Nama: Desti Ratna Sari
Halawa
Mata Kuliah : Dogmatika
4
Semester : VII
Tugas: 10
Tanggal:
8 Oktober 2019
Yohanes Damaskus: Kebajikan dan Dosa
Manusia (Anthropos)
terdiri dari manusia batiniah (Esothen Anthropos) yaitu jiwa dan roh
dan manusia lahiriah
(Exo Anthropos) yaitu tubuh jasmani.
Seperti apa isi dari
jiwa dan tubuh manusia dalam hal dosa dan kebajikan? Yohanes
Damaskus memberikan
kita pencerahan tentang hal ini dalam buku Philokalia Volume 2 yang
dikompilasi oleh
Nikodemus dari Gunung Athos dalam subjudul “On the Virtues and the
Vices.”
Senses
Jiwa dan tubuh
masing-masing memiliki indra-indra (senses) dan kebajikan- kebajikan
(virtues).
Senses dari jiwa
adalah mata jiwa (nous; the intellect), pikiran (reason), gagasan (opinion;
concept), khayalan
(fantasy), dan persepsi (sense-perception).
Senses dari tubuh
adalah penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa, dan sentuhan.
Virtues
Virtues dari jiwa ada
4 yang paling utama yaitu keberanian, penilaian moral,
pengendalian
diri, dan keadilan.
Ini melahirkan kebajikan-kebajikan lain dari jiwa: iman, harapan, cinta,
doa, kerendahan
hati, kelembutan, panjang sabar, ketekunan, kebaikan, kebebasan dari
amarah, pengetahuan
tentang Tuhan, keceriaan, kesederhanaan, ketenangan, ketulusan,
kebebasan dari
kesombongan, ketiadaan rasa iri, kejujuran, kebebasan dari keserakahan,
kasih sayang, belas
kasihan, kedermawanan, ketidaktakutan, kebebasan dari kekecewaan,
penyesalan yang
mendalam, kesopanan, penghormatan, kerinduan untuk Kerajaan Allah.
Kemudian ada virtues
dari tubuh yang di dapat ketika virtues dari jiwa terpancar yaitu
kehidupan askesis
yang meliputi: pengendalian diri, puasa, lapar, haus, tetap terjaga, berlutut,
mengenakan pakaian
sederhana, makan makanan sederhana, makan perlahan, minum air,
tidur di tempat
sederhana, kesederhanaan, mengabaikan penampilan pribadi, tidak
mementingkan diri
sendiri, kesendirian, keheningan, menjadi mandiri, diam, dan bekerja
dengan tangan
sendiri.
Ada virtues maka ada
kebalikannya yaitu passions atau nafsu-nafsu baik berasal dari jiwa dan
tubuh.
Passions
Passions dari jiwa
adalah kelupaan, kemalasan, dan ketidaktahuan. Ketika mata jiwa yaitu
nous atau intelek
telah digelapkan oleh ketiga passions ini maka jiwa didominasi oleh semua
nafsu lainnya. Mereka
adalah penyembahan berhala, pengajaran palsu, penghujatan, murka,
amarah, kegetiran,
cepat marah, tidak manusiawi, dendam, menggigit dari belakang,
kedengkian, kesedihan
yang tidak masuk akal, ketakutan, pengecut, pertengkaran, cemburu,
iri hati, kebanggaan,
kemunafikan, kebohongan, ketidakpercayaan, keserakahan, kecintaan
pada hal-hal materi,
keterikatan pada hal-hal duniawi, kelesuan, mudah putus asa, tidak
bersyukur,
menggerutu, kesombongan, kemunafikan, kecintaan pada kekuasaan, kecintaan
terhadap popularitas,
tipu muslihat, tidak tahu malu, sanjungan yang berlebihan,
pengkhianatan,
kepura-puraan, kebimbangan, cinta diri, keserakahan akan uang akar semua
kejahatan (lih 1 Tim
6:10) dan, akhirnya, kebencian.
409
Passions dari tubuh
adalah kerakusan makanan, keserakahan materi, kemewahan berlebihan,
mabuk, ketidaksucian,
perzinahan, ketidaksopanan, kenajisan, inses, pencurian, penistaan,
perampokan,
pembunuhan, segala jenis kemewahan fisik dan pemuasan keinginan daging
(terutama ketika
tubuh dalam keadaan sehat), okultisme seperti mantra, mengenakan
perhiasan berlebihan,
kesombongan, tampilan yang bodoh, penggunaan kosmetik yang
berlebihan, melukis
wajah, tato, membuang-buang waktu, bermimpi-hari, dan tipu muslihat.
Akar atau penyebab
utama dari semua nafsu tubuh ini adalah cinta akan seks, pujian, dan
uang/harta. Setiap
kejahatan berasal dari 3 penyebab ini.
Seseorang tidak dapat
melakukan satu dosa apa pun kecuali 3 passions of the soul timbul
(kelupaan, kemalasan
dan ketidaktahuan) dan memperbudak kita. Kejahatan tubuh timbul
dari dalam yaitu
nafsu atau passions dari jiwa kita.
Dosa
dan 3 Aspek Jiwa
Menurut Yohanes
Damaskus jiwa manusia terdiri dari 3 aspek yaitu intelek/intellect/mata
jiwa,
emosi/incensive/perasaan, dan keinginan/desire/hasrat.
Dosa dari aspek
intelek adalah ketidakpercayaan, ajaran sesat, kebodohan, penghujatan, tidak
tahu berterima kasih,
dan perbuatan dosa lain yang berasal dari aspek ini. Dosa-dosa ini dapat
disembuhkan melalui
iman dan doktrin melalui Roh Kudus, doa yang tiada henti, dan ucapan
syukur kepada Allah.
Dosa dari aspek emosi
adalah keegoisan, kebencian, kurang belas kasih, dendam, iri hati,
pembunuhan, dan
terbelenggu terus-menerus pada hal-hal seperti itu. Dosa-dosa ini akan
disembuhkan oleh
simpati yang mendalam untuk sesama manusia, cinta, kelemahlembutan,
kasih sayang
persaudaraan, belas kasihan, kesabaran, dan kebaikan.
Dosa dari aspek
keinginan adalah kerakusan, keserakahan, kemabukan, ketidaksucian,
perzinaan, kenajisan,
ketidaksopanan, kecintaan pada hal-hal materi, dan keinginan akan
kemuliaan kosong,
emas, kekayaan dan kesenangan daging. Ini disembuhkan melalui puasa,
pengendalian diri,
kesukaran, persembahan harta milik kepada orang miskin, keinginan untuk
berkat-berkat yang
bernilai kekal, merindukan kerajaan Allah.
8
Passions
Ada 8 hawa nafsu
utama yang menyebabkan munculnya dosa-dosa lain yaitu kerakusan
makanan,
ketidaksucian, keserakahan, kemarahan, kekecewaan, kelesuan, rendah diri, dan
kesombongan.
Delapan hawa nafsu
ini harus dihancurkan sebagai berikut: Kerakusan makanan dengan
pengendalian diri.
Ketidaksucian oleh kerinduan akan Tuhan dan berkatnya. Keserakahan
oleh belas kasih bagi
orang miskin. Amarah oleh niat baik dan cinta untuk semua orang.
Kekecewaan duniawi
oleh sukacita rohani. Kelesuan dengan kesabaran, ketekunan, dan
syukur kepada Tuhan.
Rendah diri dengan melakukan perbuatan baik secara rahasia dan
dengan berdoa secara
terus menerus dengan hati yang menyesal. Kesombongan dengan tidak
menghakimi atau
meremehkan siapa pun seperti cara orang-orang Farisi yang penuh
kesombongan (Luk 18:
11-12), dan mengutamakan kepentingan orang lain.
Kekuatan
Cinta dan Penguasaan Diri
Jiwa, sebagaimana
telah dijelaskan di atas memiliki tiga aspek atau kekuatan: intelek, emosi
dan keinginan. Ketika
kekuatan emosi dijiwai dengan cinta kepada Allah dan cinta yang
mendalam untuk sesama
manusia, dan keinginan/hasrat dengan kemurnian dan pengendalian
diri, intelek jiwa
itu diterangi. Tetapi ketika membenci sesama manusia mendominasi
kekuatan emosi dan
hasrat menjadi tidak bermoral, intelek berada dalam kegelapan.
Mari kita melatih
jiwa dan tubuh kita dengan kekuatan intelek, emosi, dan hasrat yang
dikuasai oleh cinta
kepada Allah dengan pengertian doktrin yang benar seperti yang diajarkan
di atas. Murka,
kasih, kudus adalah 3 hal yang tidak bisa kita pisahkan
Apa yang sedang
dilakukan orang Kristen sekarang? Jangan sekedar berbuat baik tetapi bertumbuh
berbuah dalam Kristus.
Hormati Allah, kita
adalah batu bara hitam jelek, tidak menarik dan berbeda dengan batu akik,
tetapi batu bara ini bisa tahan api, saat kena api batu baranya menjadi merah,
menandakan batu itu dipenuhi energi. Oleh Frederica.
Self control adalah
penguasaan diri, Dimitru “ takut akan Allah dengan menguasai diri dari hal2 yg
tidak kleihatan dari dunia ini, hal- hal yang tersembunyi seperti : benci yang
jika dinyatakan adalah pembunuhan. Jangan takut pada hal2 yang kelihatan tetapi
takutlah pada hal yang tidak kelihatan. Allah tidak kliatan tetapi dapat
keliahatan dalam ciptaan Nya, dalam AnakNya. Hal – hal yang nyata hanya bisa
dikalahkan hal yang nyata juga. Yang paling kita takuti adalah penjahat yang
tidak diketahui dan yang bisa mengatasiNya adalah Allah yang tidak keliahatan.
Kalau hanya tahan lapar, masih bisa kita latih , tetapi yang susah kita atasi
dalam hidup ini adalah seperti benci. Apa yang kita lakukan? kendalikan diri
dengan cara berpuasa. Puasa adalah obat melawan nafsu makan yang sulit
dikendalikan sebab dirinya tidak bisa menahan diri melihat makanan.
Apa itu
kebajikan? Kebajikan adalah buah dari disiplin askesis dan hanya bisa dicapai
melalui anugrah. Tantangan kebajikan adalah passion reason (pikiran), passion
(nafsu), desire (keinginan), passion
emotion. Vices adalah hal yang jahat dan virtues itu adalah hal- hal yang baik.
Bagaimana melakukan hal – hal yang baik? Kita harus memurnikan hati.
Godaan
masuk lewat indra tubuh dan indra jiwa.
Saat
kita berdoa , doa kita masuk lewat indra tubuh dan indra jiwa kita. contoh:
saat membaca Alkitab, jagalah indra tubuh dan indra jiwa (fantasi, mengkhayal,
mata jiwa, gagasan, pikiran). Intelek adalah Indra dalam jiwa.
Contoh dosa
dalam jiwa adalah kebencian, benci
adalah dosa yang sudah terjadi walaupun tidak kelihatan.
Tahan
menderita: kenapa menderita? Karna Yesus sudah menderita demi mengasihi manusia
berdosa. Yesus kita cinta akan kebaikan dan kesempurnaan, Ia menyediakan
pertolonganNya kepada kita. Kita juga harus punya kasih seperti kasih Yesus.
Kasih dalam daging akan berhenti dan menuju kebinasaan. Jika kita mengasihi
dalam roh akan Tuhan akan memelihara kita. Saat menaati Allah, kita pasti
menderita tapi ingat Tuhan selalu menjaga kita. Jadi, saat kita menderita kita
jangan menyimpang kepada hal- hal yang ada di dunia ini. Biarlah melalui
penderitaan kita iman kita diuji karna kita percaya bahwa Tuhan selalu
memelihara kita. Banyak orang hanya karna penderitaan tubuh akhirnya
meninggalkan Tuhan Yesus. Seharusnya kita yang percaya pada pemeliharaan Tuhan
rela mati martir demi Kristus.
Pengharapan
adalah bisa melihat iman dimasa yang akan datang. Berharap adalah kita bisa
melihat iman kita dimasa yang akan datang. Pengharapan adalah visi didalam hati
yang bisa melihat kedepan. Fr Dimitru mengatakan : hanya orang yang tahan
menderita yang bisa melihat harapan imannya. Pengharapan adalah iman yang akan
datang, suatu kuasa . Iman adalah percaya
Yesus yang mati 2000 tahun yang lalu sedangkan berharap adalah bertemu Yesus
dimasa yang akan datang. Bagaimana orang yang punya pengharapan? Rendah hati (
rendahkan diri dihadapan Allah). kelemahlembutan adalah suatu pikiran yang
teguh dan tidak terpengaruh pada hinaan dan situasi yang menjengkelkan. Rendah
hati Bisa melakukan itu dengan kesadaran
bahwa itu bukan saya tetapi itu karna Tuhan. keteguhan hati adalah tidak
tergantung pada hinaan dan pujian orang. Seperti batu karang yang ada ditengah-
tengah laut dan bukan seperti pasir yang bisa diombang ambingkan.
Ketiadaan nafsu adalah tidak ada angan angan untuk berbuat jahat, suatu keadaan jiwa yang damai. Tuhan Yesus tau bahwa ini sakit tetapi ia tahan penderitaan itu, dan Yesus juga punya harapan yang penuh. Ketiadaan nafsu adalah suatu keadaan jiwa yang bisa mengalahkan godaan apapun. Setiap keinginan yang muncul diolah menjadi kebajikan (kasih). Level dalam Yesus adalah iman , pengharapan dan kasih. Level paling tinggi adalah kasih. Kasih adalah seperti bunga yang bermekaran. Bentuk wujud mengasihi adalah tidak melakukan dosa, dari kasih muncul lah belas kasihan, memberi makan orang lapar, memberi minum orang sakit. Lihatlah sesamamu sebagai objek kasih mu, karna kamu adalah objek kasih-Nya Allah. jika tidak maka yang terjadi adalah manusia akan saling membinasakan. Puncak kerohanian kita adalah dipenuhi oleh kasih. Ilumination adalah pemberian Roh Kudus yang ditandai oleh hati yang bercahaya dan punya kharisma.