Nama: Desti Ratna Sari Halawa
Mata Kuliah: Etika Kristen
Tugas : 4
Semester: VII
Tanggal: 29 Agustus 2019
64. A virtuous way of life and gratitude towards God are fr uits of man that are pleasing to God. The fru its of the earth are not brought to perfe ction immediately, but by time, rain and care ;
similarly, the fruits of men ripen through ascetic practice, study, time, perseverance, self-control and patience. And if, because of all you do, anyone should ever think that you are a devout man , distrust yourself so long as you are in the body, and think that nothing about you is pleasing to God. For you must know that it is not easy fo r anyone to keep himself sinless until the end.
Menjalani hidup yang suci dan selalu mengucap syukur kepada Tuhan Sesuatu keberhasilan menyenangkan Tuhan. Buah tidak akan matang sempurna baik jika tidak akan melewati waktu yang panjang, air hujan, dan pemeliharaan; sama halnya buah- buah manusia melewati meditasi, belajar, waktu, ketekunan, pengendalian diri
dan kesabaran. Jika semua dilakukan dan ada yang berpikir anda orang saleh, maka tetaplah percaya diri. Selama kita berada dalam tubuh ini, tetaplah pikirkan tentang dirimu bagaimana menyenangkan Tuhan. karna tidak ada siapa pun orang yang bisa menjaga dirinya tidak berdosa sampai akhir.
6 5. Nothing is more precious to man than intelligence. Its power is such as to enable us to adore God through intelligent speech and thanksgiving. By contrast, when we use fu tile or slanderous speech
we condemn our soul. Now it is characteristic of an obtuse man to lay the blame fo r his sins on the conditions of his birth or on some thing else, while in fa ct his words and actions are evil through his
own free choice.
6 5. Tidak ada yang lebih berharga bagi manusia daripada kecerdasan. Kita bisa memuji Tuhan dan mengucap syukur melalui ucapan yang cerdas dan bagus. Sebaliknya, ketika kita mengucapkan kata kata yang memfitnah kita sedang mengutuk jiwa kita. Sekarang, manusia menyalahkan keadaaan dirinya, bahwa sejak ia lahir ia manusia yang bodoh, telah berdosa dan melakukan kejahatan. Perkataan dan tindakan adalah pilihan kita, bukan karna kondisi keberdosaan sejak lahir. Mau berubah atau tidak , itu adalah pilihan.
66. If we try to cure bodily passions in order to avoid the ridicule of people we chance to meet, how much more should ·we try to cure the passions of the soul ; for when we are judged fa ce to fa ce by God we shall not wish to be fo und worthless and ridiculous. Since we have free will, although we may desire to perform evil actions, we can avoid doing so ; and it is in our-power to live in accordance with God’s will. More over, no one can ever force us to do what is evil against our will. It is through this struggle against evil that we shall become worthy to serve God and live like angels in heaven.
66. Lepas dari keinginan daging membuat terhindar dari cemoohan, ada jiwa yang bergairah; saat dihakimi kita senang bertemu muka dengan Tuhan, melakukan hal berharga dan tidak konyol. walaupun ada kehendak bebas, ada keinginan melakukan perbuatan yang jahat, kita menghindari hal tersebut, itu adalah kekuatan kita untuk hidup sesuai kehendak Tuhan. Tidak ada orang menyuruh kita melakukan hal jahat tetapi bertentangan dengan keinginan daging kita. Melalui perjuangan melawan kejahatan inilah kita akan menjadi layak untuk melayani Tuhan dan hidup seperti malaikat di surga.
67. If you so wish, you are a slave of the passions ; and if you so wish, you are fr ee and do not yield to the passions. For God created you with free will ; and he who overcomes the pass ions of the flesh
is crowned with incorruption. If there were no passions there would be no virtues, and no crowns awarded by God to those who are worthy.
67. Jika kamu menginginkannya, kamu adalah hawa nafsu; dan jika demikian Semoga, Anda bebas dan tidak menyerah pada nafsu. Karena Tuhan menciptakan Anda dengan kehendak bebas; dan Dia yang menguasai keinginan daging sebagai mahkota dengan tidak ada kecurangan. Jika tidak ada nafsu maka tidak ada kebajikan, dan tidak ada mahkota yang diberikan oleh Tuhan kepada mereka yang ada layak menerimanya.
68. Those who know what is good, and yet do not see what is to their benefit, are blind in soul and their power of discrimination has become petrified. Hence we should pay no attention to them, lest
we too become blind and so are constrained to fall heedlessly into the same faults.
68. Mereka yang tahu apa yang baik, tetapi tidak melihat apa yang harus dilakukan yang menguntungkan mereka, buta dalam jiwa dan kekuatan diskriminasi yang membatu. Karena itu kita tidak perlu memperhatikan mereka, jangan sampai kami juga menjadi buta dan jadi terpaksa lengah ke dalam kesalahan yang sama.
69. We should not become angry with those who sin, even if what they do is criminal and deserves punishment. On the contrary, for the sake of justice we ought to correct and, if need be, punish
them ourselves or get others to do so . But we should not become angry or excited ; fo r anger acts only in accordance with passion, and not in accordance with good judgment and justice. Moreover,
we should not approve those who show more mercy than is proper. The wicked must be punished fo r the sake of what is good and just, but not as a result of the personal passion of anger.
69. Kita seharusnya tidak menjadi marah kepada mereka yang berdosa, sekalipun apa yang mereka lakukan adalah kriminal dan pantas dihukum. Sebaliknya, demi keadilan kita harus mengoreksi dan jika perlu, menghukum kita sendiri atau meminta orang lain melakukannya. Tetapi kita seharusnya tidak menjadi marah.
Bahkan, kita seharusnya tidak menyetujui mereka yang menunjukkan belas kasihan lebih dari yang seharusnya. Orang fasik harus dihukum karena apa yang baik dan adil, tetapi bukan karena hasrat pribadi untuk marah.
70. To gain possession of one’s soul is the only acquisition which is safe and inviolable. It is achieved through a way of life that is holy and conforms to God’s will through spiritual knowledge and the
practice of good actions. By contrast, wealth is a blind guide and a foolish counsellor, and he who uses wealth in an evil and selfindulgent manner loses his obtuse soul.
70. Untuk menguasai jiwa kita suatu perolehan yang baik . Bisa dicapai dengan cara hidup yang suci dan sesuai dengan kehendak Tuhan melalui pengetahuan kerohanian dan praktek tindakan yang baik. Sebaliknya, mencapai kekayaan memungkinkan mengalami kebutaan jiwa.