atau kuasa Allah. Energi Allah adalah kehadiran Allah. Energi Allah bukan pancaran dari energi Allah tetapi energi Allah adalah Allah itu sendiri  yang menyatakan diri-Nya dalam segala manifestasi dan aktivitas.  

     Allah pencipta dan Allah berinkarnasi . Allah itu simpel dan Allah tidak terbagi- bagi. Esensi Allah menyatakan keberadaan Allah itu secara utuh yang memang kita tidak tahu sama sekali. Sedangkan energi Allah adalah tindakan – tindakan Allah itu sendiri. Anugrah Allah adalah energi Allah adalah kasih karunia Allah adalah Terang, bahwa Allah adalah kasih, bahwa Allah adalah Sorga. Perbedaan energi Allah dan esensi Allah menunjukkan kita bisa melihat Allah melalui energi Allah dan bahwa kita tidak akan pernah bisa pahami karna esensinya tidak bisa kita lihat. Teosis adalah mengalami kemuliaan seperti Allah oleh karna Energi Allah. Allah itu melampaui segala pikiran kita tetapi energi Allah membuat kita dekat dengan Allah sebab Dia ada dalam hati Allah.

      Setiap makhluk yang keliatan maupun yang tidak keliatan merupakan teofani dari Allah itu sendiri. Orang percaya melihat Allah dari mana- mana aja bisa bahkan dari masalah yang dialami mereka bisa melihat Allah. Yang paling penting adalah mengasihi Allah. Kita tidak tahu Allah dari esensi tetapi kita hanya tau Allah adalah lewat pemeliharaan hidup kita , kita bisa merasakan kuasa hikmat dan kasih Allah yang ada dalam hidup kita. Kasih itu tidak membuat kita mengasihi diri sendiri lagi tetapi membuat kita mengasihi sesama kita.

Kesimpulan: untuk percaya kepada Allah yang misteri kita harus butuh iman dan bukan mujizat. Bahkan untuk bisa percaya kepada Allah adalah suatu Anugrah dari  Allah.

Allah Sebagai Roh

          Roh Allah yang telah diberikan kepada tubuh kita ini tidak bisa ditahan oleh kesedihan atau oleh tekanan. Pastor Hermas berkata, “ketika Roh Allah turun ke atas seseorang dan menaungi dia dengan kepenuhan, maka jiwanya meluap dengan sukacita. Kerajaan surga itu adalah damai dan sukacita dalam Roh Kudus.”  Jika dalam batin kita ada damai maka semua orang yang ada disekitar memperoleh keselamatan. Pada saat kita berdoa, Kita sedang menanti  Roh Kudus. Setiap kita punya kerinduan untuk hidup didalam Roh, ingin dipimpin oleh Roh dan ingin menghirup Roh Allah supaya tetap hidup. Pada saat kita mengangkat tangan , maka maknanya adalah: kita sedang berkata kepada Roh, “Datanglah”. Sifat rahasia  Roh adalah angin dan api, hal inilah yang membuat Ia sulit untuk di bicarakan dan ditulis tentang Dia. St Symeon berkata: Roh kudus memperoleh namanya dari benda yang menjadi sandaran-Nya, karna Ia tidak memiliki nama yang khas diantara manusia. Roh Kudus tidak bisa kita lihat, tidak bisa kita pegang  karna Ia seperti angin atau nafas (Kis 2:2) kita tidak tau kemana arahnya, dari mana asalnya atau kemana Ia akan pergi (Yoh 3:18). Kita bisa mendengar-Nya seperti kita mendengar pohon yang bergoyang karna angin, seperti kalau kita berjalan diatas pada malam hari kita merasakan tamparan angin malam. Roh Allah tidak bisa ditimbang dan diukur atau disimpan dalam kotak sekalipun itu ada kuncinya. Roh Allah seperti udara yang kita hirup, sebab Ia adalah sumber kehidupan. Seperti udara ada  dimana- mana Dia ada dan mengisi segala tempat, Roh Kudus juga demikian selalu ada disekitar kita dan selalu ada didalam kita. Udara dapat dilihat  dan didengar melalui medianya (benda atau pohon), demikian juga Roh Kudus menyatakan wajah-Nya  kepada kita melalui wajah Kristus.

          Dalam Alkitab, Roh Kudus disamakan dengan api. Pada saat Roh Kudus turun atas jemaat mula- mula pada hari pentakosta yang dinyatakan dalam bahasa lidah , seperti lidah api (Kis 2:3). Api sukar dipahami, hidup bebas, selalu bergerak, tidak dapat diukur, tidak dapat dikekang dalam batasan- batasan, panasnya dapat dirasakan tetapi kita tidak bisa simpan ditangan kita, Dia punya kekuatan tetapi hanya pribadi kedua dari Allah Tritunggal yang bisa memberitahu kepada kita melalui Alkitab. Yesus Kristus berasal dari Allah Bapa. Roh Kudus yang menjelaskan kepada kita tentang hal itu dalam alam roh yang ada dalam diri para Murid dan para penulis Alkitab. Hubungan antara Allah Bapa dengan Allah anak tidak sama dengan hubungan antara Allah Bapa dengan Roh Kudus, perbedaannya kita tidak tahu kecuali kita mengalami langsung.

          Akan tetapi, kaum Orthodox percaya dan mengajarkan 2 hal tentang Roh Kudus:

  1. Roh Kudus adalah pribadi ketiga dari Allah Tritunggal. Jadi, semua yang sulit kita pahami tentang Allah , hal itu terjadi  Allah itu adalah Roh.
  2. Roh sebagai pribadi ketiga dari Allah tritunggal, Ia sama dan sejajar dengan 2 pribadi lainnya; Dia bukan hanya fungsi yang tergantung pada mereka atau perantara dari pekerjaan mereka.

Roh Kudus tidak memiliki awal atau akhir, selalu bergabung dengan Allah Bapa dan Allah anak, Ia adalah kehidupan atau dan pemberi kehidupan, Ia adalah cahaya dan pemberi cahaya, Ia adalah cinta dan sumber cinta, Ia yang memperkenalkan Bapa dan Kristus kepada kita, melalui Dia Allah anak dimuliakan. Tritunggal kudus adalah satu penyembahan , satu kekuatan, dan satu struktur. Kristus mengirimkan Roh kepada kita pada hari pentakosta setelah Yesus naik ke Surga, tetapi pada saat yang sama Rohlah yang mengutus Kristus. Mari kita mengikuti pola Trinitas:

  1. Inkarnasi. Roh Kudus turun keatas Maria, Roh Kudus menyusun Logos Allah menjadi anak Manusia. Pengakuan iman rasuli, mengatakan bahwa “ Yesus Kristus adalah penjelmaan dari Roh Kudus dan perawan Maria. Jadi, Roh yang mengutus Kristus ke dunia.
  2. Baptisan. Mereka punya hubungan yang sama. Pada saat Yesus keluar dari sungai Yordan, Roh Kudus turun atas diri-Nya dalam bentuk seekor merpati. Disini kita melihat bahwa Roh Kudus menugaskan dan mengirim Kristus untuk melayani dunia. Kita ingat, bahwa Roh Kuduslah yang mendorong Kristus ke padang gurun selama 40 hari untuk melewati ujian sebelum Ia berkhotbah (Markus 1:12). Yesaya 61: 1 menjelaskan bahwa Roh Allah ada pada Kristus, Karna Ia telah mengurapi Kristus untuk membritakan injil kepada orang miskin (Lukas 4:18).  Gelar-Nya sebagai Kristus atau mesias menunjukkan bahwa Dia diurapi oleh Roh Kudus.
  3. Transfigurasi. Roh Kudus turun keatas Kristus dalam bentuk cahaya. Transfigurasi Yesus menunjukkan Kristus keluar sebagai korban kematian di Yerusalem (Lukas 9:31).
  4. Pentakosta.Ada hubungan timbal balik. Sekarang Roh mengutus Kristus dan sekarang juga Kristus yang bangkit mengutus Roh. Tujuan Pentakosta adalah penyelesaian Inkarnasi. St. Athanasius berkata “ Firman menjadi manusia agar kita dapat menerima Roh Kudus.
  5. Kehidupan Kristen. Kehidupan Kristen itu adalah selalu bersekutu secara terus menerus untuk datang bersama- sama kepada Allah dan berdoa kepada-Nya (Mat 18:20). Roh Kudus dan Kristus telah memberikan contoh kepada kita, karna tugas Roh Kudus setelah Yesus naik ke Surga adalah bersaksi tentang Kristus yang kita kenal dengan hari pentakosta, kemudian  Roh kudus juga membangkitkan Tuhan kita dimana Ia pernah hadir ditengah- tengah kita. Jika tujuan anak Allah menjadi manusia (inkarnasi) adalah mengirimkan Roh kudus pada hari peringatan pembebasan  perbudakan dosa seperti hari peringatan pembebasan orang Israel dari perbudakan di Mesir ( pentakosta)  dan tujuan pentakosta  adalah melanjutkan inkarnasi (Allah yang menjadi manusia  yang terus bersekutu dengan manusia). Firman Tuhan berkata dimana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, disitulah Aku ada ditengah- tengah mereka (Mat 18: 20).  Pertanyaannya adalah: Bagaimana cara  Tuhan Yesus Kristus bisa bersama- sama dengan kita? Dan jawabannya adalah melalui Roh Kudus. Roh Kuduslah bukan hanya menghibur kita tetapi Ia juga memperkenalkan kepada kita Tuhan Yesus secara langsung. Secara langsung kita kenal Tuhan Yesus seperti murid- murid Yesus mengenal Tuhan Yesus. Kristus sudah lahir berarti Kristus sudah lahir dalam hati kita sendiri. Fakta bahwa dulu Kristus sudah mati di kayu salib tetapi sekarang ini Kristus sudah mati untuk dosa kita yang telah kita perbuat. Kita tidak hanya mengatakan “Kristus sudah bangkit” tetapi melalui Roh Kudus yang ada dalam hati kita mengatakan “ Kristus telah bangkit, Dia hidup sampai sekarang di dalam hati saya, Ia adalah juruselamat pribadi saya. Sebetulnya, kedekatan kita dengan Tuhan Yesus dan pengenalan kita akan pribadi-Nya semuanya adalah pekerjaan Roh Kudus. Roh Kudus tidak berbicara kepada kita tentang diri-Nya tetapi yang Ia bicarakan kepada kita adalah tentang Tuhan kita Yesus Kristus yang telah bangkit dan hidup(Yohanes 16:13-14). Ada 3 hal yang kita pelajari dari pentakosta yaitu:
  6. Pentakosta adalah hadiah bagi semua umat Allah yang telah dibaptis secara rohani untuk menerima Roh Kudus (Kis 2:4). Jadi, kita semua yang adalah umat Allah adalah pembawa Roh Kudus ke dalam dunia
  7. Pentakosta adalah karunia persatuan. Gereja sebelum menerima Roh Kudus mereka terus berkumpul dalam satu tempat (Kis 2:1). Kita satu tubuh dalam tubuh Kristus. Jemaat Tuhan yang menjadi anak rohani pada saat hari pentakosta membalikkan pengaruh menara Babel (Kejadian 11:7). Menara Babel mengingatkan kita akan kumpulan manusia yang bersatu tetapi untuk memuliakan diri mereka sendiri dan bukan untuk memuliakan Allah sehingga mengacau balaukan bahasa mereka , maka munculah berbagai macam suku bangsa dan bahasa yang beragam- ragam. Pada hari Pentakosta, Allah membagikan lidah api, Ia memanggil semua orang bersatu. Itulah sebabnya semua jemaat satu suara untuk memuliakan Roh Kudus. Roh kudus membawa kesatuan, membawa rasa saling pengertian, memungkinkan jemaat berbicara dengan satu suara. Ia bisa mengubah kita yang egois menjadi pribadi yang sehati dan sejiwa (Kis 2:44; 4:32). Biarlah ini menjadi pertanda bagi kita  bahwa gereja ada bukan untuk terpecah- pecah atau terbagi – bagi tetapi untuk bersama- sama bersatu memuliakan Allah kita
  8. Karunia Roh adalah karunia keberagaman: lidah api ‘terbelah’ atau ‘terbagi’ (Kis 2:3), dan mereka diberikan kepada masing- masing secara langsung. Roh Kudus tidak hanya membuat kita satu,tetapi Dia juga membuat kita masing- masing berbeda. Pada hari pentakosta, keanekaragaman tidak dihapuskan, tetapi tidak lagi menjadi penyebab perpisahan; masing- masing berbicara seperti sebelumnya dengan lidahnya sendiri, tetapi dengan kuasa Roh Kudus masing- masing dapat memahami apa yang diucapkan satu sama lain. Karakter yang ada dalam diri kita benar- benar bebas untuk menjadi diri sendiri dan itu adalah keunikan setiap pribadi. Kebebasan  ini mari kita pakai sebagai kesempatan dengan sebaik-baiknya untuk datang kepada Tuhan dan bergaul dengan Dia. Kita juga butuh rohaniawan yang terus mengingatkan kita untuk memakai kebebasan ini untuk memuliakan nama Tuhan.

Seorang pemimpin rohani lebih mengutamakan hubungan jemaat dengan Allah secara pribadi. Ia harus menyadari bahwa dalam mengasihi Allah boleh dengan ciri khas masing- masing, dengan kebebasan yang kita miliki kita pakai untuk hidup dalam roh. Betul bahwa setiap kita mengaku dosa dihadapan Tuhan atau dihadapan orang tua rohani, selalu saja dosa yang sama. Bukan itu yang menjadi masalahnya. Hal yang penting adalah bagaimana kita punya cara baru supaya bebas dari dosa tersebut. Bagaimana usaha kita untuk lepas dari dosa kita. Pengorbanan kita inilah yang paling berharga dihadapan Tuhan. Setiap tahun umur kita semakin bertambah tetapi bukan jumlah usia yang penting justru yang paling penting adalah apakah kita sudah semakin bijaksana dalam pengenalan kita akan Allah? Apakah kita sudah bisa dipimpin oleh Roh Kudus atau belum? Apakah kita sudah membimbing orang- orang yang ada disekitar kita ke jalan kebenaran dan mengajak mereka untuk punya hubungan pribadi dengan Allah? tugas kita adalah mengambil jiwa dan kehendak manusia dan kemudian dibawa kepada kehendak Allah. Ada seorang murid dari pendeta Zakharia mengatakan bahwa pemimpin rohani itu memiliki kedamaian batin dan semua orang yang ada di sekitarnya akhirnya menemukan keselamatan. Pemimpin Rohani diperlengkapi oleh Roh Kudus untuk menegaskan sesuatu yang penting, untuk membaca rahasia yang ada dalam hati manusia, menyembuhkan jiwa sesama yang terluka, berdoa syafaat untuk orang lain, menasehatkan anak – anak untuk terus berdoa, siap menerima suka dan duka sebagai milik pribadi. Roh Kudus berbicara langsung dihati setiap orang untuk untuk membimbing dan menyembuhkan baik dari diri sendiri maupun sesama yang jiwanya sedang terluka. Setiap orang yang sudah diselamatkan oleh kasih karunia Allah pribadinya adalah kenabian dan bukan pejabat institusi. Pada umumnya mereka adalah para biksu, biarawan dan biarawati, imam, Bapa dan Ibu rohani. Seorang murid rohani pasti akan datang kepada orang tua rohani jika mereka sedang bermasalah dan mengaku segala kesalahannya. Untuk datang kepada bapa dan ibu rohani tidak diatur waktunya, boleh setiap hari atau setiap mengalami masalah. Sebab, sesungguhnya orang tua rohani kita yang sesungguhnya adalah Roh Kudus yang selalu ada dalam hati kita. Ia selalu membimbing kita secara pribadi. Jika seorang orang tua menemukan ada murid rohaninya yang keras kepala, ia harus berdoa terus kepada Allah agar Allah memberikan tindakan unik dan khusus kepada orang yang keras kepala. Pemimpin Rohani juga penting untuk menuntun anaknya mencapai titik kedewasaan rohani dimana seorang anak rohani bisa memutuskan sendiri apa yang harus ia lakukan untuk memuliakan Allah. Sesungguhnya Ia  menyatakan diri-Nya lebih dahulu kepada kita tetapi jika kita tidak menerima nasehat-Nya maka Ia menyembunyikan diri-Nya kepada kita; Kata- kata Roh Kudus adalah Kreatif dan memberi kehidupan, memberikan solusi untuk menyelesaikan suatu masalah yang sepertinya mustahil bagi kita untuk bisa menyelesaikan masalah tersebut. Seseorang hanya bisa berubah baik dan membuka hatinya dalam hal cinta kasih  jika ia dicintai dengan sungguh- sungguh dan merasakan cinta kasih Allah nyata dalam hidupnya. Jika kita datang kepada Allah atau kepada sesama kita manusia hanya untuk mencari informasi atau mengkritisi semua yang ia lakukan, maka pada saat kita pulang yang kita dapatkan adalah kekosongan dan tidak ada yang terkesan dari relasi kita. Relasi itu selalu bersifat pribadi. Setiap pribadi yang kita temui seperti orang tua rohani hanya bisa membantu masalah kita atas tuntunan Roh Kudus yang ada dalam dirinya. Seorang anak rohani tidak boleh mengatakan, “orang tua rohani saya yang paling baik diantara semua orang tua rohani yang lain”, tetapi yang ia katakan adalah, “ orang tua rohaniku adalah yang terbaik untuk diriku”. Dalam membimbing murid, orang tua rohani harus menunggu apa yang diinginkan Roh Kudus dan mendengarkan suara Roh Kudus, kemudian ia harus menyampaikan semuanya itu kepada muridnya. Jika orang tua rohani sudah mencapai tingkat tinggi kerohaniannya maka ada kalanya , Tuhan sendiri yang berbicara melalui bibir orang tua rohani tersebut. Perlu setiap kita mengucapkan doa berikut kepada Allah, “Oh Tuhan semoga Engkau hidup dalam diriku, semoga Engkau berbicara melalui aku, semoga Engkau bertindak melalui aku. Ketika Tuhan berbicara kepada kita maka apa yang akan kita katakan akan benar- benar nyata terjadi. Hanya ada satu kuncinya adalah, tidak boleh mengandalkan kebijaksanaan diri sendiri tetapi benar – benar mengandalkan pikiran Allah. Selain orang rohaniawan yang kita temui, Alkitab juga membantu kita untuk berelasi dengan Allah dan membimbing kita dengan terus menerus, relasi kita dengan sesama umat percaya juga penting agar kita saling mengingatkan satu sama lain. Kita tidak boleh meremehkan nasihat orang lain bahkan orang tersebut seperti orang bodoh tetapi kita tidak boleh menghinanya. Semua manusia mulia dihadapan Allah sebab kita adalah ciptaan Tuhan yang paling mulia. Kita tidak boleh meremehkan orang – orang miskin, anak yatim piatu sebab mereka adalah pengembara yang sebetulnya mereka sedang memberikan contoh kepada kita bahwa hidup kita didunia ini adalah perjalanan seorang pengembara dan hanya sementara yang suatu saat nanti kita akan kembali kepada Sang pencipta kita. kita adalah orang- orang yang bekerja sama dengan kasih karunia Allah. kita adalah orang – orang yang menggunakan kehendak bebas kita untuk melakukan perintah- perintah Allah, seorang peziarah yang terus maju melangkah dalam cinta, sukacita, kedamaian , kesabaran, kelemah-lembutan, kemurahan , kebaikan, kesetiaan dan penguasaan diri (Galatia 5:22). Kita adalah orang- orang yang selalu menyadari akan tindakan Roh Kudus yang terus menusuk dan menembus dalam kehidupan batin kita. Roh Kudus bertindak bukan berarti kita harus bisa berbahasa roh. sebab bahasa roh hanya terjadi pada gereja mula- mula tetapi Paulus berkata bahwa karunia berbahasa roh adalah karunia yang kurang penting (I Kor 14:5). Dalam tradisi Gereja Orthodox, kita  mengizinkan Allah bertindak didalam kita dengan tindakan melepaskan atau mengeluarkan air mata pertobatan. Air mata pertobatan adalah air mata penyesalan akan dosa- dosa yang kita perbuat dan meminta belas kasihan Allah. Air mata ini sesungguhnya berasal dari batin kita yang hancur dihadapan Tuhan dan meminta Tuhan untuk menyembuhkan jiwa kita. Air mata pertobatan kita adalah peristiwa dimana roh kita keluar dari penjara kedagingan kita dan mulai menginjakkan kaki ke jalan yang benar dimana jalan itu membawa kita kepada kehidupan yang abadi. Pada saat itu roh kita akan menghirup udara yang indah disana dan kita akan dilahirkan kembali untuk dididik dalam ketaatan kepada Allah, jiwa dan roh kita akan merasakan kehadiran Allah. Hal ini terjadi tidak biasa sehingga akhirnya kita dengan tiba- tiba diliputi oleh tangisan  yang bercampur sukacita. Gereja Orthodox menekankan juga bahwa pengalaman langsung dengan Roh Kudus bisa juga ditandai dengan ketenangan hati. Dalam pengalaman langsung dengan Roh Kudus yang kita cari bukan berkat tetapi Sang pemberi berkat. Doa kita untuk Roh Kudus seperti berikut: Oh Roh kudus, Datanglah ya Engkau cahaya sejatiku, marilah oh Sang pemberi kehidupan yang kekal, marilah oh Roh yang tersembunyi, marilah oh hartaku yang tanpa nama, marilah Engkau yang nyata,  Engkau yang melampaui segala kata,  marilah Engkau yang lebih dari segala pengertian semua manusia, marilah Engkau yang terus bersukacita tanpa akhir, marilah Engkau cahaya yang tidak pernah kenal malam, kemarilah Engkau yang memberiku harapan akan keselamatanku, marilah Engkau yang membangkitkan orang mati, Engkau yang maha kuasa, Engkau yang selalu bergerak, Engkau yang mendekat kepada kami ketika kami berbaring dineraka, tetapi Engkau tetap lebih tinggi darisurga. Datanglah, karna nama-Mu memenuhi hati kami, mulut kami penuh kerinduan akan Engkau, hanya Engkaulah yang kurindukan dalam hidupku, Engkaulah nafasku dan hidupku, Engkaulah penghiburan dari jiwaku yang rendah hati, Engkaulah sukacitaku yang tidak akan ada akhirnya, Engkaulah kemuliaanku, sumber pengetahuanku, Roh kebijaksanaan dan yang memberi pemahaman, Roh pengasih dan Roh kebenaran , Engkaulah yang  membersihkan segala kesalahan ku. Pada hari Pentakosta Kristus menganugrahkan kepada kita baptisan Roh Kudus. Kita harus sadar bahwa ada Roh Kudus yang selalu hadir dalam diri kita. Roh Kudus adalah pribadi yang berdaulat menguduskan kita agar kita dipanggil untuk memerintah bersama- sama dengan Kristus pada zaman yang akan datang. Roh Kudus akan memanifestasikan diri-Nya ke dalam kehidupan orang- orang saleh sebab pribadi-Nya sesungguhnya tersembunyi. Melalui Roh Kudus menyebabkan segala nubuat akan benar- benar terjadi, Ia menguduskan para imam, kepada orang yang terpelajar Ia mengajarkan kebijaksanaan, para nelayan Ia ubah menjadi penginjil, Ia bersatu dalam kesatuan dan struktur gereja, Ia satu hakikat dan satu takhta dengan Allah Bapa dan Allah Anak, kemuliaan hanya bagi-Mu.

Personal: setelah membaca bab ini, saya belajar bahwa saya tidak sendirian didunia ini untuk melakukan kehendak Allah tetapi Allah telah mengaruniakan kepada saya pribadi-Nya yang ketiga untuk membimbing saya, menguatkan saya setiap hari. Yang harus saya lakukan adalah : sering- sering berdoa kepada Roh Kudus  dengan mengucapkan doa diatas. Tujuannya adalah untuk membakar hati saya dan jiwa saya untuk mati- matian melakukan kehendak Allah. Untuk kedepan, saya ingin memberi hidup saya ini untuk mengabarkan berita baik ini kepada orang lain dengan cara menjadi penginjil. Menjelaskan kepada mereka  bahwa ada Roh Kudus yang Allah anugrahkan kepada kita dan yang menjamin kita memiliki kehidupan yang kekal. Terpujilah nama Tuhan.

Makna Salib

Biasanya salib dikonotasikan dengan penderitaan, salib itu kutukan, salib itu hal- hal yang tidak mengenakkan kita. kalau kita disuruh memikul salib berarti kita disuruh menderita. Sekarang, penderitaan salib hampir hilang di bicrakan. Salib hanya aksesoris dalam gereja atau dalam tubuh kita, seperti kalung atau anting. Minggu lalu adalah minggu meminta energi dari Tuhan supaya kita bisa segambar/ se icon dengan Kristus. Kita adalah manusia yang diciptakan menurut gambar Allah. Jika kita melihat orang sekitar atau diri kita maka itu semua adalah gambar Allah yang terbaik. Artinya semua ciptaan yang duluan diciptakan untuk mendukung kehidupan manusia. bapa gereja menggambarkan manusia seperti anak- anak  yang diberi potensi untuk bertumbuh menjadi dewasa secara spiritual dan juga secara jasmani. Kita tidak bisa bertumbuh atau dewasa kalau kita tidak mengandalkan anugrah Tuhan. kita jadi orang Kristen harus menerima didikan, nasehat, pengajaran, doktrin, Firman Allah yang diajarkan oleh Kristus. Sebab disitulah energi Allah akan bertumbuh. Jika ada energi Allah maka kita punya daya untuk memikul salib, kita akan menjadi dewasa, bertumbuh dalam iman dan segambar dengan Allah. Salib bukan Alat yang kita pikul. Salib yang kita pikul adalah salib yang dipikul oleh Kristus bukan salib yang dipikul oleh penjahat yang dipikul oleh penjahat yang ada disamping Kristus. Penjahat disalib karna manusia tidak boleh hidup dibumi sehingga harus digantung dibatang kayu, sebab bumi tidak menerimanya. Tetapi Yesus disalib adalah seolah – olah menjadi terkutuk karna Dia digantung di kayu salib, tetapi Ibrani 4 berkata Ia tidak berdosa, tidak layak  dihukum. Kenapa Yesus dihukum ? karna kasih-nya yang begitu besar, karna dengan kehendak bebas, dengan ketaatan Nya supaya bisa mengalahkan dosa, mengalahkan kematian. Karna dia manusia 100 % mengalahkan iblis. Jika Yesus tidak mati maka tidak kemenangan atas maut, iblis dan dosa. Jadi , Salib adalah kemenangan atas ketaatan , atas iman, atas salib, atas cinta-Nya kepada manusia yang diciptakan-Nya. Saat kita disuruh memikul salib, maka yang sedang kita pikul adalah keselamatan kita karna salib adalah kemenangan atas maut, dosa dan iblis. Inilah yang harus kita pahami sebagai ajaran kita yang sehat. Kkita memakai kalung salib tetapi kita tidak mengerti apa artinya. Salib dalam dunia artinya adalah suatu kebodohan tetapi pada jam 3 sore hari Jumat, Yesus sampai di dunia jiwa. Ketika Kristus ada di kerajaan maut menyelamatkan manusia perjanjian lama.

Kalau tangan tidak bisa dijinakkan maka saya tidak layak untuk Tuhan. Kebangkitan itu terjadi ketika Kristus turun kedalam kerajaan maut, menarik Adam , Hawa, Abraham, Musa dan para nabi di jaman PL. Yesus mengajarkan kita untuk harus dibaptis untuk disalib, di kubur bangkit, secara roh. Salib itu bukan datang dari Luar tetapi kita ikut berpartisipasi. Setalah dibaptis kita mengalami pembaruan manusia lama kita. Yesus ke golgota memikul salib, yang kita salibkan adalah partisipasi kita dalam keselamatan dengan menahan nafsu daging karna ini adalah kemenangan atas dosa. kemenangan salib adalah memikul salib , kemenangan atas dosa- dosa kita, kemenangan akan kebencian. Jika kita memikul salib maka kita akan kemenangan kasih kebencian. Alamilah kemenangan salib, sebab ini adalah kemenangan keselamatan . Dosa apa yang dipikul Yesus ? dosa semua manusia . Apa partisipasi kita? kemenangan atas keserakahan, percabulan, dosa- dosa seksual, dusta, mencuri, dan lain- lain. Saudara mesti memikul itu, jika itu tidak dipikul maka tidak ada kemenangan. Dosa sudah dikalahkan oleh Yesus, kuasanya sudah diberkan kepada kita dan kita sudah menerimanya ( 1 Yoh 3: 5 – 9   Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diri-Nya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa. Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia.  Anak-anakku, janganlah membiarkan seorangpun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar;  barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu. Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.)

Orang yang lahir dari Allah memiliki benih dari Allah. sama seperti kita yang lahir dari orang tua kita berarti kita memiliki benih orang tua kita. benih Allah adalah Roh Kudus,  Roh kudus mencurahkan kepada kita kemenangan kasih Kristus atas dosa. Terjemahan lain: manusia punya kekuatan/ kesanggupan untuk tidak dapat berbuat dosa. ini yang kita imani.

Jadi, makna Salib bagi kita adalah kesanggupan kita untuk tidak dapat berbuat dosa dengan terus meminta kesanggupan itu kepada Tuhan Yesus yang telah menang dari dosa.

Menyikapi Virus Corona

Corona menyadarkan kita bahwa pegangan kita hanya Allah. sebab orang- orang top dan hebat pun seperti pangeran inggris sudah positif korona sampai kepada kepada masyarakat biasa. Kita perlu tau bahwa Allah pemegang kendali seluruh dunia ini sebab Allah adalah pemilik dunia ini (Yohanes 5). Bersyukur karna Allah menyelamatkan kita dari hukuman dosa dan melalui penyakit korona ini tidak membuat kita kehilangan pegangan kepada Tuhan tetapi kita harus menyadari bahwa hidup kita itu begitu lemah dihadapan Tuhan. Dalam menyikapi korona ini, sebetulnya wabah seperti ini sudah terjadi dari abad ke abad bahkan dalam Alkitab pun banyak dicatat. Karna wabah dosa, berapa ribu orang meninggal. Korona sampai hari ini, yang meninggal ada 34 ribu orang sedangkan  pada abad yang lalu yang meninggal adalah 34 juta. Dalam Alkitab PL, bangsa – bangsa  yang memusuhi Israel semua mati karna kena wabah. Dalam PB , ada ratusan ribu orang roma di abad 3 mati karna wabah siprus. Pada abad 4 Benua Eropa banyak orang mati karna malaria, karna perang dunia I dan perang dunia II. Jadi, sekarang pun terjadi lagi. Kesimpulan: masih ada manusia sampai sekarang ini dibumi. Kenapa? Karna Allah itu masih bekerja.

 Dalam Injil Markus 9: 17- 30 mengajarkan kepada kita untuk mendengar, melihat, dan mengatakan sesuatu kepada Allah. Dalam cerita ini ada anak kecil yang bisu karna roh jahat, ketika roh itu datang maka ia membantingkan dirinya ditanah, menggertakkan gigi. Para murid tidak bisa mengusir  roh jahat sebab mereka angkatan yang tidak setia. Yesus melihat anak itu, sesungguhnya anak itu sering diseret ke dalam api dan kedalam air. Air dan api adalah sarana iblis untuk memusnahkan manusia. air dan api itu adalah dosa. kita tidak boleh main main dengan air dan api atau kita tidak boleh main- main dengan nafsu dosa kita. Api adalah nafsu panas, dan air adalah nafsu dosa yang menghanyutkan kita. Berita virus korona adalah seperti air yang menghanyutkan kita dalam ketakutan, kekwatiran, dan hidup kita terombang- ambingkan.

          Virus Corona  berasal dari sejenis kelelawar. Inilah virus yang membakar seluruh uang manusia. yang punya uang akhirnya tidak bisa di pakai lagi dan bisnis menjadi tidak lancar bahkan seluruh aktifitas pada normalnya semuanya menjadi terganggyu. Jangan sampai roh jahat membinasakan kita. roh jahat tidak bisa kita lihat sama seperti virus corona, tetapi dia bisa membakar dan menghanyutkan kita.

          Ayah dari anak kecil punya iman dengan berkata , “ jika Yesus dapat, maka tidak ada yang tidak mungkin oleh orang – orang percaya. Orang percaya akan dikikis oleh api dihanyut oleh air karna imannya kurang kuat. Seorang ayah dalam satu sisi dia berkata “ aku percaya“ dan kemudian dia berkata, “ tolong lah aku yang tidak percaya ini”. kita juga bisa mengalami seperti yang dialami si bapak ini karna kepercayaan yang masih belum habis. Inilah yang membuat Yesus tergerak untuk menolong bapak ini. iman sebiji sesawi akan menjadi pohon sawi yang rindang dan tempat berlindung bagi burung- burung di udara. Realita dan katakan, “ Aku percaya, tolong lah aku  yang tidak  percaya ini”. artinya: miliki iman yang tidak boleh iman kepada Yesus dengan meminta dalam doa untuk menolong kita. “ Tuhan Yesus Kristus anak Allah (percaya, saya juga anak Allah), kasihanilah kami orang berdosa ini ( kita berdosa dan tidak berdaya, bukan harta, pelayanan, kekuatan kita kita beriman kepada Yesus, tanpa Yesus maka kita tidak ada apa- apanya.

          Jika kita percaya menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan,  yang kita tanya bukan seberapa lama lagi virus korona hilang tetapi sebrapa jauh kita mengatakan “ seberapa jauh saya berserah penuh  kepada-Mu ya Tuhan?  Seberapa jauh saya datang kepada Tuhan?  Apakah lututku sudah sampai sakit berdoa dihadapan Tuhan? Marilah kita berserah penuh kepada Tuhan setiap hari kepada-Nya dan menangisi segala dosa – dosa kita, tetap mengasihi Allah dan mengasihi sesama serta tetap bersyukur.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai