Penebusan Kristus.

Nama: Desti Ratna Sari Halawa

Mata Kuliah : Dogmatika 4

Semester : VII

Tugas: 8

Tanggal: 28 September 2019

Penebusan Kristus.

Gereja Barat memilik pandangan berbeda tentang keselamatan  dengan Gereja Timur. Gereja Barat percaya bahwa keselamatan adalah dibebaskan dari hukuman kesalahan, sedangkan gereja timur percaya bahwa keselamatan adalah penyatuan dengan Allah karna kita sudah bebas dari dosa.  Keselamatan tidak hanya dibenarkan oleh iman tetapi iman dan perbuatan dikerjakan untuk mematikan manusia lama dan membangkitkan manusia baru. Keselamatan umum yang Yesus berikan adalah Firman menjadi manusia.  Tuhan Yesus melewati jalan salib, Ia disalib, Ia dikubur, Ia bangkit, Ia naik kemudian  Roh kudus turun pada hari Pentakosta, kemudian  ada gereja, dan  penghakiman yang akan terjadi dimasa yang akan datang. Sejarah kehidupan  Tuhan Yesus terjadi hanya untuk menyelamatkan  manusia. Keselamatan yang Yesus berikan harus kita terima secara pribadi dengan cara mengubah  kehidupan lama  menjadi kehidupan baru dalam Yesus. Kita juga harus melewati proses setiap hari dengan menyalibkan keinginan daging dan menumbuhkan keinginan  roh dan perbuatan kebajikan.

Buah yang dimakan Adam adalah simbol dari penaklukan keinginan jahat. Buah itu sedap dilihat membuat orang jatuh dalam dosa. Keinginan daging  atau buah yang sedap dilihat  harus kita salibkan. Ini adalah jalan yang sulit karna kita harus menyangkal ego kita sendiri. artinya, ketika kita hendak melakukan dosa yang sangat menggiurkan dan sepertinya nikmat, saat itu juga kita harus menolaknya, kita harus menahan keinginan jahat itu seperti Tuhan Yesus menahan rasa sakit dikayu salib.  Dalam penguburan, Roh Yesus memberitakan injil kepada orang mati, Yesus hening dalam kuburan untuk mengalahkan setan. Kita juga harus punya waktu khusus untuk berdiam diri dihadapan Tuhan untuk mengalahkan iblis. Bagaimana caranya? Berikanlah waktu khusus untuk Yesus, berdiam dan mendengarkan suara Tuhan Yesus dalam hati kita. Kita harus meneladani Yesus (1 Yoh 2:6). Secara umum, Yesus mati untuk semua manusia tetapi secara pribadi kita harus menerima inkarnasi Yesus (1 Yoh 1:1-4) .Gaya hidup kita adalah mengikuti jejak Yesus. Contoh: doa dalam ketekunan, menghindari jalan yang mudah, dalam berdoa kita butuh kerja sama dengan Roh kudus. Pertobatan, ibadah, membaca Alkitab dengan membaca tulisan bapa gereja supaya memudahkan kita mengerti maksud dari setiap ayat yang kita baca. Kenapa harus membaca tulisan Bapa Gereja?  Karna itu membawa kita semakin dekat ke arah keselamatan. Contoh: mari kita membaca Alkitab dalam Alkitab Matius 9:20. Ayat ini ditulis bertujuan untuk mengerjakan keselamatan kita. Maksud dari ayat ini bahwa setiap manusia punya penderitaan seperti sakit akibat kejatuhan manusia dalam dosa. Alkitab mencatat bahwa Yesus yang menyembuhkan mereka. Perempuan yang menderita berusaha mencari kesembuhan sampai uangnya habis, ini usaha manusia untuk bebas dari kematian , tetapi tidak sembuh juga. Jadi, usaha manusia tidak menyelamatkan manusia. Perempuan itu sembuh karna ia melibatkan Yesus dalam iman. Hanya Yesus yang bisa menyelamatkan kita dari kematian, dosa, dan maut.

Mengikut Yesus Itu Membuat Hidup Kita Teratur

Cara mengikut Yesus:  Doa, ingat kasih Allah, ingat kematianmu, ingat ada penghakiman akhir, berjaga- jaga , biarkan nafsumu lapar melalui askesis atau latihan, memakai perlengkapan senjata Allah dalam Firman Tuhan, baca buku bapa gereja, ikut dalam ibadah. Saat kita jatuh dalam dosa kita harus bangkit dan bergaul kembali dengan Yesus dengan tetap mengerjakan pertobatan, displin rohani, pujian untuk Tuhan sampai kita mati, kemudian kita masuk Surga.

Orang yang percaya Yesus harus menyalibkan keinginan daging, menguburkan hawa nafsu dan membangkitkan hidup yang baru dan  hidup bersama dengan Kristus. Hidup bersama Yesus artinya kita diakarkan didalam Yesus. Di akarkan artinya seperti benih ditanam ditanah yang subur untuk menjadi pohon, diakarkan pasti diberikan nutrisi oleh Yesus. Setelah akar kita kuat maka kita akan bertumbuh dan menghasilkan buah. Pertumbuhan harus dijaga dan kita harus menunggu proses menunggu buah sampai musim buah itu datang. Untuk itu, kita harus tekun didalam Yesus. Jangan kita seperti buah ara yang tidak menghasilkan buah. “ Kemarin aku telah disalib dengan Dia sekarang aku bersama dengan Kristus, kemarin aku mati dengan Dia / Kristus  sekarang aku bangkit dengan Dia / Kristus.  Kita menjadi seperti Kristus karna Kristus telah menjadi manusia. Kita yang sudah diselamatkan harus tau apa yang harus kita lakukan? dibaptis, bertobat, berdoa, baca Alkitab, berjaga- jaga.

 Romo Daniel dalam video tentang  Keselamatan manusia mengutip Ayat dasarnya dalam Efesus 2:1, mati disini adalah mati secara rohani. Menurut Calvin mati itu tidak bisa berbuat apa- apa hanya bisa berbuat jahat. Romo Daniel mengatakan,  kalau kita ikuti pemahaman ini, maka sebetulnya orang mati itu tidak bisa berbuat jahat dan juga tidak bisa berbuat baik.  Efesus 1:4-5 Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan. Yang dipilih itu bukan kita tetapi Kristus, tetapi jika kita memilih Yesus maka kita juga ikut terpilih oleh Allah, sebab Kristuslah yang dipilih Allah. Yang ikut terpilih karna memilih Kristus tidak mungkin masuk neraka. Atribut Allah ada kedaulatan  dan ada juga  atribut yang paling menonjol yaitu kasih (1 Yoh 4:8 Allah adalah kasih). Sifat Allah yang berdaulat menunjukkan bahwa manusia yang berdosa tidak masuk sorga, tetapi neraka juga tidak diciptakan untuk manusia, semua manusia berhak mendapat keselamatan. Gereja barat mengatakan bahwa: konsep nya adalah  bebas dari kesalahan, mengatakan “sekali selamat tetap selamat”. Apa efeknya? Manusia tetap berdosa karna mereka menganggap bahwa diri mereka sudah selamat dan akhirnya kebal terhadap dosa, Tidak ada lagi hubungan yang dekat dengan Tuhan akhirnya tidak ada pertobatan. Yang diutamakan adalah penginjilan dan mengutamakan amanat agung Tuhan Yesus. Bagaimana dengan gereja timur?  Gereja Timur Menekankan keselamatan pribadi dengan doa puja Yesus, kerohanian pribadi dan juga harus mengabarkan injil.

Tujuan Hidup Keselamatan

Roma 6:18, kita telah dimerdekakan dari dosa. Kapan kita dimerdekakan dari dosa? saat Yesus mati dikayu salib.Yesus mati sebagai konsekuensi melawan kejahatan, konsekuesi menghadapi para roh- roh jahat. Jadi, Yesus mati bukan karna disiksa oleh Allah. kenapa Yesus mati? Yesus mati sebagai penggenapan korban. Korban artinya adalah  dekat atau sahabat dekat. Artinya: karna dosa, manusia terpisah dari Allah dan melalui korban domba yang disembelih manusia kembali bisa dekat dengan Allah . sifat Allah itu kasih: dosa sebesar gunung pun harus di ampuni, juga ada keadilan Allah : dosa sedikit pun harus dihukum. Sebelum Yesus datang, dosa manusia dihukum dengan menyembelih  domba. Domba disebut sebagai korban . Karna melalui korban manusia bisa menjadi dekat dengan Allah. tetapi korban manusia tidak kekal. Yesus lah yang menggenapi ini. Markus 10:45, Yesus secara sukarela menjadi korban untuk manusia bukan sebagai pemuas dari murkanya Allah. Yesus tidak mungkin menghadapi permusuhan dihadapan Allah. Kemanusiaan dan manusia adalah dua hal yang berbeda. Kemanusiaan itu adalah keselamatan universal sedangkan manusia adalah keselamatan secara pribadi. Ada harga yang harus dibayar untuk lepas dari kuasa dosa. Roma 6:18,  Dalam Yesus ada kepastian pengampunan dosa karna ada bukti dengan mati dikayu salib. Roma 6:19 kita berdosa karna anggota tubuh kita kita serahkan kepada hawa nafsu. Kita harus menderita untuk menjadi hamba kebenaran. Trimakasih, Tuhan Yesus memberkati.

Teosis

Nama: Desti Ratna Sari Halawa

Mata Kuliah: Etika Kristen

Tugas : 7

Semester: VII

Tanggal : 29  September 2019

Teosis

       Bagaimana  menikmati cahaya matahari sama seperti menikmati energi Allah. Pandangan orang Kristen umumnya,  Orang yang sudah dibaptis akan Jadi orang baik. Tetapi Kekristenan Timur, lebih dari itu hati suci karna ada energi ilahi ada kerjasama kita dengan Allah. Kita belajar etika bukan hanya supaya kita berbuat baik tetapi bagaimana kita bercahaya dulu baru kita bisa menghasilkan perbuatan baik. Perbuatan baik dihasilkan dari diri kita yang bercahaya akibat dari relasi kita dengan Tuhan. Dengan demikian Allah bisa menjangkau dunia melalui kehidupan kita. Teosis sudah nyata bukan teori seperti Transfigurasi Yesus. Teosis adalah tujuan kita. teo Tuhan, osis: proses. Kita sedang dalam proses mencapai Allah, bagaimana kita bisa terbenam dalam hadirat Allah.

           Energi: seperti aliran Listrik, mengalirkan kekuatan. Allah memberikan energiNya pada kita supaya kita bisa melakukan kehendak Tuhan dengan takut dan gentar dan kita sekarang mengalirkan energi Allah itu kepada sesama. Filipi 2: 13 “karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.” Batu bara yang jelek tetapi saat dibakar maka batu bra hitam itu lama – lama menjadi merah. Batu bara bisa menghasilkan energi dia harus tahan terhadap api. Batu bara menyerap api dan menghasilkan energi juga. Inilah gambaran hidup kita.

Tonton video di fb : kekristenan timur, tonton video perbedaan Kristen orthodox dengan gereja roma, tonton pentingnya icon : melihat icon kita sedang melihat surga, icon orang 2 kudus. Lihat : apakah lilin dalam gereja adalah penyembahan berhala? Didepan ikon kita nyalakan lilin, bagi orang itu penyembahan berhala. Di Gereja orthodox kita pakai lilin dan icon, semuanya itu bukan benda magis tetapi sebuah hubungan kita dengan Tuhan. Orang yang sudah mati akan bisa kita lihat walaupun sudah disurga. Lilin adalah simbol bahwa kita adalah terang dunia. Lilin menolong kita untuk mengerti  fungsi kita sebagai terang.

          Orang yang menikmati kasih Allah seperti cahaya matahari dihangatkan oleh tubuh. Kita tidak bisa menikmati Allah dalam kegelapan dosa kita. Kita harus menjadi anak- anak siang bukan anak – anak gelap supaya kita bisa menikmati cahaya Allah. Orang yang punya hubungan dengan Tuhan: perkataannya sedikit, kalau berbicara hanya yang perlu diterima oleh Allah. Orang yang punya hubungan dengan Tuhan tidak tergoda oleh cinta akan uang, hidup dengan kekudusan, siap menahan nafsu karna berbahaya bagi jiwa, berusaha dan latih diri anda untuk bijaksana, dan keinginan untuk melakukan kebajikan, tidak pernah berhenti melakukan ketaatan, tidak putus asa dan menjadi malas, tidak berhenti berdoa.

          Dengan memiliki hubungan kita dengan Tuhan kita punya kekuatan, tubuh kita yang punya sifat binatang. Beberapa orang yang sempurna dan memiliki nous akan berusaha mempertahankan pikiran mereka dalam kekekalan dan menjaga kedekatan dengan Allah, dan itu diwujudkan dalam bentuk kekudusan hidup. Kebanyakan manusia,  bodoh dalam jiwa mereka, meninggalkan  persaudaraan yang kekal dan ilahi tidak mau bersekutu dengan Allah dan beralih kepada persaudaraan dengan tubuhnya yang hidup pendek, bencana dan mematikan. Melihat hidupnya itu seperti binatang ( hawa nafsu), diperbudak oleh kesenangan duniawi. Mereka sedang menarik jiwa mereka dari surga ke neraka. Jadi, kita harus terus membangun hubungan kita dengan Tuhan dalam doa karna disitu kita punya kekuatan supaya kita bisa mengontrol tubuh ini.

       Jangan berdebat dengan orang pembicaraannya buruk, lebih baik hindarilah orang tersebut. Kelalaian, kemalasan, kebodohan dan kelupaan adalah penyakit jiwa. Jika jiwa malas maka tubuh kita juga malas. Orang yang tau kebenaran tetapi masih punya perselisihan dengan sesamanya , sebetulnya jiwa orang tersebut sedang sakit, tindakannya brutal dan hatinya belum diterangi oleh Tuhan. contoh: orang Yahudi.

Nama: Desti Ratna Sari Halawa Mata Kuliah: Etika Kristen Tugas : 6 Semester: VII Tanggal : 29 September 2019

Nama: Desti Ratna Sari Halawa

Mata Kuliah: Etika Kristen

Tugas : 6

Semester: VII

Tanggal : 29  September 2019

Doa

Bagaimana berdoa? Berdoalah dalam kata- kata, kata- kata doa kita harus kita pahami kemudian bawalah ke dalam hati.  Pikiran kita dan hati kita jangan dibiarkan kosong tetapi harus bisa diisi dengan doa setiap hari. Berdoalah dalam tiga tahap yaitu doa dalam kata- kata, doa dalam pikiran, doa dalam hati. Kata- kata doa kita dibawa masuk dalam pikiran, doa dalam pikiran dibawa masuk kedalam hati.

  Jiwa yang intelek bisa membebaskan diri kita dari tipu daya iblis. Seseorang yang punya pikiran tidak perlu mendengarkan orang yang banyak bicara tetapi memperhatikan hal- hal yang baik. Orang yang menikmati cintaTuhan menjauhkan diri dari kuasa setan.

        Semua orang takut masuk neraka. Jika pohon nafsu tidak dihancurkan maka keinginan jahat akan muncul. Usahakan perbaiki kehidupan dan cara berpikir anda . Orang yang lengah adalah  seperti orang mati sedangkan orang yang terus berpikir  adalah seperti orang hidup dan jiwanya hidup. Orang yang semangat selalu sadar hidup sesuai dengan ajaran. Orang yang berjaga- jaga melepaskan dirinya dari mara bahaya. Dalam 70 tahun orang hidup ada 100 juta pikiran negatifnya karna manusia sudah jatuh dalam dosa. Pikiran itu bisa jadi surga bisa juga jadi neraka, tergantung mana yang kita menangkan dalam hidup, Kristus atau iblis. Dalam berdoa aktifitasnya adalah pembebas, pemurnian dosa, air mata pertobatan dan puasa. Pikiran adalah medan perang karna manusia harus berjuang melawan dosa.

Desti Ratna Sari Halawa.

10

Beloved one,

if you really want to advance your salvation,

you must practice this method of prayer:

Begin with total obedience

and a conscience that is innocent in the sight of God.

Then your mind must keep watch over your heart

during the time you are at prayer,

as if patrolling it all the time.

From the center of your heart,

from the heart’s very depths,

your mind should send up its prayer.

—Symeon the New Theologian

10

Yang terkasih,

jika Anda benar-benar ingin memajukan keselamatan Anda, Anda harus mempraktikkan metode doa ini:

Mulailah dengan kepatuhan total

dan hati nurani yang tidak bersalah di hadapan Allah.

Maka pikiran Anda harus menjaga hati Anda

selama Anda berdoa, anda seolah-olah berpatroli sepanjang waktu. Dari pusat hatimu,

dari hati yang sangat dalam, pikiran Anda harus menyampaikan doanya.

—Symeon Teolog Baru

11

As soon as your mind has experienced

what the scripture says:

“How gracious is the Lord,” [PS. 34:8 LXX]

it will be so touched with that delight

that it will no longer want to leave the place of the heart.

It will echo the words of the apostle Peter:

“How good it is to be here.” [MATT. 17:4]

—Symeon the New Theologian

11

Begitu pikiran Anda mengalami

apa yang dikatakan Alkitab:

“Betapa ramahnya Tuhan,” [PS. 34: 8 LXX]

itu akan sangat tersentuh dengan kesenangan itu

bahwa ia tidak lagi ingin meninggalkan tempat hati.

Itu akan menggemakan kata-kata rasul Petrus:

“Betapa baiknya berada di sini.” [MATT. 17: 4]

—Symeon Teolog Baru

12

Sometimes people find themselves brightly illuminated

and refreshed by God’s grace for a while,

but then this grace may be taken away,

and they can fall into depression and start grumbling

and even give up dispiritedly

instead of energetically renewing their prayers

to call down again that assurance of salvation.

Such behavior is like an ungrateful beggar

taking alms at the palace door

and then walking off indignantly

because he was not invited in

to dine with the king himself.

—John of Karpathos

12

Terkadang orang menemukan diri mereka bercahaya terang dan disegarkan oleh rahmat Tuhan untuk sementara waktu, tapi kemudian rahmat ini dapat diambil, dan mereka bisa jatuh ke dalam depresi dan mulai menggerutu dan bahkan menyerah dengan putus asa bukannya memperbarui doa mereka dengan penuh semangat untuk memanggil kembali jaminan keselamatan itu. Perilaku seperti itu seperti pengemis yang tidak tahu berterima kasih mengambil sedekah di pintu istana dan kemudian berjalan dengan marah

karena dia tidak diundang untuk makan dengan raja sendiri.

—John dari Karpathos

13

Scripture says:

“Blessed are those who have not seen

and yet have believed.” [JOHN 20:29]

Just so, blessed are those who feel that grace

has been withdrawn from them

and no longer find any consolation in their hearts,

only constant tribulation and a dark abyss,

but even so do not give in to despair.

Instead, they take strength from their faith

so as to bear up courageously,

secure in the thought that in this way they are experiencing

the vision of the Invisible One.

—John of Karpathos

13

Alkitab berkata:

“Berbahagialah orang yang belum melihat

namun tetap percaya. ”[YOHANES 20:29]

Persis, yang diberkati adalah mereka yang merasakan rahmat itu telah ditarik dari mereka

dan tidak lagi menemukan penghiburan di hati mereka, hanya kesusahan konstan dan jurang gelap,

namun demikian jangan menyerah pada keputusasaan. Sebaliknya, mereka mengambil kekuatan dari iman mereka agar tahan dengan berani,

aman dalam pikiran bahwa dengan cara ini mereka alami

visi Yang Tak Terlihat.

—John dari Karpathos

14

It is more important to remember God

than it is to remember to breathe.

—Gregory of Nazianzus

14

Lebih penting untuk mengingat Tuhan

daripada mengingat untuk bernapas.

—Gregory of Nazianzus

15

Blessed are you, O heart that is lucid,

the dwelling place of the deity.

Blessed are you, O heart that is pure,

which beholds the hidden essence.

Blessed are you, flesh and blood,

the dwelling place of the Consuming Fire.

Blessed are you, mortal body made from dust,

home of the fire that sets the ages alight.

—Sahdona the Syrian

15

Diberkatilah kamu, hai hati yang jernih,

tempat tinggal dewa.

Diberkatilah kamu, hai hati yang murni,

yang melihat esensi tersembunyi.

Diberkatilah kamu, daging dan darah,

tempat tinggal dari Api Pemakan.

Diberkatilah kamu, tubuh manusia yang terbuat dari debu,

rumah api yang membakar zaman.

—Sahdona, orang Siria

16

It is truly a matter for wonder and astonishment

that he, before whom even the heavens are not pure

and who fills even his great angels with awe,

should think to take delight and pleasure

in a heart of flesh,

one that is filled with love for him,

and so has become large enough and pure enough

to be his dwelling place.

—Sahdona the Syrian

16

Ini benar-benar masalah keajaiban dan keheranan

bahwa dia, di hadapan siapa bahkan surga tidak murni

dan yang memenuhi bahkan para malaikat agungnya dengan kagum,

harus berpikir untuk menikmati kesenangan

dalam hati yang daging,

yang dipenuhi dengan cinta untuknya,

dan telah menjadi cukup besar dan cukup murni

menjadi tempat tinggalnya.

—Sahdona, orang Siria

17

Those who possess love,

that perfection of the commandments,

become the dwelling place of the Trinity

and can see within their heart

the vision of God.

Blessed is that heart that has deserved to see this sight;

blessed is the heart that has become the home of love

and in which the Godhead has come to dwell.

Such a person, even in this present age,

is living in the Kingdom of Heaven.

—Sahdona the Syrian

17
Mereka yang memiliki cinta,
bahwa kesempurnaan perintah-perintah,
menjadi tempat tinggal Tritunggal
dan bisa melihat di dalam hati mereka
visi Tuhan.
Berbahagialah hati yang layak untuk melihat pemandangan ini;
diberkati adalah hati yang telah menjadi rumah cinta
dan di mana Ketuhanan telah datang untuk tinggal.
Orang seperti itu, bahkan di zaman sekarang ini,
hidup di Kerajaan Surga.
—Sahdona, orang Siria

18

Let us embrace the burning fire

of God’s love within our hearts,

for the heart’s purity is born from our closeness to him.

It is only by unfailing and focused gazing

that the spirit gravitates to God,

but when the luminous ray

f the simple eye of the soul

is flooded with those intense rays of light

that flash down on us from on high,

then it is that the fire of God flares up

in a great blaze within our hearts.

—Sahdona the Syrian

18
Mari kita rengkuh api yang membakar
cinta Tuhan di dalam hati kita,
karena kemurnian hati lahir dari kedekatan kita dengannya.
Hanya dengan menatap tanpa henti dan fokus
bahwa roh condong kepada Tuhan,
tapi saat sinar bercahaya
mata jiwa yang sederhana
dibanjiri dengan sinar cahaya yang intens
yang menyerang kita dari tempat tinggi,
maka api Tuhan menyala
dalam nyala api yang besar di dalam hati kita.
—Sahdona, orang Siria

19

Blessed are you, Lord, who dwell in the heights

and yet have chosen to live within a human heart,

giving it joy and lifting it up

to the heights alongside you,

to live with you there,

to praise you in the heights and in the depths.

Glory to you,

who have given such wonders to a heart

that your own hands made

from the very dust of the earth.

Sahdona the Syrian

19
Terberkatilah kamu, Tuhan, yang diam di tempat tinggi
namun telah memilih untuk hidup dalam hati manusia,
memberikan sukacita dan mengangkatnya
ke ketinggian di samping Anda,
tinggal bersamamu di sana,
untuk memuji Anda di ketinggian dan di kedalaman.
Kemuliaan bagimu,
yang telah memberikan keajaiban seperti itu ke hati
yang dibuat tanganmu sendiri
dari debu tanah.
Sahdona the Syria

20

Blessed is that soul whose eye has been cleansed

of all the sorrows of this present age—

those dark storm clouds—

and which has been rendered simple and lucid

so that it can discern the Lord

wrapped in a cloud of light.

—Sahdona the Syrian

20
Terpujilah jiwa yang matanya telah dibersihkan
dari semua kesedihan zaman sekarang ini—
awan badai gelap itu—
dan yang telah dibuat sederhana dan jelas
sehingga dapat membedakan Tuhan
terbungkus awan cahaya.
—Sahdona, orang Siria

21

You cannot achieve pure prayer

while you are still entangled in material affairs

and agitated by incessant worries,

for prayer is the abandonment of thoughts.

—Evagrios of Pontus

21
Anda tidak dapat mencapai doa murni
sementara Anda masih terjerat dalam urusan materi
dan gelisah oleh kekhawatiran yang tak henti-hentinya,
karena doa adalah pengabaian pikiran. A theologian. Cf. John 13:23–26: the disciple John, who rested on the breast of Jesus at the Last Supper, is known in Greek Christian tradition as John the Theologian
—Evagrios dari Pontus
 

22

The breast of the Lord:

such is the mystical knowledge of God.

Whoever reclines there

will be a theologian.4 

—Evagrios of Pontus

22
Dada Tuhan:
demikianlah pengetahuan mistis tentang Allah.
Siapa pun yang berbaring di sana
akan menjadi seorang teolog.
Note: Seorang teolog. Lih Yohanes 13: 23–26: murid Yohanes, yang bersandar pada dada Yesus pada Perjamuan Terakhir, dikenal dalam tradisi Kristen Yunani sebagai Yohanes theolog
 

Terjemahan Buku St. Nikodimos of the Mountain and St. Markarios volume I. No 64-70

Nama: Desti Ratna Sari Halawa

Mata Kuliah: Etika Kristen

Tugas : 4

Semester: VII

Tanggal: 29 Agustus 2019

Terjemahan  Buku St. Nikodimos of the Mountain and St. Markarios volume I.   no 64-70

64. A virtuous way of life and gratitude towards God are fr uits of man that are pleasing to God. The fru its of the earth are not brought to perfe ction immediately, but by time, rain and care ;

similarly, the fruits of men ripen through ascetic practice, study, time, perseverance, self-control and patience. And if, because of all you do, anyone should ever think that you are a devout man , distrust yourself so long as you are in the body, and think that nothing about you is pleasing to God. For you must know that it is not easy fo r anyone to keep himself sinless until the end.

Menjalani hidup yang suci dan selalu mengucap syukur kepada Tuhan adalah sesuatu keberhasilan  menyenangkan Tuhan. Buah tidak akan matang sempurna  baik  jika tidak akan melewati waktu yang panjang, air hujan, dan pemeliharaan; sama halnya buah- buah manusia melewati meditasi, belajar, waktu, ketekunan, pengendalian diri dan kesabaran. Jika semua dilakukan, dan ada yang berpikir anda orang saleh, maka tetaplah percaya diri. Selama kita berada dalam tubuh ini, tetaplah pikirkan tentang dirimu bagaimana menyenangkan Tuhan. Karna tidak bagi siapa pun untuk menjaga dirinya tidak berdosa sampai akhir

6 5. Nothing is more precious to man than intelligence. Its power is such as to enable us to adore God through intelligent speech and thanksgiving. By contrast, when we use fu tile or slanderous speech we condemn our soul. Now it is characteristic of an obtuse man to lay the blame fo r his sins on the conditions of his birth or on some thing else, while in fa ct his words and actions are evil through his own free choice.

6 5. Tidak ada yang lebih berharga bagi manusia daripada kecerdasan. Kita bisa memuji Tuhan dan mengucap syukur melalui ucapan yang cerdas dan bagus. Sebaliknya, ketika kita mengucapkan kata kata yang memfitnah kita sedang mengutuk jiwa kita. Sekarang, manusia menyalahkan keadaaan dirinya, bahwa sejak ia lahir ia manusia yang bodoh, telah berdosa dan melakukan kejahatan. perkataan dan tindakan adalah pilihan kita, bukan karna kondisi keberdosaan sejak lahir. Mau berubah atau tidak , itu adalah pilihan. 

66. If we try to cure bodily passions in order to avoid the ridicule of people we chance to meet, how much more should ·we try to cure  the passions of the soul ; for when we are judged fa ce to fa ce by God we shall not wish to be fo und worthless and ridiculous. Since we  have free will, although we may desire to perform evil actions, we can avoid doing so ; and it is in our-power to live in accordance with  God’s will. More over, no one can ever force us to do what is evil against our will. It is through this struggle against evil that we shall  become worthy to serve God and live like angels in heaven.

66. lepas dari keinginan daging membuat terhindar dari cemoohan, ada jiwa yang bergairah; saat dihakimi kita senang bertemu muka dengan Tuhan, melakukan hal berharga dan tidak konyol. Walaupun ada kehendak bebas, ada keinginan melakukan perbuatan yang jahat, kita menghindari hal tersebut, itu adalah kekuatan kita untuk hidup sesuai kehendak Tuhan. Tidak ada orang  menyuruh kita melakukan hal jahat tetapi  bertentangan dengan keinginan daging kita. Melalui perjuangan melawan kejahatan inilah kita akan menjadi layak untuk melayani Tuhan dan hidup seperti malaikat di surga.

67. If you so wish, you are a slave of the passions ; and if you so wish, you are fr ee and do not yield to the passions. For God created you with free will ; and he who overcomes the pass ions of the flesh

is crowned with incorruption. If there were no passions there would be no virtues, and no crowns awarded by God to those who are worthy.

67. Jika kamu menginginkannya, kamu adalah hawa nafsu; dan jika demikian Semoga, Anda bebas dan tidak menyerah pada nafsu. Karena Tuhan menciptakan Anda dengan kehendak bebas; dan Dia yang menguasai keinginan daging sebagai mahkota dengan tidak ada kecurangan. Jika tidak ada nafsu maka akan  tidak ada kebajikan, dan tidak ada mahkota yang diberikan oleh Tuhan kepada mereka yang ada layak menerimanya.

68. Those who know what is good, and yet do not see what is to  their benefit, are blind in soul and their power of discrimination has become petrified. Hence we should pay no attention to them, lest

we too become blind and so are constrained to fall heedlessly into the same faults.

68. Mereka yang tahu apa yang baik, tetapi tidak melihat apa yang harus dilakukan yang menguntungkan mereka, buta dalam jiwa dan kekuatan diskriminasi mereka miliki menjadi membatu. Karena itu kita tidak perlu memperhatikan mereka, jangan sampai kami juga menjadi buta dan jadi terpaksa lengah ke dalam kesalahan yang sama.

69. We should not become angry with those who sin, even if what they do is criminal and deserves punishment. On the contrary, for the sake of justice we ought to correct and, if need be, punish

them ourselves or get others to do so . But we should not become  angry or excited ; fo r anger acts only in accordance with passion, and not in accordance with good judgment and justice. Moreover,

we should not approve those who show more mercy than is proper. The wicked must be punished fo r the sake of what is good and just, but not as a result of the personal passion of anger.

69. Kita seharusnya tidak menjadi marah kepada mereka yang berdosa, sekalipun apa yang mereka lakukan adalah kriminal dan pantas dihukum. Sebaliknya, demi keadilan kita harus mengoreksi dan jika perlu, menghukum kita sendiri atau meminta orang lain melakukannya. Tetapi kita seharusnya tidak menjadi marah atau bersemangat; untuk kemarahan bertindak hanya sesuai dengan hasrat, dan tidak sesuai dengan penilaian dan keadilan yang baik. Bahkan, kita seharusnya tidak menyetujui mereka yang menunjukkan belas kasihan lebih dari yang seharusnya. Orang fasik harus dihukum karena apa yang baik dan adil, tetapi bukan karena hasrat pribadi untuk marah.

70. To gain possession of one’s soul is the only acquisition which is safe and inviolable. It is achieved through a way of life that is holy  and conforms to God’s will through spiritual knowledge and the

practice of good actions. By contrast, wealth is a blind guide and a  foolish counsellor, and he who uses wealth in an evil and self­indulgent manner loses his obtuse soul.

70. Untuk menguasai jiwa kita suatu perolehan yang baik. Bisa  dicapai dengan cara hidup yang suci dan sesuai dengan kehendak Tuhan melalui pengetahuan kerohanian dan praktek tindakan yang baik. Sebaliknya, mencapai kekayaan memungkinkan mengalami kebutaan jiwa.  

Ringkasan Buku Philokalia volume 2, ditulis oleh St. Anthony dari Mesir,

Nama: Desti Ratna Sari Halawa

Mata Kuliah: Etika Kristen

Tugas : 5

Semester: VII

Tanggal : 5-09-2019

Ringkasan  Buku Philokalia volume 2, ditulis oleh St. Anthony dari Mesir,

  1. Manusia sering menggunakan hati atau  mata batin atau nous dengan keliru. Manusia yang punya nous yang cerdas karna ia terpelajar, tetapi  punya jiwa yang cerdas, bisa membedakan yang baik dan yang buruk, menghindari apa yang menjadi dosa dan berbahaya bagi jiwa, berpegang teguh pada praktek kebaikan sebagai rasa ucapan syukur kepada Tuhan. Penjelasan: ciri – ciri orang yang punya hati atau  Nous yang cerdas adalah bisa membedakan apa yang baik dan yang jahat, melakukan kebajikan sebagai ucapan syukur dan menjauhi kejahatan karna berbahaya bagi jiwanya.
  2. Orang yang punya hati, pasti punya tujuan yaitu untuk taat dan untuk menyesuaikan diri dengan Allah. Mendisplinkkan jiwanya.  Tidak mungkin kita tidak berterimakasih kepada dokter, yang memberi obat pahit untuk kesembuhan tetapi kita harus bersyukur kepada Allah untuk  apa yang tampaknya keras bagi hidup ini. Penjelasan : Tujuan jiwa kita adalah taat. Sehingga kita bisa mendisplinkan jiwa kita. Kita tetap bersyukur kepada Allah bahkan saat mengalami masalah semua terjadi karna kehendak Tuhan.
  3. Kita telah menerima banyak hal dari Allah seperti penguasaan diri, kesabaran, dll. Tujuan nya supaya kita bisa melawan dosa, dan itu adalah kekuatan kita. Hal- hal yang menyakitkan yang kita alami justru itu untuk kebaikan kita, kita harus syukuri dengan terus melakukan kebaikan.
  4. Yang salah adalah cinta kepada hal – hal  yang sementara. Kenapa ? Hal itu hanyalah fantasi, gunakan hal- hal yang fana seperti harta  menurut kehendak Allah. Pelajaran: harta itu harus digunakan untuk kebajikan karna harta itu nilainya fana, sedangkan kebajikan itu nilainya kekal. Jika kita tidak peduli dengan hal ini , ini adalah nafsu terburuk bagi jiwa kita.
  5. Orang yang punya hati cerdas, hatinya terus berjaga- jaga supaya ia bisa membedakan hal yang asing yang akan masuk dalam jiwanya. Dan ia juga tau bahkan menjauhi  hal asing tersebut karna membahayakan jiwanya.
  6. Hidup yang berbahagia adalah hidup yang semakin sederhana, tidak terganggu oleh masalah tetapi mengakui dirinya yang sejati dengan mendekatkan diri kepada Allah.
  7. Tidak mudah orang mencapai kehidupan yang baik, karna sifat kita yang selalu berubah- ubah, untuk itu  kita harus tetap mengarahkan cinta kita kepada cinta Allah berpartisipasi dalam kehidupan kebajikan (1 Yoh 2:15)
  8. Orang yang tidak berpendidikan menganggap pengajaran sebagai tertawaan karna mereka sedang menunjukkan sikap kasar mereka dan mereka ingin setiap orang menjadi diri mereka. Demikian juga mereka yang hilang dalam kehidupan dengan menunjukkan dirinya yang paling baik sedangkan orang lain berdosa. Dalam dirinya ada ada kesombongan, kecemburuan, tidak akan pernah puas untuk marah, pertengkaran, kemalasan, kesedihan. Hal diatas merusak jiwa nya dan bahkan jiwanya dihukum karna menjauh dari Allah. Penjelasan: jiwa orang yang tidak cerdas, adalah orang menertawakan pengajaran, dan menganggap diri paling baik.
  9. Jangan ada orang yang berpura – pura saleh. Tetapi, jauhilah kesenangan yang jahat karna itu membuat jerat bagi jiwa kita.
  10. Orang kaya yang tidak melakukan kebajikan, jiwanya tidak didisplinkan dianggap tidak diberkati. Hidup mereka seperti orang yang pergi ke negri asing dan ia akhirnya tersesat. Sebaliknya orang miskin yang melakukan kebajikan justru itu orang yang diberkati.
  11. Orang yang bisa melatih orang untuk mendisplinkan jiwanya ia dipanggil sebagai pembentuk manusia. Tujuannya, supaya orang tersebut moralnya diubahkan untuk melakukan kebajikan, ada lemah lembut, ada harapan orang tersebut semakin hari jiwanya akan semakin baik
  12. Manusia harus berusaha keras mempraktekan kehidupan kebajikan dalam ketulusan. Orang harus Menghormati Allah dengan segenap hati dan iman supaya kita punya pemeliharaan Allah,  punya kekuatan mengendalikan amarah dan nafsu dan kekuatan untuk hidup dalam kebajikan.
  13. Manusia harus bisa memberi diri untuk diperbaiki. Orang yang tidak mau memperbaiki diri ia bukan manusia, harus dijauhi, karna hidup mereka tidak mencapai keabadian.
  14. Hati yang cerdas dan benar – benar berfungsi maka kita disebut manusia. Jika jiwa kita tidak berfungsi kita tidak berbeda dengan binatang kecuali secara fisik dan cara komunikasinya. Jiwa yang cerdas, menyadari hidupnya itu kekal dan membenci hal yang jahat karna itu membahayakan jiwanya.
  15. Jiwa yang benar – benar cerdas, menikmati kasih Allah karna jiwa kita yang cerdas, dengan tulus berterimakasih, menggunakan seluruh kekuatan untuk mengasihi Tuhan.
  16. Seorang yang berlayar, menjauhi batu dan terumbu. Sama seperti orang yang hidup kudus, harus menjauhi dosa.
  17. Kita harus seperti supir yang terus tekun dan terus berlatih mempraktekkan kehendak Allah. Karna mungkin dengan iman kita mencapai kekekalan
  18. Bebas dalam berkarakter dan berperilaku bukanlah kebebasan sejati karna ujung-ujung membawa kita dalam maut. Kita bebas artinya adalah melakukan kehendak Allah yang membawa kita kepada kekekalan.
  19. Selalu mengingat moral dan tindakan. Hati yang pintar bisa dilihat dari matanya, cara berjalan, cara berbicara, tertawanya, cara menghabiskan waktu bersama dengan teman- temannya. Dalam aspek hidup ini, kiranya kita mencerahkan jiwa batin yang murni.
  20. Hati yang menikmati kasih Allah bisa mencegah masuknya pikiran jahat dan hal – hal yang cemar.
  21. Ujilah hati atau jiwa . Kita punya kuasa mengendalikan atas tubuh dan jiwa kita. Tuhan sudah memberi kita kuasa untuk membedakan mana yang baik dan yang jahat.

Manusia Baru adalah Manusia yang penuh Kasih

Nama: Desti Ratna Sari Halawa

Mata Kuliah: Etika Kristen

Tugas : 3

Semester: VII

Tanggal: 20 Agustus 2019

 Manusia Baru adalah Manusia yang penuh Kasih

      Semua manusia dalam dirinya ada gambar dan rupa Allah, Gambar Allah yang tidak kelihatan adalah Kristus. Kita manusia akan menjadi seperti rupa Kristus ( 1 Yoh 3:2), Efesus 4:15 tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. Arti ayat ini adalah bahwa kita akan bertumbuh ke arah Kristus. Kristus adalah cahaya kemuliaan Allah Ibr 1:3; Filipi 2: 6 menjelaskan bahwa Yesus adalah Rupa Allah. Kolose 3:10 tujuan manusia hidup untuk serupa dengan gambar pencipta kita. Pada penciptaan yang pertama, manusia mewarisi kemanusiaan Adam yang penuh dosa. Pada penciptaan manusia yang kedua, manusia lahir baru dan kehidupannya harus menurut gambar anak-Nya, artinya manusia menjadi manusia rohani atau manusia baru. Kita harus percaya kepada Kristus dan mau menaati perintah-Nya

Aplikasi: dalam kehidupan sehari- hari dalam pekerjaan, keluarga, kita harus mencerminkan Kristus.

         Kenapa kita menjadi manusia baru karna kita sudah ditebus Kristus? Manusia baru  artinya, jasmani  dan rohani semuanya baru. Kehidupan kerohaniannya ada kemajuan dan perbuatannya yang baik dapat dilihat. Manusia baru  pasti didalam hatinya tempat berdiam Kristus.

          Pada kehidupan menjadi manusia baru, kita diajarkan untuk taat supaya kita dari sifat anak- anak  menjadi sifat dewasa yang bertumbuh ke arah Yesus. Pada saat kita percaya ada benih iman dan pada saat kita ketemu Kristus, kita juga akan membawa buah- buah dari iman yang kita bawa kepada Kristus.

         Nilai etika: jadi, kita mengasihi karna ada iman  Mat 22:37; Yoh 14:21; Yoh 14:24 bahwa kasih adalah ketaatan kita dari pertobatan kita. Yoh 15:10 kasih itu ada syaratnya yaitu menuruti keinginan Kristus. Orang yang bertobat adalah orang yang melakukan ketaatan sekalipun kita dalam bahaya, kita tidak takut karna ada kekuatan kasih  Kristus dalam kita. Yoh 16:33 menjelaskan bahwa kasih Kristus kasih yang mengalahkan dunia. Kita juga harus bisa mengalahkan dunia atau masalah kita, penderitaan, pedang dengan kekuatan kasih Kristus yang menopang kita ( Roma 8:36).  

Apakah dalam Keselamatan Ada Aredestinasi atau Penentuan Tuhan?

Nama: Desti Ratna Sari Halawa

Mata Kuliah: Dogmatika 4

Tugas : 7

Semester: VII

Tanggal: 17 September  2019

Apakah dalam keselamatan ada predestinasi atau penentuan Tuhan?

  1. Allah memilih kita didalam Dia sebelum dunia dijadikan. Artinya Allah memilih kita didalam Dia (Kristus). Yang dipilih sebenarnya adalah Kristus. Efesus 4: 17 nous manusia dalam keadaan mati atau terputus dengan Allah, atau gelap, bahasa aslinya Efesus 2:17 yang terjadi pada orang yang mati pikiran adalah:  pikiran berjalan dalam kesia- siaan, pikiran digelapkan,  terasing dari Allah, hatinya yang keras . Pada ayat 19  perbuatannya  adalah menyerahkan diri pada hawa nafsu yang jahat.
  2. Ciri manusia baru: meninggalkan manusia lama, mendengarkan dan melakukan perintah Kristus.

Efek dari terputus dengan Tuhan akibatnya tidak lagi mendapatkan hidup kekal. Wahyu 22:17 artinya harus ada kemauan atau kehendak bebas. Keselamatan bukan hanya dibebaskan dari hukuman, apakah hanya oleh iman saja kita selamat? tidak. Yakobus 2:24 iman adalah tangan batin untuk menerima keselamatan sebagai kasih karunia. Karna kejatuhan dalam dosa, manusia kehilangan hidup kekal, manusia menjadi mati, mati akibat dosa, dosa ada karna iblis,  ini 3 kekuatan yang harus bisa dilawan oleh Kristus karna Kristus lebih kuat dari 3 kuasa diatas. iblis dan Yesus adalah sama – sama roh, tetapi Kristus lebih berkuasa. Yesus  menjadi manusia untuk mengalahkan dosa, maut dan iblis.

Yesus telah berinkarnasi demi keselamatan kita. Apa yang harus kita lakukan ? Bersedia lahir baru dalam iman dan baptisan. Yesus telah mengalami penyaliban , kita juga harus menyalibkan daging kita setiap hari. Yesus telah dikubur , kita juga harus menguburkan manusia lama kita dan menumbuhkan manusia baru kita. setelah Yesus bangkit  kemudian datanglah Roh Kudus , kita harus menjadi manusia rohani dan menjadi manusia yang dipenuhi Roh Kudus. Kristus telah kembali kepada Allah, nanti juga kita akan menyatu dengan Allah ketika kita telah mati di dunia ini.

Predestinasi Adalah : Allah tau bahwa ada manusia yang menerima keselamatan dan Allah tau ada yang menolak keselamatan. Untuk itu kita manusia jangan takut jika kita tidak masuk sorga dan kemudian masuk neraka , tetapi takutlah jika kita belum menerima dan mengerjakan keselamatan dari Tuhan Yesus dengan sungguh – sungguh. Tuhan Yesus memberkati

Perbandingan konsep Keselamatan dalam Gereja Timur Dengan Konsep Keselamatan Dalam Gereja Barat

 Perbandingan konsep Keselamatan dalam Gereja Timur  Dengan Konsep Keselamatan Dalam Gereja Barat

  1. Bahwa kodrat Manusia masih ada yaitu sebagai gambar dan rupa Allah. Ada harapan manusia bisa menjadi seperti Allah jika ia bisa menyatu dengan Allah suatu saat kelak (Yohanes 17:24; Yohanes 14:21). Sedangkan Gereja Barat percaya bahwa kodrat manusia bisa hilang karna tidak menaati Allah.
  2. Allah ingin semua manusia kembali kepada-Nya dan memiliki hidup yang kekal, asalkan mereka sungguh- sungguh dalam Tuhan. Allah sangat mengasihi manusia. Sebab Allah kita adalah kasih (I Yoh 4:8- 16), kita tahu bahwa kasih selalu ada sesuatu yang diperbuatnya. Apa yang diperbuat Allah kepada manusia untuk menunjukkan kasihNya yang besar itu? Ia memberi AnakNya untuk datang ke dunia menyelamatkan umat manusia. Kita harus mengingat satu hal bahwa manusia tidak pernah diberi kesempatan untuk masuk api neraka. Sebab tujuan hidup manusia adalah supaya manusia ambil bagian dari kodrat ilahi Allah dalam kemuliaan Allah  untuk menjadi sama seperti Allah (2 Petrus 1:4; Yohanes 3:2). Keselamatan bukan sekedar dibenarkan tetapi keselamatan itu juga harus kita kerjakan sampai kita mencapai pengilahian menjadi sama seperti Allah. Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupa Allah, manusia  juga dikasih kehendak bebas dan di dalam kehendak bebas, manusia bebas pilih mau taat perintah Allah atau menolak perintah Allah  (Kej 2:16-17). Pohon pengetahuan adalah ibarat persimpangan jalan, makan melawan perintah akibatnya mati,  jika tidak makan , menaati Allah pasti Adam jadi hidup . Yoh 1:1-3 ; Ibrani 1:2 ; I Petrus 1: 18- 20 penebusan dosa manusia hanya ada dalam Kristus, yang dipilih  untuk menebus dosa manusia adalah Yesus. Untuk itu manusia harus memilih Yesus supaya ia bisa selamat. Kenapa Yesus karna Yesus adalah model gambar dan rupa Allah tersebut. Kita harus percaya bahwa dalam diri manusia ada gambar dan rupa Allah. Dalam Kejadian 9:5-6 mengisahkan bagaimana Allah menuntut darah orang yang dibunuh tanpa seijin Allah. Kenapa Allah menuntut? Karna dalam diri manusia ada gambar dan rupa Allah. Untuk itu kita tidak boleh saling menghujat karna ada gambar dan rupa Allah dalam diri kita. Ayat – ayat ini bukan berbicara mengenai kebejatan total manusia tetapi tentang orang ateis yang tidak percaya ada Allah, Roma 3:10-12; Mazmur 14:1-3; Mazmur 53 :2-4; Mazmur 10:7. Sedangkan Pandangan Gereja barat : setelah kematian, nanti ada yang sebagian yang diselamatkan dan sebagian dibinasakan.

Kesimpulan: Tuhan dalam kemahakuasaan-Nya tidak akan pernah memilih siapa yang akan dibawa masuk ke Sorga tetapi kita dalam kehendak bebas kita lah memilih Yesus sebagai juruselamat kita untuk mendapatkan kehidupan yang kekal.

Dosa dan Keselamatan

Nama: Desti Ratna Sari Halawa

Mata Kuliah: Dogmatika 4

Tugas : 5

Semester: VII

Tanggal: 6 Agustus 2019

Dosa dan Keselamatan

  1. Kesalahan Adam adalah tidak taat dan sombong, Iblis juga demikian. Natur dosa memisahkan kita dari Allah, manusia mementingkan diri sendiri dan egois.  Akhirnya kita jatuh dalam dosa. Iblis berasal  pancaran dari roh Allah, saat Allah menciptakan langit dan bumi. Iblis dahulu adalah malaikat yang melayani Allah, tetapi karna ia sombong dan ia ingin menyamai Allah, maka Allah mengusirnya dari surga dan sekarang ia sedang mencari manusia untuk dia bawa ke Neraka. Kapan Allah menciptakan malaikat? Diyakini disaat  Allah menciptakan langit,  pada saat yang sama juga Allah menciptakan malaikat. Malaikat bukan gambar Allah karna mereka tidak punya tubuh, mereka diciptakan untuk melayani manusia dan Allah. Malaikat diciptakan sebelum bumi diciptakan. 2 Petrus 2:4  Sebab jikalau Allah tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka dan dengan demikian menyerahkannya ke dalam gua-gua yang gelap untuk menyimpan mereka sampai hari penghakiman; Andaikan Adam lama tidak berbuat dosa, ia pasti taat dengan kehendak bebasnya. Adam yang diciptakan menurut gambar Allah dituntut untuk serupa dengan Allah. Tetapi karna Adam tidak taat akhirnya ia mati. Kalau kita mengikuti Kristus atau Adam ke 2 , suatu saat kita akan dibangkitkan, untuk saat ini kita harus melatih diri untuk menyatu dalam Kristus.
  2. Neraka adalah alam roh, Allah tidak menciptakan neraka untuk menghukum. Dimana ada neraka? Neraka bukanlah tempat, tetapi neraka itu adalah  disaat kita menjauh dari Allah. Neraka adalah suatu kondisi dimana ketiaadaan Allah, tetapi yang ada adalah iblis. Hanya saja neraka itu  sering diibaratkan dia ada dibawah bumi.
  3. Keturunan Adam mewarisi kematian akibat dari dosa Adam. Benih manusia dari Adam berasal dari sperma dan ovum, dan dampaknya kita akan mati karna nenek moyang kita yang bernama Adam juga mati. Jika kita percaya Yesus maka kita akan hidup lagi. Yesus adalah Adam yang baru, Ia adalah pola gambar dan rupa Allah, dan Ia sudah mati tetapi telah bangkit kembali. Apa yang mati dalam hidup manusia? Mati dalam pengertian kondisi terpisah dari Allah. Kita mewarisi kematian karna kita semua keturunan Adam, sekalipun kita tidak percaya bahwa kita berasal dari Adam.
  4. Orang yang menerima dan percaya pada penebusan Kristus pasti tidak akan mati dan menerima keselamatan. Untuk percaya Kristus kita harus beriman kepada-Nya dan dibaptis didalam nama-Nya
  5.  Pertanyaan? Kenapa ketika Adam berbuat dosa, menyebabkan seluruh manusia berdosa? Jika Adam dan Hawa tidak punya Anak, maka efek dosa itu hanya  berhenti digenerasi mereka. Keturunan Adam ada karna penyatuan dengan istrinya Hawa, maka efek dosa Adam tetap diturunkan, yang akhirnya Kain menjadi mati, sekalipun Kain tidak percaya bahwa Adam tidak berdosa.

Jadi rumusnya adalah

  1. Benih Adam + benih Hawa = Benih dosa dalam diri Kain
  2. Benih dosa di dalam diri Kain = Potensi dosa + dibuahi = Dosa aktual
  3. Dosa aktual + matang = Kematian.

Dari Adam ada potensi dosa yang universal, yang akan menjadi aktual jika mereka menghasilkan keturunan. Kenapa? Karna dosa mereka masuk dalam diri Kain. Apa potensi dosa Adam? Kejatuhan dalam taman Eden. Dalam Yakobus, mengatakan bahwa bila potensi dosa dibuahi akan menjadi aktual. Adam punya potensi dosa, dan potensi dosa itu akan bergerak kepada Kain. Jika Kain berbuat jahat, berarti Kain sudah mengaktualisasikan potensi dosa yang ia terima dari Adam. Jadi orang yang menikah punya anak, maka kita melahirkan pendosa- pendosa baru.

Paralel dengan Kristus, Kristus menyediakan potensi keselamatan. Tuhan memberi keselamatan secara universal, tetapi keselamatan itu akan dialami oleh orang yang mau membuahi keselamatan yang Yesus berikan dengan hanya beriman kepada Kristus. Setiap orang yang lahir dari Allah akan disebut anak anak Allah, dan ia tidak berbuat dosa. Setiap orang harus menerima benih ilahi dengan iman dan Anugrah Allah. Kita akan menerima keselamatan itu jika bisa mengaktualisasikan dalam diri kita dengan melakukan perintah Allah dengan takut dan gentar. Kita akan terus mengerjakan keselamatan sampai kita mati.

Benih ilahi : iman dan Anugrah: efek penebusan Kristus. Jika setiap manusia tidak percaya kepada Kristus maka hanya Kristus yang memiliki keselamatan. Tetapi jika beriman kepada Yesus maka kita mungkin akan selamat. Orang yang belum percaya Yesus, dia seperti orang didalam sumur, berusaha sendiri untuk keluar dari sumur. Sedangkan orang yang sudah percaya Yesus, punya tangga keselamatan.

John Klimakos mengatakan baptisan kita terima maka dosa masa lalu akan terhapus. Tetapi Baptisan paling besar adalah air mata pertobatan kita, maka Tuhan akan berbelas kasih kepada kita, dan kita akan bersih kembali. Roma 6 : 1-2  Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu?Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya? Perintah Allah jelas bahwa kita tidak boleh bertekun dalam dosa. Kita butuh kesadaran. Roma 7: 16  Jadi jika aku perbuat apa yang tidak aku kehendaki, aku menyetujui, bahwa hukum Taurat itu baik. Kalau demikian bukan aku lagi yang memperbuatnya, tetapi dosa yang ada di dalam aku.  Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik. Kenapa kita masih dalam dosa? Karna kita masih berjuang melawan dosa dengan cara mengubah pikiran, perkataan, dosa dengan air mata. Air mata pertobatan adalah penyesalan yang sungguh- sungguh yang disertai dukacita. Mari kita baca Roma 6:13  Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran. Kita harus menyerahkan anggota tubuh kita kepada Allah sebagai senjata kebenaran . Anggota tubuh yang kita serahkan adalah anggota tubuh yang disalibkan. Galatia 5:24 Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Cara berdoa yang baik, kita harus mengawasi diri sendiri setiap saat. Selalu hati- hati dengan kemarahanmu, kemarahan membawa kamu kepada dosa- dosa yang lain, bahkan kita bisa melakukan kekerasan dan itu membutakan mata rohani kita.

Komponen Manusia

Nama: Desti Ratna Sari Halawa

Mata Kuliah: Dogmatika 4

Tugas : 4

Semester: VII

Tanggal: 6 Agustus 2019

Komponen Manusia

Manusia komponen kehidupannya terdiri dari tubuh dan roh, seperti dijelaskan dalam Kejadian  2:7  ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Komponen manusia debu tanah: tubuh manusia. Hidung terbuat dari debu tanah, dan Tuhan menghembuskan rohNya dalam hidung manusia. Yang menentukan manusia hidup adalah nafas ilahi Allah, jiwa manusia juga berasal dari roh Allah sehingga jiwa manusia tidak  akan binasa.  1 Korintus  15 :44  Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah. Jika ada tubuh alamiah, maka ada pula tubuh rohaniah. Jadi ayat ini menjelaskan bahwaada tubuh fisik yang berasal dari unsur alam atau manusia lahiriah dan ada tubuh roh yaitu jiwa yang punya susunannya sendiri, yaitu  nous, logos dan pneuma.

            Bagaimana dengan Firman Tuhan  1 Tesalonika 5:23 Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita. Jadi, jiwa itu adalah roh. Kata jiwa menunjukkan kondisi dari jiwa tersebut. Tubuh manusia diciptakan sebagai tempat untuk jiwa. Jiwa berasal dari nafas-Nya Allah. Ayat –ayat berikut membuktikannya:  Zakharia 12:1b yang meletakkan dasar bumi dan yang menciptakan roh dalam diri manusia: Pengkhotbah 12:7 dan debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya.

Roh dan jiwa adalah satu kesatuan, roh bukan tambahan dari jiwa. Perbedaan  antara jiwa manusia  dengan  jiwa makhluk lainnya (binatang dan tumbuhan) walaupun mereka sama- sama hidup, binatang dan tumbuhan penggeraknya adalah jiwanya sedangkan manusia hidup karna punya roh dan jiwa yang merupakan satu kesatuan. Tumbuhan juga punya jiwa yang membuat dia bisa bergerak dan hidup, tetapi jiwanya akan mati ketika tumbuhan tersebut mati. Dalam jiwa ada 3 komponen yang merupakan gambar Allah yaitu : Nous: Bapa: inti roh, logos: Kristus ( reason , emotion, desire ), pneuma : roh Allah: nafas hidup. Efesus 4:23 mengatakan supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, sedangkan  terjemahan aslinya supaya kamu dibaharui didalam roh dan nousmu.

Antrohopology adalah ilmu yang mempelajari tubuh manusia. Jiwa manusia elemen nya diambil dari nafas ilahi. Sedangkan jiwa binatang elemennya hanya menggerakkan tubuhnya, kalau tubuh binatang mati maka jiwanya juga ikut mati.  Jiwa binatang adalah hanya energi dari Roh Kudus, sedangkan Jiwa manusia adalah gambar Allah: jiwa yang esensi . Dalam jiwa kita, ada yang disebut ketaatan, karna Kristus sudah menaati Bapa-Nya. Kristus dalam ketaatannya Ia menggunakan kehendak bebasnya. Demikian kita juga dalam perjalanan Iman,  kita harus mengasihi Allah. Dengan kehendak bebas  maka kita mengasihi Allah, bukan karna paksaan. Yang digoda Iblis dari kita adalah ketaatan dan kehendak  bebas kita (Kejadian 2:15, ayat 17 menjelaskan siapa yang makan buah larangan pasti akan mati). Sebab dari dalam atau dari hati setiap orang timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan ( markus 7:21). Dalam hati manusia  ada hukum Allah dan ada juga hukum dosa. Roma 7:15- 17 Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat. Jadi jika aku perbuat apa yang tidak aku kehendaki, aku menyetujui, bahwa hukum Taurat itu baik.  Kalau demikian bukan aku lagi yang memperbuatnya, tetapi dosa yang ada di dalam aku. Yohanes  16: 15- 17 Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat. Jadi jika aku perbuat apa yang tidak aku kehendaki, aku menyetujui, bahwa hukum Taurat itu baik.  Kalau demikian bukan aku lagi yang memperbuatnya, tetapi dosa yang ada di dalam aku.

Untuk itu, kita harus selalu mengoreksi hati kita setiap saat agar tidak tercemar oleh pikiran jahat dengan selalu berdoa kepada Kristus.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai