Tugas 4 Etika Kristen

Nama: Desti Ratna Sari Halawa

Mata Kuliah: Etika Kristen

Tugas : 4

Semester: VII

Tanggal: 29 Agustus 2019

64. A virtuous way of life and gratitude towards God are fr uits of man that are pleasing to God. The fru its of the earth are not brought to perfe ction immediately, but by time, rain and care ;

similarly, the fruits of men ripen through ascetic practice, study, time, perseverance, self-control and patience. And if, because of all you do, anyone should ever think that you are a devout man , distrust yourself so long as you are in the body, and think that nothing about you is pleasing to God. For you must know that it is not easy fo r anyone to keep himself sinless until the end.

Menjalani hidup yang suci dan selalu mengucap syukur kepada Tuhan  Sesuatu keberhasilan  menyenangkan Tuhan. Buah tidak akan matang sempurna  baik  jika tidak akan melewati waktu yang panjang, air hujan, dan pemeliharaan; sama halnya buah- buah manusia melewati meditasi, belajar, waktu, ketekunan, pengendalian diri

dan kesabaran. Jika semua dilakukan dan ada yang berpikir anda orang saleh, maka tetaplah percaya diri. Selama kita berada dalam tubuh ini, tetaplah pikirkan tentang dirimu bagaimana menyenangkan Tuhan. karna tidak ada siapa pun orang yang bisa menjaga dirinya tidak berdosa sampai akhir.

6 5. Nothing is more precious to man than intelligence. Its power is such as to enable us to adore God through intelligent speech and thanksgiving. By contrast, when we use fu tile or slanderous speech

we condemn our soul. Now it is characteristic of an obtuse man to lay the blame fo r his sins on the conditions of his birth or on some thing else, while in fa ct his words and actions are evil through his

own free choice.

6 5. Tidak ada yang lebih berharga bagi manusia daripada kecerdasan. Kita bisa memuji Tuhan dan mengucap syukur melalui ucapan yang cerdas dan bagus. Sebaliknya, ketika kita mengucapkan kata kata yang memfitnah kita sedang mengutuk jiwa kita. Sekarang, manusia menyalahkan keadaaan dirinya, bahwa sejak ia lahir ia manusia yang bodoh, telah berdosa dan melakukan kejahatan. Perkataan dan tindakan adalah pilihan kita, bukan karna kondisi keberdosaan sejak lahir. Mau berubah atau tidak , itu adalah pilihan. 

66. If we try to cure bodily passions in order to avoid the ridicule of people we chance to meet, how much more should ·we try to cure  the passions of the soul ; for when we are judged fa ce to fa ce by God we shall not wish to be fo und worthless and ridiculous. Since we  have free will, although we may desire to perform evil actions, we can avoid doing so ; and it is in our-power to live in accordance with  God’s will. More over, no one can ever force us to do what is evil against our will. It is through this struggle against evil that we shall  become worthy to serve God and live like angels in heaven.

66. Lepas dari keinginan daging membuat terhindar dari cemoohan, ada jiwa yang bergairah; saat dihakimi kita senang bertemu muka dengan Tuhan, melakukan hal berharga dan tidak konyol. walaupun ada kehendak bebas, ada keinginan melakukan perbuatan yang jahat, kita menghindari hal tersebut, itu adalah kekuatan kita untuk hidup sesuai kehendak Tuhan. Tidak ada orang  menyuruh kita melakukan hal jahat tetapi  bertentangan dengan keinginan daging kita. Melalui perjuangan melawan kejahatan inilah kita akan menjadi layak untuk melayani Tuhan dan hidup seperti malaikat di surga.

67. If you so wish, you are a slave of the passions ; and if you so wish, you are fr ee and do not yield to the passions. For God created you with free will ; and he who overcomes the pass ions of the flesh

is crowned with incorruption. If there were no passions there would be no virtues, and no crowns awarded by God to those who are worthy.

67. Jika kamu menginginkannya, kamu adalah hawa nafsu; dan jika demikian Semoga, Anda bebas dan tidak menyerah pada nafsu. Karena Tuhan menciptakan Anda dengan kehendak bebas; dan Dia yang menguasai keinginan daging sebagai mahkota dengan tidak ada kecurangan. Jika tidak ada nafsu maka tidak ada kebajikan, dan tidak ada mahkota yang diberikan oleh Tuhan kepada mereka yang ada layak menerimanya.

68. Those who know what is good, and yet do not see what is to  their benefit, are blind in soul and their power of discrimination has become petrified. Hence we should pay no attention to them, lest

we too become blind and so are constrained to fall heedlessly into the same faults.

68. Mereka yang tahu apa yang baik, tetapi tidak melihat apa yang harus dilakukan yang menguntungkan mereka, buta dalam jiwa dan kekuatan diskriminasi yang membatu. Karena itu kita tidak perlu memperhatikan mereka, jangan sampai kami juga menjadi buta dan jadi terpaksa lengah ke dalam kesalahan yang sama.

69. We should not become angry with those who sin, even if what they do is criminal and deserves punishment. On the contrary, for the sake of justice we ought to correct and, if need be, punish

them ourselves or get others to do so . But we should not become  angry or excited ; fo r anger acts only in accordance with passion, and not in accordance with good judgment and justice. Moreover,

we should not approve those who show more mercy than is proper. The wicked must be punished fo r the sake of what is good and just, but not as a result of the personal passion of anger.

69. Kita seharusnya tidak menjadi marah kepada mereka yang berdosa, sekalipun apa yang mereka lakukan adalah kriminal dan pantas dihukum. Sebaliknya, demi keadilan kita harus mengoreksi dan jika perlu, menghukum kita sendiri atau meminta orang lain melakukannya. Tetapi kita seharusnya tidak menjadi marah.  
 Bahkan, kita seharusnya tidak menyetujui mereka yang menunjukkan belas kasihan lebih dari yang seharusnya. Orang fasik harus dihukum karena apa yang baik dan adil, tetapi bukan karena hasrat pribadi untuk marah.

70. To gain possession of one’s soul is the only acquisition which is safe and inviolable. It is achieved through a way of life that is holy  and conforms to God’s will through spiritual knowledge and the

practice of good actions. By contrast, wealth is a blind guide and a  foolish counsellor, and he who uses wealth in an evil and self­indulgent manner loses his obtuse soul.

70. Untuk menguasai jiwa kita suatu perolehan yang baik . Bisa  dicapai dengan cara hidup yang suci dan sesuai dengan kehendak Tuhan melalui pengetahuan kerohanian dan praktek tindakan yang baik. Sebaliknya, mencapai kekayaan memungkinkan mengalami kebutaan jiwa.  

Tugas 3 Etika Kristen

Nama: Desti Ratna Sari Halawa

Mata Kuliah: Etika Kristen

Tugas : 3

Semester: VII

Tanggal: 20 Agustus 2019

 Manusia Baru adalah Manusia yang penuh Kasih

      Semua manusia dalam dirinya ada gambar dan rupa Allah, Gambar Allah yang tidak kelihatan adalah Kristus. Kita manusia akan menjadi seperti rupa Kristus( 1 Yoh 3:2), Efesus 4:15 tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. Arti ayat ini adalah bahwa kita akan bertumbuh ke arah Kristus. Kristus adalah cahaya kemuliaan Allah (Ibr 1:3), Filipi 2: 6 menjelaskan bahwa Yesus adalah Rupa Allah. Kolose 3:10 tujuan manusia hidup untuk serupa dengan gambar pencipta kita. Pada penciptaan yang pertama, manusia mewarisi kemanusiaan Adam yang penuh dosa. Pada penciptaan manusia yang kedua, manusia lahir baru dan kehidupannya harus menurut gambar anak-Nya, artinya manusia menjadi manusia rohani atau manusia baru. Kita harus percaya kepada Kristus dan mau menaati perintah-Nya

Aplikasi: dalam kehidupan sehari- hari dalam pekerjaan, keluarga, kita harus mencerminkan Kristus.

         Kenapa kita menjadi manusia baru karna kita sudah ditebus Kristus? Manusia baru  artinya, jasmani  dan rohani semuanya baru. Kehidupan kerohaniannya ada kemajuan dan perbuatannya yang baik dapat dilihat. Manusia baru  pasti didalam hatinya tempat berdiam Kristus.

          Pada kehidupan menjadi manusia baru, kita diajarkan untuk taat supaya kita memperbaharui sifat anak- anak  menjadi sifat dewasa yang bertumbuh ke arah Yesus. Pada saat kita percaya ada benih iman dan pada suatu saat nanti kita akan ketemu Kristus, kita juga akan membawa buah- buah dari iman yang kita bawa kepada Kristus.

         Nilai etika: jadi, kita mengasihi karna ada iman  Mat 22:37; Yoh 14:21; Yoh 14:24 bahwa kasih adalah ketaatan kita dari pertobatan kita. Yoh 15:10 kasih itu ada syaratnya yaitu menuruti keinginan Kristus. Orang yang bertobat adalah orang yang melakukan ketaatan sekalipun kita dalam bahaya, kita tidak takut karna ada kekuatan kasih  Kristus dalam hidup kita. Yoh 16:33 menjelaskan bahwa kasih Kristus kasih yang mengalahkan dunia. Kita juga harus bisa mengalahkan dunia atau masalah kita, penderitaan, pedang dengan kekuatan kasih Kristus yang menopang kita ( Roma 8:36).

Tugas 3 Dogmatika 4

Nama: Desti Ratna Sari Halawa

Mata Kuliah: Dogmatika 4

Tugas : 3

Semester: VII

Tanggal: 18 Agustus 2019

Mengenal Allah

  1. secara Pribadi
  1. Pemberian dalam Kasih

Kita bisa mengenal Allah lewat relasi  kita dengan Allah dalam doa dan perbuatan baik kita. Dengan latihan rohani yang kita lakukan dalam kasih. Misalnya ketika selalu memberi pertolongan kepada orang yang membutuhkan, ternyata yang terjadi dalam diri kita ada 2 hal yaitu, kita sedang menjinakkan keinginan nafsu atau keegoisan kita dan sedang melakukan perbuatan kebajikan. Ketika kita memberi tidak tergantung pada jumlah harta yang kita miliki tetapi ketika sadar bahwa Allah kita adalah Allah yang penuh kasih, kita juga sebagai anak- anak Allah harus bisa mengasihi. Dengan memberi kita sedang menyerahkan hidup kita hanya untuk Tuhan bukan untuk harta. Orang yang susah memberi adalah orang yang selalu merasa berkekurangan. Pemberian dalam kasih dikenal dengan istilah praktikos, apabila kita sudah sering- sering melakukan perbuatan kasih atau kebajikan maka itu akan mengikis keegoisan dalam hati kita, dan yang terjadi adalah kita akan mengalami apathea artinya bisa mencukupkan diri atas yang kita punya, dibebaskan dari serangan-serangan nafsu serta tidak punya nafsu dunia lagi.  Filipi 4: 11-12 Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Pada tahap ini dikenal istilah Theoretikos atau kemuliaan, ditandai dengan melihat Kristus dalam hidup kita. Dan setelah kita meninggal dari dunia ini kita juga akan mengalami Gnostikos yaitu tahap mencapai kesempurnaan yang  sesuai dengan kesempurnaan Kristus. Artinya kita akan mengenakan pakaian terang Kristus dan memakai tubuh yang baru seperti Kristus.

  • Doa

            Bapa Gereja Hesychios berkata, “Allah berdiam dalam hati kita dan kita harus menjumpai Dia dalam hati tetapi dengan keheningan.” Bapa Gereja yang tinggal dipadang gurun. Pekerjaan mereka adalah berdoa dan berpuasa dan  mereka juga menghasilkan tulisan tentang bagaimana berdiam dihadapan Tuhan. Tulisan mereka “ Elia suka ketenangan maka Allah bersama dengan Dia, Daud rendah hati Allah bersama dengan Dia, apapun yang kamu lakukan asalkan itu kamu lakukan untuk Tuhan dan dilakukan dengan rendah hati.  Kita boleh memuji Tuhan ( Efes 5:15-20 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.  Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh, dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati, didalam ayat ini kita boleh bersorak bagi Tuhan dengan segenap hati tetapi ini bukan dalm konteks ibadah tetapi konteks ayat ini tentang pribadi anak- anak terang bukan tentang liturgi gereja, konteks ini berbicara bagaimana kita berelasi dengan Tuhan secara pribadi. Hal ini kita lakukan dengan sewajarnya, biarlah kita seperti orang arif. Kita harus rendah hati dan berjaga-jaga. Rendah hati adalah ibu dari kebajikan.  Kapan kita berjumpa dengan Tuhan, saat berdoa, baca Firman, bernyanyi dll.

  • Lewat Ciptaan-Nya

Allah menciptakan Alam yang kelihatan dan tidak kelihatan melalui Firman dan Roh-Nya. Roma 11:36 Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Atau dari Bapa melalui putra di dalam Roh Kudus. 1 Korintus 8: 6, segala sesuatu berasal dari Allah, kita juga manusia berasal dari Bapa.  Awal dan akhir adalah Allah ( 2 Makabe 7:28) Allah tidak menciptakan mereka dari yang ada tetapi dari yang tidak ada. Ayub 38:4 , kita percaya bahwa yang menciptakan fondasi dasar bumi adalah Allah. Ibrani 11:3 Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.  Kenapa dengan iman? Karna Firman yang jadi manusia ( Yesus) telah disaksikan, dilihat, diraba oleh Para rasul. Jadi iman orang Kristen itu bukan iman mitos tetapi iman yang benar- benar real yng disaksikan oleh banyak orang. Dalam Efesus 1:11 Aku katakan “di dalam Kristus,” karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan  —  kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud (tujuan ) Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya Alam diciptakan bukan kebetulan tetapi menurut keputusan kehendak Allah. Allah memilih manusia sebagai ahli waris untuk menguasai bumi ini.

Tugas 2 Dogmatika 4

Nama: Desti Ratna Sari Halawa

Mata Kuliah: Dogmatika 4

Tugas : 2

Semester: VII

Tanggal: 14 Agustus 2019

ALLAH

 Secara Esensi Allah tidak bisa kenal, tetapi kita bisa mengenal Allah melalui ciptaan-Nya, karna ciptaan-Nya itu adalah energi Allah. I Tim 6:16 menjelaskan  manusia tidak dapat melihat Allah. I Kor 13:12 mengatakan bahwa untuk saat ini kita melihat Allah seperti cermin tetapi, nanti dikekekalan kita akan melihat Allah muka dengan muka.

  1. Allah kita adalah Allah yang kekal, Ia adalah awal dan akhir
  2. Allah Tidak berubah. Allah selalu sama dalam diri-Nya dan penilaian-Nya.
  3. Maha hadir (segala tempat). Tuhan melihat kita dimanapun kita berada. Disemua tempat dan setiap saat kita menyaksikan kemuliaan-Nya. Surga dan bumi penuh dengan belas kasihannya.
  4. Bijaksana. Tuhan menetapkan dan mengatur dunia ini dengan sangat bijaksana.
  5. Maha kuasa. Allah melakukan segala hal dan tidak ada yang menentang-Nya.
  6. Maha pengampun. Allah mengampuni orang orang yang bertobat dari dosa mereka.
  7. Maha kudus. Allah menginginkan dan mencitai apa yang baik, dan Ia membenci kejahatan.
  8. Sabar. Allah selalu menunggu orang berdosa untuk bertobat.

Allah dapat dikenal melalui

  1. Alam ciptaan. Roma 1:19-20 menjelaskan kepada kita bahwa bahwa hanya melalui ciptaan Tuhan dengan segala isinya kita melihat kekuatan Allah.
  2. Alkitab. Melalui Alkitab kita bisa melihat Kristus, dan melalui Kristus Allah menyatakan diri-Nya kepada manusia (Yoh 1:18; Ibrani 1:1-3).
  3. Pewahyuan ilahi.

1 Yoh 5:20 Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal.

Bukti- bukti bahwa Allah kita adalah Allah Tritunggal:

  1. Kejadian 3:22, Berfirmanlah TUHAN Allah: “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya.”
  2. Kejadian 11:7, Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing.
  3. Mat 28:19, Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.
  4. I Yoh 5:7, Sebab ada tiga yang memberi kesaksian (di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu.

Tugas 1 Dogmatika 4

Nama: Desti Ratna Sari Halawa

Mata Kuliah: Dogmatika 4

Tugas : 1

Semester: VII

Tanggal: 14 Agustus 2019

Christ Event

1 Kor 3:11 menjelaskan bahwa dasar atau fondasi  kita adalah Kristus. Kristus adalah Firman Allah yang menjadi manusia atau satu pribadi di dalam 2 Kodrat manusia dan Firman. Jika Yesus adalah Firman Allah maka Ia bersama dengan Allah dan Roh Allah di dalam satu Allah yang Esa ini. Bapa itu satu maka naturnya adalah Allah, sehingga Anak dan Roh yang ada di dalam Bapa memiliki pribadi yang berbeda dan memiliki kodrat yang sama. Firman menjelma untuk keselamatan manusia, dalam menyelamatkan manusia maka ada yang perlu Dia kerjakan. Inilah yang disebut dengan karya penebusan. Kodrat Ilahi yang dimiliki oleh Firman dan berasal dari Bapa, Allah itu hidup sehingga Ia memiliki Roh Kudus.

Manusia berasal dari Allah dan akan kembali kepada Allah. Tetapi manusia telah berdosa (tidak taat). Karena tidak taat maka mati kej 2:17 bukan natur manusia yang telah mati sebab natur manusia itu serupa dengan Allah. Yang menjadi natur manusia adalah mengasihi sebab Allah itu Kasih. Bukti dari kasih mereka adalah taat. “Manusia ibarat pohon yang disisipi benalu sehingga menyimpit dan tidak bertumbuh dan hidup sehingga ia mati.

Karya penebusan yaitu:

  1. Ia mengambil kodrat daging dan darah dari Maria. Unsur daging, di dalam daging ada semua unsur alam ini.
  2. Dipaku diatas kayu salib ada unsur kayu, dan kayu berasal dari bumi. Walaupun berasal dari bumi, Tuhan pakai untuk karya kesalamatan. Kita juga manusia penghuni bumi ini, Tuhan pakai untuk mencari jiwa kembali kepada Tuhan Yesus
  3. Dikubur dan bangkit.

Manusia berdosa dan jatuh karena buah , dan buah itu dari alam. Natur semua manusia adalah dari Adam sehingga kita berdosa akibat dari dosa Adam. Kej 3:17 hasil dari alam ini telah menjadi dosa. Berarti yang menjadi benalu yang mensisipkan manusia adalah kematian (penderitaan), iblis, dan dosa. Firman menjelma untuk menyelamatkan manusia dari benalu dosa, sehingga ada karya penebusan. Setelah benalu dosa Tuhan sudah awaskan maka kita juga harus menghasilkan buah buah kebenaran.

KARYA PENEBUSAN:

  1. Inkarnasi jadi manusia = daging = tubuh = tanah = telah rusak karena benalu
  2. Buah = pohon = alam = unsur kayu, menjadi sarana yang berasal dari alam untuk menyalibkan Yesus. Kayu salib lambang dari = kematian, penguburan dan kebangkitan.
  3. Air = alam = ketika Yesus dibaptis dan kita dibaptis maka air itu direstorasi. Air itu kita dicelupkan dalam kematian, penguburan dan kebangkitan Yesus.
  4. Roti dan anggur (hasil dari alam) = ketika kita memakannya maka Kristus seutuhnya ada di dalamhati kita. Ini bukan suatu simbol melainkan sebuah misteri yang mengatakan bahwa itu adalah tubuh dan darah Yesus.
  5. Kertas atau kitab (telah direstorasi dan kertas tidak terkutuk lagi) yakni dalam wujud Firman Yesus. Ini kertas yang berasal dari alam dan alam itu sudah restorasi oleh Allah dan dipakai untuk menuliskan Firman Tuhan.

Yoh 15:26; 16:13 menjelaskan jika tidak ada Roh Kudus kita tidak bisa mengerti arti ilahi dari kitab suci ini. Roh Kudus yang mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan 1 Kor 12:3. Roma 8:26 mengatakan bahwa tanpa Roh Kudus kita tidak bisa berelasi dengan Allah dengan tidak bisa berdoa kepada Allah. Maka Ia disebut sebagai penolong. Kristus telah memberikan semuanya kepada kita. Apa yang diberikannya kepada kita? darah dan daging (di atas salib), Firman-Nya (melalui kitab suci), Roh-Nya (dicurahkan-Nyalah Roh Kudus sebagai penolong bagi kita).

Bapa gereja mengatakan bahwa orang percaya lahir 3 kali dan mati 1 kali.

  1. Lahir dari orangtua
  2. Lahir dari Roh (air/ baptisan)
  3. Lahir dari kebangkitan

Mati sekali kita alami dalam dunia ini,  untuk mengalami kelahiran yang ketiga, sehingga mati disebut sebagai keuntungan.

Tugas 3 Eksegesis Pl dan PB

Nama: Desti Ratna Sari Halawa

Mata Kuliah: Eksegesis PL dan PB

 Tugas : 3

Semester :VII

Tanggal: 13 Agustus 2019

Apa itu Alkitab?

Alkitab adalah bagian dari Tradisi, inilah sebabnya kenapa kita harus baca  tulisan Bapa Gereja. Sebab Gereja duluan ada baru muncul Alkitab.  Kita tidak boleh menafsir sendiri karna ada ajaran Bapa Gereja yang memagari ke utuhan kebenaran Kristus. Bapa Gereja juga di Inspirasi oleh Roh Kudus.

Didaskalia/ ajaran  adalah kebenaran memampukan kita untuk tidak berbuat dosa. Belajar doktrin kita bisa punya kekuatan yang khusus untuk memperbaiki batin kita dan memperbaiki nilai- nilai kebajikan. Tujuan akhirnya kita adalah semakin serupa dengan Kristus.

Hati nurani manusia  juga tau kebaikan dan hal – hal yang baik. Semua agama juga membicarakan moral  Tetapi yang lebih dalam lagi ajaran Tuhan Yesus karna Yesus adalah pusat dari segalanya. Kita harus berusaha mendalaminya.

1 Kor 15:10  Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.

Artinya: Anugrah harus kita kerjakan dengan lebih keras. Yang paling penting adalah Anugrah harus ditambah dengan pekerjaan Keras. Misalnya,  Saya disini karna Anugrah Allah , bisa makan, untuk itu saya akan mengelola Anugrah itu dengan sebaik- baiknya. Dalam Energi Allah / Anugrah Allah menolong kita untuk membersih kan hati kita supaya seperti hati Kristus , dan karakter kita bisa diubah oleh Kristus.

Ilustrasi: ada orang kecebur dalam sumur. Siapa yang bisa menolong. Orang yang ada diatas, dia pun memberi tangga atau tali. Saat tangga turun, ada respon dari orang tersebut untuk menaiki tangga itu. Jika dia tidak menaiki tangga mustahil bisa keluar dari Sumur. Jika tidak ada tangga maka sehebat apapun kita, sepintar apapun kita, maka mustahil kita bebas dalam sumur itu. Arti dari Ilustrasi tersebut adalah kita orang berdosa, memerlukan tangga keselamatan atau Anugrah keselamatan. Tangga keselamatan itu harus kita naiki satu persatu, kita harus bekerja keras untuk mencapainya, tetapi kita tidak sendirian karna ada energi Allah yaitu Roh kudus yang selalu menolong kita. bagaimana caranya memperoleh Energi Allah ? dengan melakukan Doktrin Gereja.

  1.  Theoria :  menurut Alexandria adalah  allegory, typology (spiritual meaning), menemukan tulisan nabi- nabi adalah mereka yang diinspirasi Roh Kudus. Pada waktu baca PL semua bayang bayang tentang Kristus. Contoh alegoria adalah, kemah tabernakel yang bisa dibongkar- bongkar di PL, sekarang Tuhan Yesus merupakan  kemah tabernakel yang sudah tidak perlu dibongkar – bongkar lagi. Semak yang tidak terbakar itu bayang – bayang Maria,

Kenapa semua bayang bayang  Kristus? Mari kita baca 2 Timotius 3: 15, Timotius sudah sejak kecil membaca Perjanjian Lama krn saat itu belum ada PB, tetapi Rasul Paulus mengatakan bahwa apa yang dibaca oleh Timotius menuntun dia pada keselamatan Kristus.

Cara membuat Teoria: kita harus bisa membuat konsep teologia.

Macam2 Alegoris:

  1. Viguratif alegoris: contoh 1 Kor 13. Viguratif nya adalah Gong
  2. Narrative Alegoris: Lukas 15, cerita anak yng hilamg, cerita 5 gadis bijaksana
  3. Tipologikal alegoris: Tabernakel, tangga Yakub, tongkat Musa: tipologi Kristus, adam dan hawa.

 Alegori adalah Hal- hal reality ditafsirkan menjadi hal- hal yang metafisika:

Tipologi:  Kolose 2: 16 Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat;

17  semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus.

Study the bible:

  1. Historia

Tujuan eksegese: untuk dapat moral, spiritual, dan doktrin  Theological

Tujuan tipological Exesegese: Perjanjian Lama merefleksikan Perjanjian Baru. Lebih khusus pada Kristus, untuk melihat rencana ilahi.

Alasan memakai alegori dan tipologi karna Orang Yahudi membaca Alkitab mereka, saat baca Alkitab pikiran kita harus jalan dan tulisan bapa bapa Gereja.

Paulus Alegoris nya Galatia 4:24.

Kidung agung adalah tipologi bagaimana kassih Allah kepada Manusia 12: 42  Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama angkatan ini dan ia akan menghukumnya juga. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengar hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!” Tuhan Yesus . Salomo adalah typologi dari Kristus, sedangkan Ratu dari selatan, wujud Gereja Tuhan. mereka saling mengasihi. Ratu dari selatan, bangkit, datang. Artinya, Gereja akan datang kepada Yesus.

Matius 12:40-42 “  Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.

41  Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan menghukumnya juga. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat setelah mendengar pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!

42  Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama angkatan ini dan ia akan menghukumnya juga. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengar hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!”

Contoh : 1 Kor 10:6-13

6  Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh bagi kita untuk memperingatkan kita, supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat,

7  dan supaya jangan kita menjadi penyembah-penyembah berhala, sama seperti beberapa orang dari mereka, seperti ada tertulis: “Maka duduklah bangsa itu untuk makan dan minum; kemudian bangunlah mereka dan bersukaria.”

8  Janganlah kita melakukan percabulan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga pada satu hari telah tewas dua puluh tiga ribu orang.

9  Dan janganlah kita mencobai Tuhan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka mati dipagut ular.

10  Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut. (Keluaran 13-16)

11  Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba.

12  Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!

13  Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

Arti: sebelum ikut perjamuan kudus jangan kita menyembah berhala, peringatan  bahwa Kristus datang yang ke dua kali.

Roma 5:14  Sungguhpun demikian maut telah berkuasa dari zaman Adam sampai kepada zaman Musa juga atas mereka, yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, yang adalah gambaran Dia yang akan datang.

Artinya: Adam adalah Tipologi Kristus

Ibrani 11: dalam Kekristenan bisa kita lihat sejarah sebagai Proses kejadian, kejatuhan, inkarnasi, penebusan dan hari akhir,, ini semua adalah Proses. Demikian orang percaya, harus mengalami proses dalam hidup ini.

Apakah semua ayat harus dibaca alegori atau tipologi? Alegori: kerohanian, tipologi: Kristus dan gereja.

Inti PB:

  1. Vigur Kristus sebelum dan sesudah inkar
  2. Gereja
  3. Eskatologi  Matius 24
  4. Moral

Teoria : Philo, tidak harus selalu bersifat filosofis ada 4 jenis

  1. Sifat sekarang gereja sekarang
  2. Akan datang , gereja yg akan datang
  3. Sebelum dunia ada, malaikat
  4. Moral

Contoh Tipologi  yg Yesus berikan, Yoh 3: 14  Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, artinya : kita harus percaya kepada Yesus supaya kita selamat

Alegori dan tipologi dalam gereja mula – mula

Kesimpulan: Ada 5 hal yang harus kita perhatikan saat baca Alkitab:

  1. Historical/ terjemahannya, fakta
  2. Teologi/ didaskalia, doktrin / ajaran
  3. Interaksi dengan ayat, tulisan Bapa gereja
  4. Kerohanian, moral.

Tugas 2 Eksegesis PL dan PB

Nama: Desti Ratna Sari Halawa

Mata Kuliah: Eksegesis PL dan PB

 Tugas : 2

Semester :VII

Tanggal: 12 Agustus 2019

Cara membaca Alkitab dari sudut pandang Liturgi dan Patriakh

Membaca Alkitab secara Liturgi artinya, Kita harus baca Alkitab setiap hari                ( Lectionary) yang sudah ditetapkan oleh Gereja Orthodox Amerika. Tujuan membaca Alkitab supaya kita semakin berbuah seperti pengetahuan, kebajikan, penguasaan diri, kesabaran. Buah – buah yang kita dapatkan dari  disiplin Rohani seperti doa, pembacaan Alkitab, puasa, perjamuan kudus, doa puja Yesus dll.

Saat membaca Alkitab, kita harus dituntun oleh tulisan Bapa Gereja, karna mereka yang menjaga ajaran Para rasul sepanjang sejarah. Para dosis atau ajaran Para gereja menuntun cara kita membaca Alkitab, menuntun cara kita berdoa. Salah satu tulisan Bapa Gereja adalah  Ajaran Philokalia.  Contoh ajaran Philokalia adalah

St. Nicodemus “membaca Alkitab bukan seberapa pasal kita baca, tetapi bagaimana cara kita supaya kalimat didalam Alkitab menjadi energi kita untuk  memperbaiki kesalahan, melakukan kebajikan kepada Tuhan dan sesama. Kita harus perhatikan kata demi kata, jika ada kata yang membuat kamu tergugah/ sukacita, diam sejenak karna Allah sedang mendekat kepada kita. Saat mmbaca Alkitab, yakinlah bahwa kalimat Alkitab itu berlaku untuk diri kita sendiri. 

Gereja dan pemimpin Gereja saat ini seharusnya kembali kepada ajaran- ajaran para Rasul dan Bapa- bapa Gereja. Oleh karna merekalah yang menjaga ajaran- ajaran gereja sejak Tuhan Yesus didalam dunia. Bahkan, saat kita membaca Alkitab pun, sudut pandang kita adalah sudut pandang Para rasul dan Bapa- bapa Gereja. Kenapa? Karna Gereja mula- mula, Bapa- Bapa Gereja dan Para rasul  yang menjaga ajaran Kristus sejak semula.

Saat membaca Firman, kita perlu dibimbing oleh Gereja dan pimpinan Roh Kudus Yoh 14:26; Filipi 4:9. Mari kita belajar makna tipologi dari tangga Yakub dalam Kejadian 28:12 “ Maka bermimpilah ia, di bumi ada didirikan sebuah tangga yang ujungnya sampai di langit, dan tampaklah malaikat-malaikat Allah turun naik di tangga itu”. Apa arti dari tangga yakub?

            Untuk memahami dari ayat diatas, ada langkah – langkah yang harus kita lakukan, yaitu sebagai berikut:

  1. Historia. Historia adalah tahap dimana kita menemukan fakta- fakta dari teks kitab suci yang sedang kita baca. Pada tahap kita menyelediki arti ayat ini dari terjemahan bahasa aslinya. Contohnya adalah:

Yakub bermimpi dalam keadaan berdosa, ada tangga yang turun dari Surga ke bumi, dan ditangga itu ada malaikat naik turun di tangga tersebut.

  • Theoria. Theoria adalah konsep pikiran Kristus  yang kita dapatkan dengan berinteraksi dengan ayat ayat dalam Alkitab beserta dengan pendapat Bapa – Bapa gereja. Contohnya adalah:  Ajaran yang perpusat pada Inkarnasi Kristus. Tangga itu adalah tangga yang turun dari surga untuk menyelamatkan kita orang berdosa, mari kita bandingkan dengan perkataan Yesus dalam  Yohanes 1:51 demikian, Lalu kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia.” Disini kita belajar bahwa, yang berada diujung tangga itu  adalah Kristus. Kristus lah yang menjadi perantara supaya kita bisa kembali kepada Allah. Bahkan, Tuhan Yesus mau turun dari tangga itu menuju kebumi untuk membantu kita manusia menaiki anak tangga keselamatan, bahkan malaikat Tuhan juga menolong kita untuk semakin serupa dengan Kristus. Tangga Yakub juga bisa diartikan adalah Maria yang rela menjadi perantara supaya Firman Allah bisa berinkarnasi menjadi manusia. Disini kita melihat bahwa Maria memberikan rahim-nya dan dagingnya kepada Kristus atau rahim Maria menjadi rumah Kristus (Amsal 9:1-11).

Selain Kristus, tangga Yakub itu juga diartikan bunda Maria, sebab ia menjadikan dirinya alat supaya Kristus bisa menjadi manusia. Maria memberikan dagingnya supaya Kristus menjadi manusia.

  • Personal . Artinya, ajaran yang diperoleh dari Firman yang dibaca harus kita kunyah dalam jiwa kita. Hati ini harus terus terkoneksi dengan Allah karna didalam hati Tuhan Yesus berdiam, untuk menerangi setiap perjalanan hidup kita.

Tangga keselamatan yang Tuhan Yesus berikan harus masuk dalam hati kita masing- masing. Kita itu sama seperti Yakub yaitu orang berdosa, itulah sebabnya kita juga perlu tangga keselamatan dari Kristus supaya kita bebas dari sumur dosa dan sumur maut kekal.  Janganlah kita membuat tembok berbagai alasan supaya kita tidak menerima keselamatan yang Tuhan Yesus berikan. Mari kita menaiki anak tangga keselamatan itu  satu persatu dengan iman, cinta, harapan, doa, kerendahan hati, pertobatan dan kelemah lembutan selama kita masih di dunia. Kita juga harus seperti Maria, untuk menjadi tangga / alat Kristus untuk mencari  jiwa yang belum diselamatkan.

  • Ekklesia/ jemaat : Firman Tuhan juga berguna untuk jemaat, kita harus menyadari bahwa Firman Tuhan adalah kebutuhan gereja.

Dalam kehidupan jemaat, tangga Yakub ( keselamatan) berlaku untuk semua orang berdosa. Kenapa? Karna tangga itu turun dari Sorga ke Bumi. Itu berarti keselamatan berlaku untuk semua manusia yang ada dibumi ini. Penting untuk kita ketahui bahwa tangga keselamatan itu harus turun dalam hati kita ketika kita dibaptis dan percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat kita.

Kesimpulan: Tuhan Yesus telah bersedia untuk membantu kita terbebas dari dosa, sekarang tergantung kepada kita sekarang apakah kita mau menaiki anak  tangga keselamatan bersama Tuhan Yesus, maukah kita meminta belas kasihan kepada-Nya, jika demikian, maka kita juga punya tugas untuk membawa jiwa- jiwa kepada Tuhan Yesus. Hanya orang yang mau percayalah yang diselamatkan. Ingat, Tuhan tidak pernah memaksa kita menaiki anak tangga keselamatan yang Dia berikan kepada kita.

Tugas 2 etika Kristen

Nama: Desti Ratna Sari Halawa

Mata Kuliah: Etika Kristen

Tugas : 2

Semester: VII

Tanggal: 18 Agustus 2019

Pertobatan

Saya percaya bahwa tidak ada manusia yang sempurna dan tidak ada manusia yang tidak pernah berbuat kesalahan. Dan kita juga tau bahwa Allah tidak berkompromi dengan kesalahan yang kita perbuat. Allah ingin kita bertobat dari kesalahan yang kita lakukan. Jika kita tidak bertobat maka Tuhan akan membalas segala perbuatan kita (Roma 2:4-6).Tuhan senang kepada orang yang bertobat dan bahkan Tuhan Yesus menyebut mereka berbahagia (Matius 5:4), Tuhan menghargai orang yang berdukacita karna dosa dan punya kerinduan untuk bertobat. Air mata pertobatan membersihkan dosa- dosa kita sekarang, tetapi air baptisan membersihkan dosa- dosa masa lalu kita. Batin hanya bisa dibersihkan melalui pertobatan. Dalam Matius 26:75 kita bisa belajar dari seorang murid Tuhan Yesus  yaitu Petrus yang menangis, menyesali dosa – dosa yang ia perbuat, ia kembali mengingat perkataan Tuhan Yesus. Kenapa Petrus menyangkal Yesus karna  nyawanya sedang terancam dan karna ada energi ilahi dalam dirinya, ia mengingat kembali perkataan Yesus kemudian ia menangis. Batin kebutuhannya adalah sesuatu yang bersifat metafisik. Etika harus dimulai dari pertobatan. Tujuan kita adalah semakin  serupa Kristus. Dalam Alkitab Kis 19:19, melihat  Anak- anak  Skewa yang sungguh- sungguh bertobat dengan membakar kitab- kitab sihir.  Mat 3:7-10 hidup kita itu ibarat pohon anggur. Jika pohon anggur itu tidak menghasilkan maka Tuhan sudah menyediakan kapak untuk ditebang dan dibakar dalam api.

Luk 13:6, sebetulnnya Tuhan Yesus mencari buah yang baik dalam hidup kita

Yoh 15:6, jika kita tidak berbuah maka kita dibakar. Kenapa tidak berbuah? Karna kita tidak menempel dengan Kristus. Ada 2 macam menempel pada Kristus, yakni  menempel dengan Kristus memakai Perasaan (teopati) dan menempel dengan Kristus memakai ilmu pengetahuan tentang Allah ( Teologi). Teopati artinya Perasaan dalam diri  kita pakai sebagai proses untuk mencari kehadiran Allah. Jika kita memakai perasaan untuk mengenal Allah, maka saat ini kita bisa berkata, “saya tidak merasa berkat Tuhan. Akan tetapi jika kita memakai pengetahuan tentang Allah, maka kita berkata, “ saya sekarang hidup, itu adalah berkat Tuhan. Usahakan jangan sampai perasaan kita kacau ketika saat ada masalah, lalu kita berkata, “Allah tidak adil, Tuhan Engkau dimana?

       Markus 10:17, seharusnya kita beri pertanyaan dan harus kita jawab, “bagaimana caranya saya memperoleh hidup kekal? Jangan kita pikirkan bagaimana saya sukses? Dan kaya? Tetapi dimana kita dapat memperoleh hidup kekal? Jawabannya adalah: menempellah kepada Kristus. Ada beberapa tahap pertobatan yang kita lakukan adalah:

Mencucurkan air mata à berdukacita àbatinàpertobatanàkeselamatan.

Orang Kristen harus ada diri yang lain didalam dirinya, yaitu diri yang sudah diperbaharui oleh Kristus. Pertobatan : mengerjakan hal-hal yang benar dan menyenangkan Allah ( Mat 25:1-12 ). Kita belajar dari gadis bijaksana yang selalu menyenangkan Allah dengan menyambut tuannya dengan penuh persiapan. Setelah kita bertobat, kita harus mengikut Tuhan Yesus, mau menderita Luk 13:25-26  ibarat pintu itu sempit, dan hanya sedikit orang yang mau melewatinya. 2 kor 6:2-4 menegaskan bahwa seorang hamba Tuhan harus bisa menahan diri dalam kesabaran, mengalami penderitaan, kesesakan dan kesukaran, dan akhirnya kita masuk dalam kerajaan Allah.

Godly piety (Mencari Allah)

   Setelah kita bertobat maka kita harus mencari Allah dengan sungguh- sungguh (Matius 6:24; 2 Kor 6: 14 -16). Bagaimana caranya? kita harus membersihkan segala keinginan daging didalam batin kita (Matius 23:25-26), membersihkan roh kita yang sudah tercemar dosa (2 Kor 7:1), kita membersihkan diri dengan menjauhkan perbuatan- perbuatan jahat (Yes 1: 16), mencuci batin  dengan  menaruh pengharapan dalam Yesus (1 yoh 3:3).

FAITH + HOPE+ LOVE.

Dalam hope/ harap à terus menyucikan diri didalam Yesus.

Mat 5:48 harus sempurna ; Filipi 2:15 harus bercahaya . Matius 10:37-38 didalam Pengharapan kepada Tuhan, kita menyucikan diri karna kita mau serupa dengan Kristus. Bagaimana berharap kepada Kristus dengan menjadi murid Yesus Matius 16:24 Tuhan itu berjalan didepan kita asal kita mau menyangkal diri.

Contoh: pencobaanà katakanlah dalam dirimu “ ini bukan aku yang sejati. Aku yang sejati adalah hidup yang serupa Kristus.

tugas 1 eksegesis PL dan PB

Transfigurasi Kristus

(Matius 17:1-13)

Yesus dimuliakan diatas gunung. Pada saat itu Yesus membawa 3 orang muridnya yaitu Petrus, Yakobus dan Yohanes. Tiba – tiba Tuhan Yesus berubah rupa dan yang terjadi adalah wajah yang bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang, dan disisi kanan dan kirinya ada nabi Musa dan Nabi Elia.

  1. Daging: debu dan tanah

            Lalu kenapa Yesus bisa tiba- tiba bercahaya? Karna Ia adalah Firman Allah, Yesus yang adalah ilahi, rela mengosongkan diri-Nya sendiri, Ia mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia (Efesus 2:7). Yesus yang adalah ilahi mau menjadi manusia, untuk menyelamatkan kita manusia berdosa. Manusia pertama yang adalah Adam diciptakan oleh Allah dari debu tanah (Kejadian 2:7). Tubuh dan daging kita ini berasal dari debu tanah. Sungguh luarbiasa  karna Tuhan Yesus mau tinggal dalam daging dan tubuh manusia demi menyelamatkan kita orang berdosa. Daging dalam pribadi Yesus diubahkan menjadi bercahaya. Demikian kita juga akan dimuliakan seperti Kristus asal kita percaya dan mau ikut Tuhan Yesus.

  • Dibaptis:air

Tidak cukup hanya percaya Tuhan Yesus, tetapi kita juga harus dibaptis. Sebab melalui baptisan kita dipersatukan dalam kematian, penguburan dan kebangkitan Tuhan Yesus. Pada saat kita dibaptis kita harus percaya bahwa situasinya sama seperti pada waktu Tuhan Yesus dibaptis. Matius 3:16-17 mengatakan sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Pengharapan hanya kepada Tuhan Yesus tidak dapat diragukan lagi, sebab yang menyatakannya adalah Allah dan Roh Kudus.

  • Transfigurasi Yesus:

Transfigurasi atau Perubahan Tuhan Yesus diatas bukit, disaksikan oleh Nabi Elia dan Nabi Musa. Elia dan Musa tidak tersungkur karna apa yang mereka harapkan sudah ada di depan mata mereka, Yesus telah membawa keselamatan kepada mereka. Sebab roh mereka sudah kembali kepada Tuhan, itulah sebabnya mereka tidak tersungkur ketika melihat cahaya kemuliaan Kristus. Ketiga murid Tuhan Yesus bisa menyaksikan perubahan Tuhan Yesus, menjelaskan kepada kita bahwa mereka akan mengalami transfigurasi. Bahkan, rasul Petrus menuliskan bagaimana ia bertemu dengan Yesus. Kita semua yang percaya kepada Tuhan Yesus memiliki pengharapan untuk lahir menjadi anak – anak Allah atau menjadi anak- anak terang, akan tetapi kita harus menaati Tuhan sebelum mengalami transfigurasi. Tiga orang murid tersungkur karna mereka masih di dunia dan pertandingan untuk melawan keinginan daging dan dosa masih belum selesai, mereka masih belum suci. Demikian kita juga semua, masih belum nyata keberadaan kita, tetapi bagi orang yang sungguh- sungguh mengerjakan keselamatannya pasti akan mencapai apa yang ia harapkan tersebut yaitu memiliki pakaian yang dimuliakan.

  • Roh Kudus.

Setelah kita dibaptis, kita mengerjakan keselamatan kita, tetapi kita tidak sendirian. Tuhan Yesus mengirimkan Roh Kudus dalam diri kita untuk menyatakan, menegur, menolong, dan menghibur kita. Roh Kudus memberi kita kekuatan untuk melawan dosa dan melakukan perbuatan kasih.

  • Firman-Nya yaitu Injil (1Yoh 1:3 )

Injil lisan dan tulisan. Yoh 20:31; Yoh 17:3,  ada 3 arti diselamatkan yaitu diselamatkan dari iblis, dosa dan maut. Bersekutu dengan Kristus (menjadi terang, dan melakukan kasih). Tujuan melakukan penginjilan: untuk menyelamatkan banyak orang. Penginjilan Lisan di lakukan sebelum Alkitab ada yang akhirnya melalui penginjilan para rasul, muncullah gereja atau jemaat. Melalui Gereja, lahirlah Alkitab yaitu tulisan kabar sukacita tentang Kristus Juruselamat dunia. Alkitab disusun oleh Para Rasul dengan tuntunan pengilhaman Roh Kudus.

tugas Etika Kristen 1

Nama: Desti Ratna Sari Halawa

Mata Kuliah: Etika Kristen

Tugas : 1

Semester: VII

Tanggal: 15 Agustus 2019

Allah adalah sumber Etika kita

Etika adalah disiplin  Ilmu yang mempelajari  apa yang baik dan buruk. Etika kita harus  dari sudut pandang Bapa Gereja. Karna, merekalah yang menjaga ajaran Para rasul dan ajaran Tuhan Yesus Kristus. Untuk itu kita harus lahir baru dalam Kristus dan percaya bahwa Allah tritunggal memberi kita Anugrah keselamatan. Kita juga perlu dibaptis supaya kita ikut dalam penderitaan, penguburan dan kebangkitan Yesus Kristus. Tahap berikutnya adalah Purification. Purification adalah  bertumbuh dalam kedewasaan iman. Pada tahap inilah etika kita akan terus berproses dan terus menerus diperbaharui semakin hari semakin lebih baik melalui Alkitab yang kita baca setiap hari. Tujuannya adalah Theosis yaitu semakin serupa dengan Kristus. Jika kita berbicara tentang moral, maka etika menolong kita bagaimana semakin serupa dengan Kristus.

Yesus adalah sumber etika kita karna melalui Dia kita bisa mengenal etika Allah. Kita diselamatkan oleh Kristus untuk melakukan pekerjaan baik (Efesus 2:8 ini berbicara tentang keselamatan yang berarti sinergi atau kerja sama antara iman kita dan Anugerah Allah). Hal  ini tidak bisa lepas dari Kristus dan Allah Tritunggal. Kita  tidak boleh lepas dari sumber etika yaitu Allah Tritunggal. Efesus 2:10 menjelaskan bahwa Tuhan sudah mempersiapkan pekerjaan baik untuk kita.

Kita bisa belajar dari Relasi Allah dengan pribadi pribadi Ilahi kita bagaimana mereka beretika:

  1. Pribadi Allah, adalah sumber dari segala sesuatu termasuk mengeluarkan Anak, dan mengeluarkan Roh Kudus. Tetapi ingat, esensi hanya satu (one essense).
  2. Pribadi Anak, adalah Pribadi ilahi yang berinkarnasi menjadi manusia
  3. Pribadi Roh Kudus adalah pribadi ilahi yang selalu bersama – sama dengan kita manusia setelah Tuhan Yesus naik ke surga.

Pola Relasi mereka adalah : Kasih, kita juga harus berelasi dengan pola kasih. Berikut ayat – ayat yang mendukung adalah sebagai berikut:

  • Pengikat hidup kita adalah kasih.

Kolose 3:12-14 Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

  • Dasar kita adalah kasih

 1 Kor 13:4-8 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.  Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.  Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.

  • Kasih mengambil dalam bagian dalam moral dan etika.

1 Kor 13:9 apa kewajiban kita sebagai orang yang sudah diselamatkan ?

Etika kita menolong kita untuk menjadi terang. Saat kita dibaptis kita berganti pakaian dengan pakaian Kristus, menjadi terang. Etika : mempelajari kasus membunuh, aborsi, bunuh diri, perceraian, berjudi, obat terlarang.

Mari kita merenungkan Matius 4:17 Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!”. Pelajaran buat saya secara pribadi

  1.  Yesus ingin saya bertobat dari hal hal yang jahat kepada hal hal yang baik. Dulu melakukan pekerjaan dengan asal- asalan sekarang melakukan segala pekerjaan dengan sungguh- sungguh.
  2. Bertobat dari mental kerja kalau diliat orang  menjadi kerja sungguh sungguh sekalipun tidak diliat orang. Jangan mental seperti bunglon, selalu berubah sesuai kondisi dan keaadaan. Intinya : punya Integritas. Menjadi diri sendiri yang berkualitas

Kerajaan Allah sudah dekat, ini berbicara tentang Inkarnasi Firman, Ibrani 1: 1-2  mengatakan, setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta.

Kesimpulan:

Jadi, Kerajaan Allah itu adalah Yesus Kristus. Kita bertobat karna Tuhan Yesus dekat dengan kita. Kenapa dekat? Karna Ia sudah jadi manusia, sudah ada didepan mata kita. Tuhan Yesus ajak kita untuk bertobat karna kita akan masuk sorga. Etika kita adalah etika Sorga.  Mari kita baca Matius 11:20-22, Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya:  “Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu. Dari ayat ini kita belajar bahwa , Yang merespon pertobatan yang Tuhan Yesus tawarkan adalah, Tirus dan Sidon dan yang menolak ajakan adalah Khorazim.

Pelajaran buat kita: Pertobatan itu adalah pilihan kita. Mau menerima atau mau menolak. Ingat : melakukan mujizat tidak menjamin kita masuk sorga.

Matius 11: 22: mengajak kita untuk  memiliki iman, selalu  mengingat akan ada penghakiman akhir. Semua orang akan dihakimi tetapi yang bertobat, hukumannya akan lebih  ringan dari orang yang tidak bertobat.

 Matius 12: 36 mengatakan, Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman.

Pelajaran buat kita: perkataan kita yang sia- sia akan direkam Allah dan itu akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah.

Pertobatan itu penting. Arti kata bertobat dari bahasa aslinya adalah: metanoia, yang artinya memutar balik kehidupan. Kalau kita kaitkan dalam kekristenan, bertobat artinya berbalik  arah dari jalan yang menuju maut atau  kerajaan iblis kejalan yang menuju hidup, yaitu kerajaan sorga. Sebelum masuk Sorga kita akan dihakimi menurut perbuatan. Dalam penghakiman ada 2 hal yang kita ingat yaitu dibenarkan atau dihukum.

Orang yang tidak punya iman dan dan tidak bertobat akan dihukum.

Pertobatan itu mendatangkan pengampunan dosa. Berikut ayat- ayat Alkitab yang menjelaskan kepada kita.

  1. Matius 9:  6  Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa”  — 
  2. Matius 18: 18-19   Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga. Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.

Pelajaran dari ayat ini, bahwa apapun yang kita lakukan didunia ini akan mempunyai nilai nanti di Sorga. Sadari bahwa apa yg kita lakukan sekarang berhubungan dengan kehidupan kekekalan.

  • Matius 28:20 Dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Pelajaran: dalam menjalani kehidupan dunia ini, percaya bahwa hidup kita ini akan selalu disertai oleh Allah , kita tidak berjalan sendiri.

  • Yoh 5:29 29  Dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.

Pelajaran: berbuat baik  akan hidup kekal

  • Roma 2: 11-12:  Sebab Allah tidak memandang bulu. Sebab semua orang yang berdosa tanpa hukum Taurat akan binasa tanpa hukum Taurat; dan semua orang yang berdosa di bawah hukum Taurat akan dihakimi oleh hukum Taurat.

 pelajaran, siapapun orang nya jika ia berbuat jahat akan dihukum. Tuhan menghakimi manusia itu secara adil. Mana yang kita cari? Apakah yang sementara atau yang bersifat kekekalan?

  • Kolose 3:1- 2 Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.

Pelajaran: setiap manusia punya pilihan, mencari perkara yang diatas atau perkara yang dibawah. Perkara yang dibawah adalah dimana tidak ada Kristus.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai